Pandemi Dulu, Pilpres Kemudian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pejalan kaki ditengah pandemi menggunakan masker di depan mural saat pemilihan kepala daerah serentak 2020 lalu. (Foto: SP/antara)
Pejalan kaki ditengah pandemi menggunakan masker di depan mural saat pemilihan kepala daerah serentak 2020 lalu. (Foto: SP/antara)

i

Pemilihan Presiden masih tiga tahun lagi, persiapan kekuatan koalisi pun sudah dimulai. Survei calon potensial sudah menghiasi berita akhir-akhir ini. Peralihan kekuasaan pemerintahan memang sangat penting demi keberlangsungan masa depan bangsa.  Namun di tengah situasi pandemi yang belum tuntas bahkan meningkat setelah arus mudik seharusnya menjadi fokus utama para tokoh politik dan jajaran pemerintahan. 

Tepat di tanggal 21 Juni 2021, COVID di Indonesia sudah menembus 2 juta kasus dan terus menciptakan rekor kasus baru setiap harinya. Belum lagi, Indonesia masih juga berjuang untuk bisa lepas dari jurang resesi. Hal ini ditandai dengan Produk Domestik Bruto ( PDB ) Q1 tahun 2021 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik sebesar -0,96%. Ini berarti selama 4 kuartal beruntun, Indonesia mengalami minus pertumbuhan ekonomi.

Di tengah tantangan yang semakin berat tersebut, pemerintah di bawah kendali Presiden Joko Widodo harus mencari strategi demi menyelamatkan tiga hal penting yakni Ekonomi, Kesehatan dan Politik di saat yang bersamaan. Saat krisis harus mampu memilih prioritas di antara tiga hal penting tersebut meski bukan berarti menyepelekan hal lainnya. Dalam hal ini jika menjadi prioritas di antara variable tersebut adalah kesehatan karena pandemi menjadi faktor yang mempengaruhi kedua variable lainnya.

Lockdown memang menjadi solusi ampuh untuk mengerem penyebaran virus, namun dampak tekanan terhadap ekonominya sangat luar biasa memberatkan anggaran. Menurut Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ), Anggaran penanganan covid19 sebesar Rp. 1.035,2 triliun. Sehingga kebijakan PPKM Mikro maupun PSBB ketat adalah jalan tengahnya. Memang akan sedikit memberatkan kembali sektor ekonomi namun hal ini untuk keberlangsungan jangka panjang.

PPKM Mikro terbukti menekan penyebaran virus dalam beberapa bulan terakhir. Kerja keras itu menjadi sia-sia saat ledakan penyebaran kembali naik drastis karena liburan Hari Raya Idul Fitri yang lalu. Ketidakpatuhan terhadap kebijakan menjadi penyebabnya. Mudik sudah jauh hari dilarang, penyekatan tiap kota diperketat namun tetap saja karena ego sekelompok masyarakat, seluruh bangsa harus ikut menanggungnya.

Ego ini juga tidak diharapkan datang dari para tokoh politik bangsa. Sebagaimana kita tahu bahwa bursa calon presiden sudah bermunculan. Berbagai safari politik yang dibalut dengan diksi silaturahmi menghiasi media. Hasil survei pun juga menujukkan angka-angka siapa saja yang berpotensi menjadi pemimpin bangsa di 2024 mendatang.

Namun yang diharapkan dari masyarakat adalah tetap menjaga etika dimana rakyat sedang berjuang mempertahankan hidup di ekonomi yang sangat sulit. Para wakil rakyat maupun politisi harus fokus kepada kepentingan rakyat dan bangsa bukan hanya semata-mata menjaga kekuasaannya. 

Di era pandemi seperti saat ini sebetulnya menjadi kualifikasi yang cocok bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya di masa mendatang. Siapa yang berhasil menangani kasus covid di daerahnya maupun di pemerintah pusat itulah sosok yang layak menjadi calon pemimpin bangsa. Terbukti bahwa kepentingan rakyat adalah prioritas. Kualitas kepemimpinan juga dapat dilihat bagaimana strategi yang digunakan serta kebijakan-kebijakannya mendukung penghentian penyebaran virus, membangkitkan ekonomi terutama UMKM, distribusi vaksin dan lain sebagainya.

Akan sangat menjadi terhormat dan bijaksana jika seluruh petinggi maupun tokoh bangsa bersama-sama menjadikan penanganan virus adalah prioritas dalam satu hingga dua tahun ke depan hingga benar-benar usai. Setidaknya jika fokus tersebut berjalan baik, maka dua variabel sudah dalam kendali yakni Kesehatan dan Ekonomi. Politik sebagai variabel terakhir baru benar-benar dioptimalkan setelahnya. Efek samping jika dua variable tersebut diselesaikan, maka popularitas maupun elektabilitas para kandidat tersebut sudah otomatis akan terdongkrak naik.

Semua pihak harus saling bahu membahu menyelesaikan pandemi ini, agar Indonesia tidak semakin tertinggal dari negara-negara lain yang sudah mulai membangun perekonomian maupun kehidupannya setelah berbulan-bulan hancur lebur. Saatnya bersatu, kesampingkan ego pribadi maupun kelompok. Yang ada hanya kepentingan bangsa dan negara. 

Berita Terbaru

Maidi Bantah Perintah Fee Proyek, Thariq Bertahan Pada  Kesaksiannya 

Maidi Bantah Perintah Fee Proyek, Thariq Bertahan Pada  Kesaksiannya 

Minggu, 06 Sep 2026 07:07 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 07:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua keterangan yang saling berlawanan mewarnai sidang perkara dugaan korupsi dana CSR dan fee proyek Kota Madiun. Walikota Madiun N…

Thariq Ungkap Perintah Maidi Berikan Proyek PL kepada Rochim

Thariq Ungkap Perintah Maidi Berikan Proyek PL kepada Rochim

Sabtu, 05 Sep 2026 17:16 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, Thariq Megah, mengungkap adanya perintah dari Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, untuk memberikan p…

Komisi A DPRD Jatim Minta PMT Balita Rp4,5 Miliar Tak Sekadar Bagi-bagi Makanan

Komisi A DPRD Jatim Minta PMT Balita Rp4,5 Miliar Tak Sekadar Bagi-bagi Makanan

Sabtu, 05 Sep 2026 15:20 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Komisi A DPRD Jawa Timur meminta program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi bagi balita dengan anggaran Rp4,5 miliar tidak c…

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya diajak membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas bermain, bergerak, dan …

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang lebih fleksibel agar dapat…

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Madiun Kota mendatangi kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Jumat (…