Kuli Bangunan Dianiaya dan Ditusuk Orang Tak Dikenal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Korban menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Nahas menimpa Sutoyo (39), warga Lekok Pasuruan. Korban yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan itu meregang nyawa usai ditusuk orang tak dikenal.

Kejadian penusukan terjadi pada Kamis (18/3). Sebelum ditusuk dengan senjata tajam korban sempat dipukuli pelaku yang berjumlah dua orang.

"Pelaku dua orang. Satu memukuli korban dan satu menusuk dengan pisau. Setelah korban melakukan aksinya, mereka kabur. Saat ini masih dalam pengejaran," kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto, Jumat (19/3/2021).

Endy menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi, peristiwa itu terjadi saat korban bekerja sebagai kuli bangunan di salah satu rumah milik warga Desa Gejukjati. Karena ada material besi yang kurang, korban pergi ke toko bangunan untuk membeli bahan yang dibutuhkan.

"Saat korban pergi ke toko bangunan, tak berselang lama datang dua pelaku berboncengan motor mencari korban. Karena korban tidak ada, mereka memutuskan menunggu di warung dekat tempat kerja korban," ungkapnya.

Beberapa menit kemudian, korban datang membawa besi material yang dibelinya. Korban kemudian diberitahu jika ada dua orang menunggunya di warung. Korban lalu menuju warung tersebut.

"Dalam pertemuan itu terjadi cekcok mulut korban dan dua pelaku. Kedua pelaku langsung menghajar korban. Saat korban tersungkur, salah satu pelaku mengambil pisau dan menusukkan ke paha kiri korban," bebernya.

Setelah menusuk korban, kedua pelaku langsung kabur. Sementara korban terkapar dan bersimbah darah. Warga sekitar langsung menolong korban ke puskesmas Lekok menggunakan becak motor.

"Karena tusukan itu membuat darah korban mengucur deras, akhirnya upaya warga pun tidak berhasil. Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju puskesmas," tegasnya. 

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…