Program RJIT Kementan Diapresiasi Petani Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dari Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat apresiasi dari sejumlah petani di Jawa Timur. SP/KEMENTAN
Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dari Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat apresiasi dari sejumlah petani di Jawa Timur. SP/KEMENTAN

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dari Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat apresiasi dari sejumlah petani di Jawa Timur, hal ini karena program ini dirasa mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas area tanam.

Program RJIT Kementan diluncurkan sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanian, sebagai upaya untuk meningkatkan indeks pertanaman.

Kepala Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Anton Kaharuddin, mengatakan program RJIT Kementan sangat dirasakan warganya, khususnya petani. Bahkan, RJIT mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas area tanam.

"Saat ini luas lahan irigasi di desa kami mencapai 63 hektare. Sehingga saat persediaan air tidak mencukupi, namun adanya irigasi ini bisa membantu mengairi lahan pertanian. Sehingga tanaman bisa tumbuh normal dan baik, apalagi saat musim kemarau,” kata Anton, Minggu (22/8/2021).

Program RJIT, kata dia, juga berdampak positif terhadap masa tanam dua sampai tiga kali, dari sebelumnya hanya satu satu kali. Sehingga pada masa jeda, petani bisa menanam tanaman lain, seperti palawija.

"Ada juga penambahan tanaman seperti jagung menjadi 5 ton dari sebelumnya hanya sekitar 2 ton. Ada juga peningkatan produktivitas pertanian di musim tanam kedua. Misalnya adanya penambahan kedelai 3 ton dari sebelumnya 1 ton," urainya.

Ke depannya, Anton berharap program irigasi dari pemerintah itu bisa terus ditingkatkan dan dipertahankan, mengingat manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, utamanya bagi para petani. 

"Tentu harapannya program ini dilanjutkan, bahkan kalau bisa ada pembaruan jaringan rehabilitasinya dan ada proyek perbaikan lebih banyak lagi," harap Anton.

Hal yang sama diungkap Murtazam, perwakilan kelompok tani (Poktan) Mawar, di Dusun Grejek, Desa Grejek, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik,  juga ikut merasakan dampak dari program RJIT yang jauh berbeda dibandingkan dengan sebelum program diberikan, yakni sangat kesulitan.
"Sebelum program RJIT musim padi panen sekali setahun, sesudah musim tanam dua kali setahun," katanya.

Apalagi, lanjut Murtazam, saat ini produktivitas tanamannya meingkat signifikan dibandingkan sebelum adanya program RJIT."Sangat meningkat, dari empat ton hingga mencapai enam ton, jadi satu kali tanam menjadi dua kali tanam padi pertahun dan luas untuk irigasi 150 meter dapat mengairi 25 hektar sawah," jelasnya. 

Oleh karena itu, kata Murtazam, pihaknya dan para petani berterima kasih kepada pemerintah khususnya Kementerian Pertanian, program RJIT tersebut sangat menjawab kebutuhan petani. "Dengan adanya bantuan RJIT pertanian dari pemerintah, maka tanam padi bisa dua kali, karena itu sangat dibutuhkan sekali bantuan program RJIT ini untuk pertanian," ujarnya.sb3/na

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…