Vaksinasi Tahap 4 Surabaya Utamakan RT-RT Zona Merah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Pemkot Surabaya akan mengutamakan vaksinasi massal ke daerah-daerah yang berzona merah. SP/RE/THOUDY BADA
 Pemkot Surabaya akan mengutamakan vaksinasi massal ke daerah-daerah yang berzona merah. SP/RE/THOUDY BADA

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19 yang mengalami peningkatan kasus, vaksinasi massal untuk masyarakat umum, yakni warga yang berusia 18 tahun ke atas di Surabaya mengutamakan daerah RT yang berzona merah. Diketahui, 31 RT di Kota Surabaya telah masuk dalam zona merah. Sedangkan 248 RT lainnya masuk zona kuning.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febri Adhitya Prajatara mengatakan, saat ini jumlah warga di Surabaya yang telah menerima vaksin sudah lebih dari 1,3 juta orang. Tahapan vaksinasi sudah juga terlewati mulai dari tahap 1 sampai tahap 4.

 Febi mengatakan untuk menghadapi situasi kasus Covid-19 yang melonjak, Pemkot Surabaya akan mengutamakan vaksinasi massal ke daerah-daerah yang berzona merah. 

“Vaksinasi tahap 4 untuk masyarakan umum usia 18 tahun hingga pra lansia, dikhususkan di zona-zona merah. Kali ini untuk mengantisipasi penyebaran, kami utamakan dulu kawasan zona merah, yang zona kuning menunggu dulu,” kata Febri, Jumat (25/6/2021). 

Menurut Febri, Pemkot Surabaya sengaja menargetkan wilayah vaksinasi massal per RT di setiap kecamatan. Mengenai berapa jumlah RT yang berzona merah dan di RT mana saja, Febri mengatakan data tersebut sudah tertera di laman website lawancovid-19.surabaya.go.id. 

“Vaksinasi massal menyasar ke RT-RT, kita tembak di sekitaran RT tersebut. Kalau kita lihat di lawancovid-19 sudah tertera di sana berapa RT yang berzona merah, zona kuning dan jumlah jiwa. Juga berapa yang belum divaksin dan sudah divaksin,” paparnya.

Selain vaksinasi massal, Satgas Covid-19 Surabaya juga menggencarkan tes massal di ruang-ruang publik yang berpotensi kerumunan dengan mengerahkan tim swab hunter. Dengan upaya tracing, testing, dan treatment diharapkan penanganan Covid-19 di Surabaya lebih optimal.

 “Kita setiap malam ada swab hunter karena PPKM Mikro berjalan jadi tempat-tempat akan kami swab hunter, melakukan patroli di pasar, mal, dan lainnya,” tambah Febri. non/na

Berita Terbaru

Reportase Eksklusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (1)

Reportase Eksklusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (1)

Senin, 04 Mei 2026 22:40 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:40 WIB

SURABAYAPAGI : Berdasarkan data per Mei 2026, program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan selama satu tahun lebih yaitu sejak Januari 2025.…

Reportase Ekslusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (2)

Reportase Ekslusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (2)

Senin, 04 Mei 2026 22:30 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI : Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Gerbang Kertasusila masih menyimpan persoalan keamanan pangan. Tim Surabaya Pagi mencatat 33.626 kasus…

Pasangan Selingkuh di Gunungkidul, Disidang Rakyat

Pasangan Selingkuh di Gunungkidul, Disidang Rakyat

Senin, 04 Mei 2026 22:27 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:27 WIB

SURABAYAPAGI : Warga memergoki pasangan selingkuh di Gunungkidul. Setelah menjalani sidang rakyat, keduanya disanksi membeli material bangunan untuk…

Richard Lee, Cuek Sertifikat Mualafnya Dicabut

Richard Lee, Cuek Sertifikat Mualafnya Dicabut

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

SURABAYAPAGI : Richard Lee, yang masih mendekam di tahanan mendapatkan kabar sertifikat mualafnya dicabut oleh pengurus Mualaf Centre Indonesia sekaligus…

Dosen Tiduri Mahasiswi, Digerebek Istri, Dihujat Legislator

Dosen Tiduri Mahasiswi, Digerebek Istri, Dihujat Legislator

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

SURABAYAPAGI : Nasib mahasiswi yang digerebek saat bersama Dedek Kusnadi, dosen di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, hingga Senin (4/5)…

Keluarga Direktur Gas PT Pertamina, Menangis di Sidang

Keluarga Direktur Gas PT Pertamina, Menangis di Sidang

Senin, 04 Mei 2026 22:15 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Keluarga dan pendukung mantan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto divonis 4,5 tahun penjara, menangis saat mendengar vonis tersebut.     …