Dilanda Lonjakan Covid-19, Junta Myanmar Minta Kerja Sama Internasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (tengah) melambaikan tangan ke arah media. SP/ AFP
Kepala Junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (tengah) melambaikan tangan ke arah media. SP/ AFP

i

SURABAYAPAGI.com, Myanmar - Saat ini negara-negara di ASEAN tengah dilanda badai lonjakan Covid-19. Salah satunya, kasus Covid-19 di Myanmar yang melonjak tajam di tengah kolapsnya sistem kesehatan pascakudeta. Bahkan Militer Myanmar meminta kerja sama yang lebih luas dengan komunitas internasional untuk mengatasi Covid-19.

Melonjaknya Covid-19 di Myanmar diakibatnya banyak cobaan. Diantaranya sejak militer Myanmar saat menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Aksi protes yang menentang junta dan pertempuran antara tentara dan milisi yang baru dibentuk terjadi hampir setiap hari.

Selain itu, upaya untuk mengatasi wabah semakin terhambat oleh musibah banjir terburuk di Myanmar timur. Sejumlah negara bagian Myanmar mengalami kekurangan oksigen.

Menangani masalah tersebut, Jenderal Senior Min Aung Hlaing dalam pidatonya menyerukan lebih banyak kerja sama internasional dalam pencegahan, pengendalian, dan pengobatan Covid-19. Myanmar juga meminta bantuan kepada sesama anggota ASEAN dan negara-negara sahabat.

Pemimpin junta juga berharap agar laju vaksinasi di Myanmar ditingkatkan. "Baik melalui vaksin donasi maupun dengan mengembangkan sendiri produksi vaksin dalam negeri dengan dibantu Rusia," imbuhnya, Rabu (28/7/2021).

Myanmar belum lama ini menerima dua juta vaksin China. Menurut Reuters, sejauh ini tingkat vaksinasi Myanmar mencapai sekitar 3,2 persen dari total populasi.

Kasus virus corona di Myanmar telah melonjak sejak Juni. Pada Selasa (27/7/2021) Kementerian Kesehatan melaporkan  4.964 kasus dan 338 kematian. Petugas medis dan layanan pemakaman kewalahan dalam menangani pasien Covid-19 yang jumlahnya membludak.

Setidaknya sudah delapan orang meninggal di rumah sakit Yangon pada akhir pekan setelah terjadi kegagalan sistem oksigen pipa. Sejumlah tenaga medis dan layanan pemakaman di Myanmar mengatakan bahwa angka sebenarnya mungkin lebih tinggi dibanding data pemerintah. Dsy23

Berita Terbaru

Kasih Karunia : Yesus sebagai Hakim

Kasih Karunia : Yesus sebagai Hakim

Senin, 28 Sep 2026 08:28 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:28 WIB

​Mazmur 94:2: “Bangunlah, ya Hakim bumi, balaslah kepada orang-orang congkak apa yang hak!” ​Melalui perumpamaan-Nya (seperti kisah Hakim yang Lalim dalam …

Kerangka Manusia di Tengah Lahan Tebu, Bikin Geger Warga Lamongan

Kerangka Manusia di Tengah Lahan Tebu, Bikin Geger Warga Lamongan

Senin, 28 Sep 2026 08:23 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan — Misteri menyelimuti kawasan Hutan Petak 23 A, Desa Tenggerejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Kerangka manusia d…

4 Wakil ke Semifinal Bulu Tangkis Perorangan

4 Wakil ke Semifinal Bulu Tangkis Perorangan

Senin, 28 Sep 2026 08:20 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Indonesia meloloskan empat wakil ke babak semifinal bulu tangkis perorangan Asian Games 2026 setelah melalui babak perempat final…

KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

Senin, 28 Sep 2026 08:17 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta rupiah saat menggeledah kantor wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan…

Diduga, Sejumlah Kantor Pertanahan di Jatim Setor ke Oknum BPN Jatim

Diduga, Sejumlah Kantor Pertanahan di Jatim Setor ke Oknum BPN Jatim

Senin, 28 Sep 2026 08:15 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga sejumlah Kantor Pertanahan (Kantah) di wilayah Jawa Timur melakukan setoran ke oknum…

15 Ijin BPR Dicabut OJK

15 Ijin BPR Dicabut OJK

Senin, 28 Sep 2026 08:10 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:10 WIB

​SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha 15 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) maupun BPR Syariah hingga September 20…