SURABAYAPAGI.COM, Malang - Jalan Lowokdoro Gang IV, Kecamatan Sukun, Kota Malang disemprot disinfektan. Hal itu dilakukan pasca 10 orang warga sekitar dikabarkan positif covid-19.
Selain menyemprot disinfektan, warga diminta datang ke puskesmas untuk melakukan tes swab.
Meski adanya 10 warga yang terkonfirmasi positif covid-19, namun pemerintah desa setempat menampik jika itu merupakan klaster lebaran atau mudik.
"Ini bukan klaster lebaran, memang sudah sakit sebelum lebaran, jadi bukan klaster lebaran, tapi klaster keluarga. Ada satu warga yang meninggal di RT 06, punya istri yang akhirnya positif dan punya saudara juga positif," terang Camat Sukun I Ketut Widi Wirawan, Senin (25/4).
Widi mengaku dari tujuh orang yang dinyatakan positif COVID-19, sebagian sudah menjalani isolasi mandiri di rumah. Awalnya, ketiga pasien sempat dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen, Kota Malang. Sedangkan, empat pasien lain tengah menjalani isolasi di safe house milik Pemkot Malang.
"Jadi meninggal satu, kemudian tiga orang dalam satu rumah tertular. Sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun kemudian pulang dan kini isoman. Sedangkan, empat orang lainnya berada di Safe House, salah satunya anak-anak," beber Widi.
Upaya tracing dan testing kini sedang dilakukan dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Malang serta Satgas COVID-19. Dengan meminta warga untuk menjalani tes swab massal di puskesmas.
"Sebagai upaya testing dan tracing, warga mengikuti swab di puskesmas. Untuk warga yang meninggal memiliki komorbid, usianya 83 tahun," tandasnya.
Virus diduga berawal dari warga yang mudik saat lebaran lalu, satu orang meninggal dunia dan membuat satu keluarga positif COVID-19.
"Almarhum Ngartono karena dia dari luar kota, pulang, lebaran pulang ke sini langsung positif satu keluarga," kata koordinator penyemprotan disinfektan BPBD Kota Malang Cornellia Selfyana.
Di lingkungan rukun tetangga itu, ada 10 warga dari 7 rumah yang terpapar COVID-19. Sebaran virus kemudian meluas di enam rumah lainnya yang masih dalam satu RT.
Untuk mencegah adanya sebaran virus, warga memasang tulisan yang ditempelkan di pagar rumah. Kalimatnya adalah 'Tidak Menerima Tamu'.
Editor : Moch Ilham