Reni Dorong Puskesmas di Surabaya Segera Pantau Warga

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 08 Jul 2021 20:24 WIB

Reni Dorong Puskesmas di Surabaya Segera Pantau Warga

i

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti. SP/Alqomar

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hadirnya RS Lapangan Tembak sebagai rumah sakit bagi pasien Covid-19. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Reni Astuti mendorong 63 puskesmas di Surabaya untuk segera memantau warga. Termasuk warga yang terpapar virus Covid-19 agar bisa tertangani.

“Dipantau dan diarahkan apakah isoman di rumah atau ke Asrama Haji atau RSL Tembak. Prinsipnya harus segera tertangani,”terangnya.

Baca Juga: Laila Mufidah Optimistis Wisata Kota Lama Surabaya akan Lebih Hidup 

Selain itu, Reni meminta masyarakat juga aktif untuk melapor ke Puskesmas sehingga cepat mendapatkan penangan, baik yang isoman di rumah maupun yang butuh perawatan medis di RSL Tembak. "Pasien tidak bisa langsung datang ke RSL Tembak. Namun, mereka harus melalui mekanisme rujukan dari puskesmas,"jelasnya.

Dirinya juga mendorong pemenuhan obat-obatan dan vitamin yang harus terpenuhi oleh Pemkot Surabaya. " Agar kondisinya membaik,"harapannya. RSL Tembak ini juga digunakan bagi pasien yang dalam tahap pemulihan (recovery) sehingga tidak terjadi overload di rumah sakit.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah: Pesona Wisata Kota Lama Harus Sejahterakan Warga

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto mengatakan 

RS Lapangan Tembak sudah banyak diketahui warga dari pemberitaan, tentunya yg harus diantisipasi adalah serbuan lonjakan warga yg dinyatakan positif Covid19 dan belum mendapat penanganan RS maupun tempat isolasi. Daya tampung awal 150 dari kapasitas 500, tapi bisa saja warga yang datang lebih dari itu.

Baca Juga: Ketua DPRD Surabaya: Kita Warisi Api Perjuangan, Jangan Abunya

“Saya berharap RS Lapangan Tembak meskipun nantinya penuh, tidak menolak warga yang datang, andaikata warga dinyatakan harus isoman di rumah, bisa dilakukan pemeriksaan awal dan warga diberi obat vitamin, katanya.

Fisik maupun psikologis Nakes yg bekerja di RSLP juga harus menjadi perhatian, kondisi RSLP tentunya berbeda dengan RS pada umumnya karena memang RS ini dibentuk secara darurat. “Stamina kesehatan maupun mental Nakes, harus benar2 menjadi perhatian agar tetap prima. Bagaimanapun dalam kondisi pandemi ini, Nakes adalah garda terdepan dalam melawan Covid19,” terangnya. Alq

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU