12 Warga Malang Lapor Tertipu Arisan Online

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa korban yang tertipu arisan online usai melapor ke Polresta Malang Kota.
Beberapa korban yang tertipu arisan online usai melapor ke Polresta Malang Kota.

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Aksi penipuan berkedok arisan dan investasi online terjadi di Malang. 12 warga Malang yang mayoritas emak-emak beramai-ramai mendatangi Polresta Malang Kota melaporkan arisan dan investasi online yang diduga bodong yang dikelola Nurul Anisa/NA, Rabu (30/6) siang.

Dari informasi yang didapat, para korban mengalami kerugian yang beragam, mulai jutaan hingga belasan juta. Sedangkan total kerugian mencapai 1,5 M.

Angga Putri (20), warga Kota Malang adalah salah satunya. Dia mengaku sudah menyetorkan dana total Rp 29 juta lebih. Investasi yang diikuti seharusnya cair 24 Juni 2021. Akan tetapi, Nurul Anisa pengelola arisan dan investasi justru menghilang.

"Anisa (pelaku) terakhir mengatakan lagi cari pinjaman dan berjanji memberikan cash. Tapi sekarang justru menghilang, saya seharusnya cair 24 Juni lalu," kata Angga ditemui wartawan di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Rabu (30/6/2021).

Sementara AJ (21) salah satu korban mengaku tertipu Rp 2,5 juta saat mengikuti arisan dan investasi online itu pada bulan Juni 2021.

“Saya investasi RP 2,5 juta, dijanjikan balik menjadi Rp 3 juta dalam lima hari. Tapi mulai tanggal 25 Juni, pengelola arisan sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ujarnya.

Dirinya mengaku, berinvestasi di arisan dan investasi online itu mulai bulap april 2021 atas ajakan temannya. Namun, selama itu tidak ada masalah dan selalu mendapat keuntungan.

“Di awal memang pengelola arisan ini meyakinkan sekali. Tapi minggu kemarin, uang saya tidak kembali. Akhirnya, banyak juga yang merasakan hal yang sama,” jelasnya.

Berbeda dengan Angga Putri dan AJ, VD (25) yang juga korban arisan dan investasi online mengaku alami kerugian Rp 7 juta.

“Kalau dihitung dengan jumlah peserta arisan yang ikut di grup Whatsapp, ada sekitar 100 orang. Kalau ditotal ya nyampe ada Rp1,5 miliar,” ujarnya.

Semenjak NA hilang kontak dan tidak bisa dihubungi. Ratusan nasabah yang tergabung dalam arisan itu kemudian mencari NA dengan mendatangi kediamannya di Jalan Mawar.

Ternyata rumah itu merupakan kontrakan yang ditinggali mantan pacarnya. “Ternyata dia (pacarnya) justru mengaku sebagai korban. Nggak cuman uangnya yang dibawa lari, tapi juga KTPnya dipakai untuk klaim utang ke sejumlah aplikasi pinjol,” tuturnya.

Mantan pacarnya itu lantas mengantarkan nasabah ke rumah orang tua NA. Namun saat ditemui kedua orang tua tidak tau menahu dan tidak ikut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan anaknya.

Setelah 1X24 jam tidak ada itikat baik dari, VD dan dua orang lainnya datang ke Mapolresta Malang Kota untuk melaporkan NA. Sebenarnya mereka tidak menyangka akan terjadi hal semacam ini, karena jika dilihat dari track record NA ini sebenarnya juga dinilai profesional.

“Selain buka arisan itu, dia juga ada usaha jualan baju dan make up. Makanya saya percaya. Tapi ternyata semua pada kena. Ini ada peserta dari luar kota juga ikutan lapor ke polisi. Kami yang ada di Malang ini sementara ada tiga orang ini,” terangnya.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bahan keterangan dari orang-orang yang mengaku sebagai korban dugaan penipuan.

"Kita akan komulir dulu, karena ada kesamaan dalam setiap laporan. Ini baru masuk pengaduan," kata Tinton.

Berita Terbaru

Minim Peminat, Pemkab Tulungagung Kurangi Target Rombel Sekolah Rakyat

Minim Peminat, Pemkab Tulungagung Kurangi Target Rombel Sekolah Rakyat

Senin, 27 Jul 2026 11:38 WIB

Senin, 27 Jul 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pasca kesulitan memenuhi kebutuhan calon peserta (peminat) didik baru untuk sistem pendidikan berasrama, Pemerintah Kabupaten…

Bupati Sumenep: Diskoperindag Lakukan Inventarisasi Keberadaan Koperasi di Sumenep

Bupati Sumenep: Diskoperindag Lakukan Inventarisasi Keberadaan Koperasi di Sumenep

Senin, 27 Jul 2026 11:35 WIB

Senin, 27 Jul 2026 11:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) kabupaten…

Cegah Paparan Konten Negatif, Pemkot Minta Guru Awasi Penggunaan Gawai Pelajar

Cegah Paparan Konten Negatif, Pemkot Minta Guru Awasi Penggunaan Gawai Pelajar

Senin, 27 Jul 2026 11:05 WIB

Senin, 27 Jul 2026 11:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna mencegah paparan konten negatif, seperti tayangan kekerasan dan perundungan serupa kepada teman-temannya di lingkungan sekolah,…

Lewat ‘Baperun’, Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Lewat ‘Baperun’, Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Senin, 27 Jul 2026 11:00 WIB

Senin, 27 Jul 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui kompetisi lari "Bapenda Run" (Baperun), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, terus berupaya meningkatkan kualitas…

Stabilkan Harga Daging Sapi, Pemkot Malang Gencarkan Pemantauan di Pasar

Stabilkan Harga Daging Sapi, Pemkot Malang Gencarkan Pemantauan di Pasar

Senin, 27 Jul 2026 10:42 WIB

Senin, 27 Jul 2026 10:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya stabilisasi harga daging sapi yang kini mengalami peningkatan dari semula Rp125 ribu per kilogram menjadi Rp148 ribu…

Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas

Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas

Senin, 27 Jul 2026 10:32 WIB

Senin, 27 Jul 2026 10:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 menjadi salah satu puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147. Masyarakat memadati sepanjang…