Korban Keracunan Buka Bersama di Magetan Terus Bertambah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa korban keracunan saat mendapat perawatan di puskesmas setempat.
Beberapa korban keracunan saat mendapat perawatan di puskesmas setempat.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Magetan - Puluhan warga Desa Plaosan Magetan kecracunan usai menyantap nasi bungkus untuk hidangan buka bersama di masjid An-Nur desa setempat, Selasa (287/4). Awal pemberitaan korban keracunan berjumlah 27 orang, namun jumlahnya terus menerus bertambah. Hingga Kamis (29/4), total korban keracunan mencapai 60 orang.

“Untuk total korban keracunan sudah 60 orang baik dirawat di puskesmas maupun rawat jalan,” ujar Kepala Desa Plumpung Jaelani Wahyudiarto, Kamis (29/4).

Dari 60 korban keracunan massal, 48 orang yang menjalani perawatan dan 12 orang rawat jalan di rumah. 48 Pasien dirawat di tiga lokasi berbeda, yakni Puskesmas Plaosan, Poncol dan klinik Desa Plumpung.

Kasus keracunan makanan menu buka bersama ini masih diselidiki kepolisian. Sampel makanan berupa nasi bungkus lauk ayam bakar telah diamankan.

“Kita sudah kumpulkan sampel sisa makanan berupa ayam bakar dan juga nasi untuk bahan penyelidikan,” ujar Kapolsek Plaosan AKP Munir.

Selain mengamankan barang bukti berupa ayam, nasi serta lauk lainnya, polisi juga meminta keterangan para korban yang dirawat di Puskesmas Plaosan.

"Jadi kita sudah mintai keterangan sebagian korban yang dirawat di Puskesmas Plaosan. Mereka rata-rata usai menyantap ayam bakar dari acara buka bersama," kata Munir.

Untuk jumlah korban diperkirakan masih bisa tambah. Karena jumlah undangan yang mengikuti buka bersama saat itu mencapai ratusan.

Diketahui sebelumnya, sejumlah warga dilarikan ke puskesmas setempat usai menyantap hidangan buka bersama di Masjid An-Nur.

Warga yang mengalami keracunan tersebut diketahui saat salah satu warga mengalami muntah berak (muntaber) pada Rabu (28/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Rupanya, warga lain juga mengalami hal yang sama.

“Jadi acara buka bersama Selasa dan baru Rabu kemarin ada warga yang gejala keracunan muntah dan diare,” tandas Munir.

 

Berita Terbaru

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …

BPJS - Kemensos Adu Argumentasi Soal Pasien Kronis Diterlantarkan

BPJS - Kemensos Adu Argumentasi Soal Pasien Kronis Diterlantarkan

Jumat, 06 Feb 2026 18:27 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:27 WIB

YLKI Sesalkan Penonaktifan Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan Tanpa Pemberitahuan, khususnya di Pasien Penyakit…

Pejabat Bea Cukai dan Pajak "Dihajar KPK"

Pejabat Bea Cukai dan Pajak "Dihajar KPK"

Jumat, 06 Feb 2026 18:24 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dua hari lalu, KPK OTT di Bea-Cukai Jakarta dan kantor Pajak Banjarmasin. Saat itu KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di…