Ratusan Kuda Mulai Diangkut ke Jepang Jelang Olimpiade

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi pengangkutan ratusan kuda untuk Olimpiade Tokyo sudah tiba di Tokyo, Jepang. SP/ Reuters
Kondisi pengangkutan ratusan kuda untuk Olimpiade Tokyo sudah tiba di Tokyo, Jepang. SP/ Reuters

i

SURABAYAPAGI.com, Tokyo - Menjelang kompetisi cabang berkuda di Olimpiade Tokyo 2020 membuat ratusan kuda, yang masing-masing memiliki bobot 510-630 kilogram, dibawa dengan pesawat. Mereka berada dikandang khusus dengan bersuhu 16 derajat celcius dan ditemani oleh pengawas kuda dan dokter hewan.

Kompetisi cabang berkuda di Olimpiade Tokyo tersebut akan berlangsung 24 Juli hingga 7 Agustus 2021. Cabang ini akan memperebutkan enam medali. 

Sebanyak ratusan kuda tersebut akan bersaing bersama para pebalapnya dalam tiga nomor berkuda, yaitu tunggang serasi, lompat rintangan, dan trilomba. Cabang ini menjadi satu-satunya olahraga Olimpiade di mana laki-laki dan perempuan bersaing secara individu dengan syarat yang sama.

Membutuhkan keahlian khusus, penerbangan seperti itu dilakukan oleh agen transportasi yang memiliki spesialisasi transportasi kuda, Peden Bloodstock, yang telah mengorganisir transportasi kuda Olimpiade dan Paralimpiade sejak 1960.

Namun, ini adalah pertama kalinya bandara Haneda Tokyo menangani pengiriman bermuatan kuda, yang masing-masingnya bernilai tinggi.

"Ini bukan sekadar kuda, mereka adalah kuda Olimpiade", kata administrator Bandara Internasional Tokyo, Takahashi Koji, Jumat (16/7/2021).

"Ini adalah malam yang sangat besar bagi bandara, dan khususnya untuk tim kargo, dan kami melihatnya sebagai salah satu tonggak utama penghitungan mundur terakhir Olimpiade Tokyo 2020."

Penerbangan Olimpiade pertama tahun ini dari Eropa membawa 36 kuda dari Belgia melalui Dubai ke Tokyo dalam perjalanan 18 jam. Pesawat sama juga mengangkut 12.000 kilogram pakan dan 13.500 kilogram perlengkapan kuda.

Penerbangan itu mencakup kuda milik sejumlah atlet, di antaranya kuda betina Bella Rose milik Isabell Werth dari Jerman, atlet berkuda yang beberapa kali menjadi juara Olimpiade.

Semua kuda menjalani periode pengawasan kesehatan 60 hari dan karantina tujuh hari sebelum penerbangan.

Hal itu sangat penting tahun ini setelah dunia olahraga berkuda harus berjuang melawan dua penyakit dalam beberapa bulan terakhir, yaitu virus corona yang menyerang penunggang dan virus herpes yang menyerang kuda. Dsy15

Berita Terbaru

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peternak ayam pedaging atau ayam broiler mengaku rugi hingga ratusan juta akibat harga ayam di kandang terjun bebas. Perhimpunan…

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Saya pernah renungkan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup yang diberikan Tuhan ? Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup…

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah  ‎

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah ‎

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mendesak Pemkot segera menutup lahan parkir milik PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr Soetomo. M…

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka baru ini…

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam video yang dibagikan kantor berita Fars, para perempuan Iran berkerudung hitam turun ke jalanan meneriakkan "matilah…

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dipicu oleh temuan BPK atas dugaan kesalahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMAN di Sulsel,…