Wawan Ciptakan Spesies Baru Anggrek Lewat Riset di Laboratorium Mini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dwi Setiawan dengan spesies baru anggrek miliknya. SP/ SBY
Dwi Setiawan dengan spesies baru anggrek miliknya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dwi Setiawan memanfaatkan laboratorium mini untuk pengembangan spesies baru Anggrek dengan cara kawin silang. Semua itu dilakukan secara otodidak. Greenhouse berukuran 4x2 meter persegi itu menjadi tempat budidaya anggrek. Lokasinya berada di samping rumah Wawan, sapaan akrab Dwi Setiawan. Sejumlah jenis atau spesies anggrek ada di situ.

Mulai spesies anggrek Jawa hingga spesies dari luar Jawa. Dari sekian yang ada itu paling banyak spesies dari Luar Jawa. "Ada dari Kalimantan, Sumatera hingga Papua," kata Wawan.

Anggrek-anggrek itu jumlahnya mungkin ada ratusan bahkan ribuan. Mulai dari ukuran yang sudah dewasa (berbunga) sampai ukuran bibit. Semua anggrek itu bukan hasil pembelian melainkan dari hasil budi daya sendiri.

Wawan menekuni budi daya anggrek sudah 20 tahun lebih. Sebelumnya, dia tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian. Apalagi hobi dengan tanaman habitat asli di hutan itu. Tidak ada.

Dia hanya seorang lulusan sarjana ekonomi. Dia mengaku terjun ke budi daya anggrek itu karena keadaan. "Dan keterpaksaan," sambungnya lantas tertawa.

Awal berbudidaya tidak selalu berjalan mulus. Ada saja yang gagal. Namun, Wawan tidak menyerah dan terus belajar. "Dari kesalahan saya belajar. Kemudian saya coba lagi hingga akhirnya bisa menguasai teknik potongan batang," terangnya, Kamis (25/3/2021).

Selain memanfaatkan lahan di sampan rumahnya, dia juga memanfaatkan lahan lain yang tidak jauh dari rumahnya untuk budi daya. Karena baru mengenal teknik kawin silang, Wawan pun perlu belajar. Karena saat itu belum ada internet, dia belajar dari buku-buku dan teman-teman. "Di buku itu hanya 50 persen yang bisa diterapkan. Selebihnya kita harus riset sendiri," katanya.

Di dalam laboratorium itu terdapat sejumlah botol kaca bekas saus yang berisi bibit-bibit anggrek hasil silangan. Ukurannya sangat kecil. Botol itu ditata rapi di rak susun. "Setiap botol itu berisi 20 sampai 30 (bibit) tanaman," katanya.

Sejumlah bibit yang disimpan di laboratorium itu rata-rata berusia satu bulan hingga tiga bulan. Satu botol itu bisa dibandrol Rp 70 ribu. Sedangkan tanaman  anggrek primeri hybrid yang berusia sekitar 5 bulan mencapai Rp 50 ribu. "Kalau yang sudah berbunga itu mencapai Rp 300 ribu," terang pengurus Paguyuban Anggrek Blitar ini.

Tanaman anggrek primeri hybrid hasil silangannya itu memiliki keistimewaan dan kebanggaan tersendiri. Selain dianggap spesies baru, bunga yang dihasilkan sangat eksotis. Otomatis, dari segi ekonomi harganya lumayan mahal.

Adapun beberapa anggrek hasil penyilangan itu di antaranya, Phalaenopsis gigantea X selfing; Phalaenopsis gigantea X phalaenopsis modesta. Selain itu, Phaenopsis gigantea X phalaenopsis mentawaiensis; dan Phalaenopsis gigantea X phalaenopsis cornocervi red.

Ada lagi, Phalaenopsis Mentawaensis x phalaenopsis lueddemanniana dan Phalaenopsis lueddemanniana x phalaenopsis javanica. "Tanaman anggrek hasil silangan saya ini belum saya kasih nama. Rencananya ada satu spesies yang mau saya kasih nama, tapi masih bingung, apa ya, yang khas Blitar gitu nanti, Bung Karno mungkin," tandasnya. Dsy6

 

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…