Usai Covid-19, India Dihantam Penyakit Jamur Mematikan dan Langka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para pasien Covid-19 di India yang juga terinfeksi jamur hitam atau Mucormycosis, dirawat di rumah sakit NSCB. SP/ IND
Para pasien Covid-19 di India yang juga terinfeksi jamur hitam atau Mucormycosis, dirawat di rumah sakit NSCB. SP/ IND

i

SURABAYAPAGI.com, India - Setelah dihantam badai Covid-19, kini India dihantam serangan penyakit jamur mematikan dan langka. Selain itu, infeksi jamur hitam yang mematikan di kalangan penderita penyakit akibat virus corona atau Covid-19 di India meningkat.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan seluruh negara bagian mulai menerapkan pemantauan ketat terhadap lonjakan penularan jamur hitam alias Mucormycosis tersebut.

Adanya kasus mucormycosis yang meningkat, Kementerian Kesehatan India mengatakan akan mencari lebih banyak perusahaan yang memproduksi dan mengimpor obat anti-jamur amfoterisin B yang digunakan untuk mengobatinya. Langkah itu akan menyebabkan peningkatan pasokan hampir 250 persen menjadi sekitar 570.000 botol pada Juni, menurut perhitungan Kementerian Kesehatan India, Minggu (23/5/2021).

Ibu kota India, New Delhi, akhirnya mendirikan bangsal rumah sakit khusus untuk memerangi mukormikosis, atau "jamur hitam". Sejauh ini, ada lebih dari 200 pasien terinfeksi jamur hitam di rumah sakit New Delhi dengan belasan penderita lain masih menunggu untuk dirawat.

Selain itu, negara bagian Maharashtra telah mendeteksi lebih dari 2.000 kasus jamur hitam. Sementara itu, Gujarat mencatat ada 1.200 penderita jamur hitam sampai saat ini.

Infeksi jamur hitam tidak asing di India yang biasa menangani setidaknya 20 kasus penularan setiap tahun. Namun, penyakit tersebut menjadi ancaman baru bagi negara yang tengah menghadapi gelombang dua Covid-19 dan lebih mematikan itu.

Ketika jamur hitam itu terhirup, mereka dapat menyerang paru-paru dan sinus sebelum menyebar ke wajah dan otak. Mucormycosis menyebabkan penglihatan kabur atau ganda, nyeri dada dan kesulitan bernapas.

Anil Wankhede (54) mengalami sakit kepala dan mata kanan bengkak setelah dia keluar dari rumah sakit setelah dirawat karena Covid-19. Sepuluh hari setelah ia mengalami gejala jamur hitam, Anil diberitahu oleh Dr Akshay Nair bahwa mata kanannya harus dicabut dan jaringan sinusnya diambil.

"Jika kita tidak menghilangkan seluruh isinya, bersama dengan semua jaringan, saraf dan kelopak mata, infeksi dapat menyerang otak," ujar Dr Nair.

Menurut beberapa ahli kedokteran, infeksi jamur hitam disebabkan oleh penggunaan steroid yang cukup tinggi dalam pengobatan pasien Covid-19. Jamur hitam disebabkan oleh organisme yang disebut mucorymycetes. Organisme itu dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dan luka di kulit.

Secara alami, organisme ini hidup di tanah dan bahan organik yang membusuk. Namun, ketika masuk ke tubuh manusia, jamur ini bisa menginfeksi kantong udara di belakang dahi, hidung, tulang pipi, dan di antara mata serta gigi.

Dalam beberapa kasus, penderita jamur hitam terpaksa diambil mata dan rahang atas demi menyelamatkan nyawa. "Penggunaan steroid secara sembarangan untuk mengobati pasien Covid-19 harus dihindari," kata Kepala urusan Kesehatan Maharashtra, Rajesh Tope. Dsy1

Berita Terbaru

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil impresif dengan menaklukkan Persijap Jepara 2-0 dalam pertandingan J League 2026 yang berlangsung di S…

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Semangat dan optimisme mewarnai pemberangkatan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Lamongan ke-XV Tahun…

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) senilai Rp21,43 miliar yang dilayangkan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan d…

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…