ASEAN Diminta Segera Bersikap Soal Konflik Myanmar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasukan Junta menyingkirkan barikade darurat yang didirikan oleh penduduk lokal di bangsal Narnattaw di Loikaw, ibu kota Negara Bagian #kayahan, pada 19 April. Beberapa penduduk muda ditangkap. SP/ CJ/ @IrrawaddyNews
Pasukan Junta menyingkirkan barikade darurat yang didirikan oleh penduduk lokal di bangsal Narnattaw di Loikaw, ibu kota Negara Bagian #kayahan, pada 19 April. Beberapa penduduk muda ditangkap. SP/ CJ/ @IrrawaddyNews

i

SURABAYAPAGI, New York - Negara-negara Asia Tenggara diminta agar tidak mengabaikan kekacauan di Myanmar dan menganggapnya sebagai masalah internal. Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak mendesak penggantinya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk terlibat langsung dengan militer Myanmar agar mencegah peningkatan kekerasan setelah kudeta.

"Mengingat berat dan mendesaknya situasi, saya yakin sekretaris jenderal sendiri harus menggunakan jasa baiknya untuk terlibat langsung dengan militer Myanmar, untuk mencegah eskalasi kekerasan," ujar Ban dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang beranggotakan 10 orang telah berusaha mencari jalan keluar dari kekerasan yang merobek sesama anggota Myanmar. Pemimpin junta militer Min Aung Hlaing dijadwalkan menghadiri KTT ASEAN di Indonesia pada 24 April.

"ASEAN harus menjelaskan kepada militer Myanmar bahwa situasi saat ini begitu parah sehingga tidak dapat dianggap hanya sebagai masalah internal," kata Ban.

Menurut Kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar menyampaikan warga yang tewas dalam demonstrasi menentang kudeta militer sudah mencapai 738 orang sejak 1 Februari lalu. Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) juga melaporkan hingga 19 April, total 4.285 orang telah ditahan.

Penggunaan kekuatan militer kepada warga sipil, dikatakan Ban merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan tidak sesuai dengan piagam ASEAN. "Penggunaan kekuatan mematikan oleh militer dan pelanggaran berat hak asasi manusia yang dilakukan terhadap warga sipil tidak sesuai dengan Piagam ASEAN. Tindakan ini jelas merupakan pelanggaran hukum internasional, dan merupakan ancaman bagi perdamaian, keamanan dan stabilitas kawasan," ujar Ban.

Ban juga mendesak Dewan Keamanan untuk melakukan tindakan kolektif, bukan sekadar melontarkan pernyataan. Namun beberapa diplomat mengatakan, Rusia dan Cina kemungkinan akan mencegah tindakan yang lebih kuat.

Sebelumnya pada Senin (19/4), Guterres mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa, untuk meredam konflik di Myanmar diperlukan tanggapan internasional yang kuat, yang didasarkan pada upaya regional terpadu. Selain itu, perlu desakan kepada para aktor regional untuk meningkatkan pengaruh mereka, guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Dengan demikian pada akhirnya akan menemukan jalan keluar yang damai dari konflik di Myanmar.

Utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, telah berkomunikasi dengan militer sejak mereka menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Namun hingga kini militer tidak mengizinkan Burgener untuk berkunjung ke Myanmar

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan, Guterres sangat terlibat aktif  dengan Myanmar dan ingin konflik di negara tersebut segera berakhir.  "Kita semua ingin melihat akhir dari kekerasan," ujar Dujarric.re/na

Berita Terbaru

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- – Kegiatan halal bihalal yang digelar PC SAPMA Kota Madiun tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun juga dimanfaatkan sebagai mo…

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…