Pelempar Soto ke Pengasuh Ponpes di Probolinggo Alami Gangguan Jiwa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan saat konferensi pers di mapolres Probolinggo.
Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan saat konferensi pers di mapolres Probolinggo.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Percobaan penyerangan atau pengancaman terhadap Ahsan Qomaruzzaman (32) atau yang biasa disapa Gus Aka, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo berakhir.

Proses hukum ini tidak bisa dilanjutkan terhadap proses hukum selanjutnya karena pelaku diketahui mengalami gangguan kejiwaan.

Pelaku diketahui bernama Hasanuddin (28), Warga Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Dalam konferensi pers Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku atas nama Hasanuddin, didapat kesimpulan jika pelaku mengalami gangguan kejiwaan dan saat ini telah dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang.

"Kami sudah konsultasikan dari keterangan dokter di sana bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau tidak sehat secara kejiwaan. Selain itu, dibuktikan dengan keterangan orang tua dan warga sekitar tempat tinggalnya," tegasnya, Jum’at (21/5).

Kapolres menerangkan, bukti pendukung lain, yakni pelaku telah berobat sebelumnya yang didukung dengan keterangan dari dokter yang menangani. "Sehingga terhadap perkara ini, berdasarkan ketentuan yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan, proses hukum ini tidak bisa dilanjutkan terhadap proses hukum selanjutnya," terangnya.

Di samping itu, Kapolres Probolinggo juga menyinggung soal beredarnya video penyerangan tersebut yang cukup viral di media sosial, sehingga muncul persepsi atau dugaan terhadap masyarakat atas kejadian tersebut. Menurutnya, kasus ini tidak ada kaitannya dengan kelompok-kelompok tertentu. 

"Kejadian ini tidak ada perencanaan penyerangan terhadap tokoh agama atau ulama. Ini justru murni karena yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan," tuturnya.

"Harapannya, dengan rilis ini bisa mementahkan narasi-narasi yang sempat beredar di wilayah Kabupaten Probolinggo," pungkasnya.

Sementara itu, orang tua pelaku yang hadir dalam konferensi pers tersebut membenarkan penyataan Kapolres Probolinggo jika pelaku penyerangan atas nama M. Hasanuddin mengalami gangguan kejiwaan. Menurutnya, anaknya memang mengalami kelainan kejiwaan sejak berada di bangku SMP kelas 1. Bahkan, sudah beberapa kali dilakukan pengobatan agar pelaku bisa sembuh.

"Saya meminta maaf beribu-ribu maaf atas kekhilafan kami, keteledoran kami, terutama kepada Pimpinan Ponpes Zainul Hasan Genggong. Kami mohon maaf, beribu-ribu maaf. Kami akan merehabilitasi atau mengobati anak kami yang sudah dirujuk ke Lawang sambil menunggu hasil pemeriksaan," ujar orang tua pelaku saat hadir di konferensi pers.

Sementara itu, korban meminta warganet hentikan penyebaran video terkait kasus itu.

“Masalah itu sudah selesai, kami sudah memaafkan pelaku, dan alhamdulilah polisi dan keluarga akan mengirimnya ke rumah sakit jiwa. Semoga diberikan kesembuhan,” kata KH. Ahsan Qomaruzzaman saat ditemui di Polres Probolinggo pada Jumat (21/5).

Ia juga meminta kepada semua warga, utamanya warganet untuk tidak lagi membagikan ulang video penyerangan pada dirinya. “Perlu kami terangkan, yang dilemparkan itu bukan piring melainkan nasi. Karena di media sosial bermacam-macam narasinya. Mohon kiranya untuk tidak menyebarkan lagi,” ujar pria yang karib dipanggil Nun Aka itu.

Berita Terbaru

Gugatan NO, Kuasa Hukum Edy Susanto: Kami Akan Tempuh Banding

Gugatan NO, Kuasa Hukum Edy Susanto: Kami Akan Tempuh Banding

Minggu, 27 Sep 2026 21:48 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 21:48 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kuasa hukum Edy Susanto Santoso mengatakan akan menempuh upaya hukum banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Madiun dalam per…

Kumpulkan 200 Pesantren, Perkom Sunan Drajat Ajak Pesantren Mandiri Secara Ekonomi

Kumpulkan 200 Pesantren, Perkom Sunan Drajat Ajak Pesantren Mandiri Secara Ekonomi

Minggu, 27 Sep 2026 19:30 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pesantren tak cukup hanya kuat dalam dakwah dan pendidikan. Kemandirian ekonomi juga dinilai menjadi fondasi penting agar p…

Pesta Gol di Surajaya, Bungkam PSBS Biak 6-0, Yudo Sumbangkan 2 Gol

Pesta Gol di Surajaya, Bungkam PSBS Biak 6-0, Yudo Sumbangkan 2 Gol

Minggu, 27 Sep 2026 19:25 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil menggila dan sukses mengamankan kemenangan telak 6-0 atas PSBS Biak, dalam pertandingan lanjutan P…

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surahaya — Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, sekaligus mengincar pencatatan Rekor MURI, Kodim 0830 Surabaya yang bekerjasama dengan F…

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

SURABAYAPAGI, com. Surabaya - Persoalan seragam batik sekolah dikeluhan wali murid menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya  Ajeng …

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

 SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar aksi donor darah serentak di 38 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Ta…