Sukses Berbisnis Keset Rumahan dari Limbah Kain Perca

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hasanuddin sedang menganyam perca kain kaus untuk dibentuk menjadi sebuah keset rumahan. SP/ TLG
Hasanuddin sedang menganyam perca kain kaus untuk dibentuk menjadi sebuah keset rumahan. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Bagi sebagian besar orang, kain-kain perca ini merupakan limbah yang tidak terpakai dan merusak lingkungan. Namun tidak demikian bagi Hasanuddin. Hasanuddin, seorang perajin keset berbahan perca kain kini berhasil menggandeng 100 perajin keset untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Menurut dia, kain-kain perca ini merupakan pundi-pundi rupiah yang bernilai besar. Karena kain-kain perca ini diubahnya menjadi aneka kebutuhan rumah tangga, seperti keset hingga lampin untuk keperluan dapur.

Pria 40 tahun ini mengaku mulai merintis usahanya ini sejak 2009 silam. Saat itu dia awali dengan melakukan bisnis jual beli kain perca. Dia tahu bahwa limbah kain merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang belum terselesaikan. Itu karena limbah kain tidak dapat terurai.  Diperlukan proses yang dapat membuat kain-kain tersebut menjadi barang yang dapat digunakan kembali.

Tak hanya belajar sendiri, dia mengajak para tetangga yang berada di sekitar rumahnya untuk ikut serta dalam pelatihan. Tetangga yang mayoritas merupakan ibu-ibu rumah tangga ini pun tertarik dan antusias untuk mengikuti pelatihan.

Hasan ingin apa yang dilakukannya ini tidak semata-mata hanya untuk bisnis. Tapi juga untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. Terlebih bagi kaum ibu rumah tangga yang notabene banyak menghabiskan waktu di rumah. Yakni dengan membuat kerajinan ini tetap dapat produktif menghasilkan rupiah.

Hingga kini dia telah memiliki sekitar 100 perajin, yakni tetangga yang menjadi rekan kerjanya. Dalam sehari, setiap perajin ini mampu menghasilkan sekitar 15-20 buah keset. Baik untuk keset model anyaman maupun jahit.

Disinggung mengenai dampak pandemi, pria kelahiran 12 Maret 1981 ini mengatakan, pada dasarnya tidak ada dampak yang cukup signifikan. Dia tak menampik jika pengiriman bahan baku sedikit mengalami hambatan. Ini karena beberapa daerah menerapkan pembatasan sosial untuk menekan laju Covid-19.

Sementara untuk spesifikasi bahan, Hasan kerap menerima kain berbahan kaus dan katun. Ini bahan paling ideal untuk dibuat kerajinan. Untuk kain kaus biasanya dibuat keset dengan teknik anyam. Sementara untuk kain berbahan katun menggunakan teknik jahit. Dalam sebulan, dia mampu mendatangkan bahan baku 3-4 kali rate (perjalanan). Untuk satu kali pengiriman sekitar 4,5-5 ton limbah perca.

Untuk penjualan, dia mengatakan, sampai kini masih berputar di area Jawa Timur (Jatim). Seperti lokal Tulungagung, Ponorogo, Kediri, Jombang, Surabaya, Gresik, Blitar, dan Malang. Dsy9

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…