Pemain Marseille Picu Kerusuhan di Laga Pekan Kedua Ligue 1

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana ricuh saat para suporter memasuki lapangan. SP/ Getty Image
Suasana ricuh saat para suporter memasuki lapangan. SP/ Getty Image

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Laga pertandingan antara OGC Nice dan Marseille pada pekan kedua Ligue 1, di Allianz Riviera, Senin (23/8/2021) dini hari WIB harus berakhir dengan ricuh hingga tawuran antarpemain dan supporter. Presiden Nice Jean-Pierre Rivere menuduh para pemain Marseille sebagai biang kerok kerusuhan dan tawuran yang melibatkan para suporter.

"Yang menjadi pemicu [kerusuhan] adalah reaksi dua pemain Marseille [Alvaro Gonzalez dan Matteo Guendouzi] di hadapan fans," kata Rivere, Selasa (24/8/2021).

"Mengecewakan karena berakhir seperti ini. Semuanya sudah jelas... Pihak Marseille juga seharusnya tidak masuk ke lapangan dan memukul pemain kami."

"Saya tidak begitu mengerti mengapa Marseille tidak mau kembali bermain."

Keributan ini bermula dari aksi suporter Nice yang melempari pemain Marseille yang tengah bertanding di lapangan. Dimitri Payet menyulut situasi, setelah dirinya membalas balik lemparan suporter tersebut ketika ingin mengambil tendangan penjuru.

Suporter di Allianz Riveira melempari pemain Marseille dengan berbagai barang sepanjang pertandingan, dan Dimitri Payet melempar balik botol yang mengarah kepadanya. Situasi itu terjadi pada menit ke-74, ketika eks West Ham United ini ingin memgambil sepak pojok.

Rivere mengatakan para pemain Marseille merespons terlalu berlebihan setelah rekan setim mereka, Dimitri Payet terkena lemparan botol di area sepak pojok. Ia juga mengklaim pihak Marseille memukuli pasukannya.

Setelahnya, situasi menjadi kacau karena pendukung Nice menyerbut masuk lapangan, mendorong papan iklan di pinggir lapangan, dan memperlihatkan bahwa mereka siap ribut dengan para pemain Marseille. Beberapa pemain bahkan menampilkan bekas luka setelah laga.

Matteo Guendouzi dan Luan Peres memperlihatkan leher mereka mendapat bekas luka, seperti bekas luka cekik. Pada cuplikan keributan di Allianz Riveira ini, Jorge Sampaoli, juga sempat terlihat ngamuk dengan kejadian ini. Tertangkap pula satu orang suporter harus cepat-cepat dievakuasi dengan tandu karena cedera parah, dan Payet mendapatkan luka cakar di punggung.

Situasi ini menyeramkan dan tidak menguntungkan bagi Marseille, dan menjadi sebab mereka ogah melanjutkan pertandingan. "Kami tidak akan bermain! Kami tidak mau main!" tegas Pablo Longoria, presiden dari Marseille.

Nice dan LFP akan tetap memproses hukuman bagi Marseille, tapi Longoria yakin bahwa itu bukan hal yang harusnya dilakukan. "Wasit mendukung kami, mereka setuju bahwa pertandingan tidak aman untuk kami," ucap Longoria.

Insiden memalukan itu memaksa wasit untuk menghentikan pertandingan lebih awal, karena suasana yang semakin tidak kondusif setelah suporter tuan rumah terus menerus melemparkan benda-benda ke arah kubu Marseille. Dsy15

 

 

Berita Terbaru

Petani Sumringah, Panen Padi Tuban Meningkat di Tengah Kemarau Panjang

Petani Sumringah, Panen Padi Tuban Meningkat di Tengah Kemarau Panjang

Rabu, 30 Sep 2026 14:16 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban -Sejumlah petani padi di Kabupaten Tuban justru mampu memperoleh hasil panen maksimal, ditopang harga jual padi yang masih tinggi di…

Bank Jatim Dorong Penguatan UMKM melalui Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026

Bank Jatim Dorong Penguatan UMKM melalui Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026

Rabu, 30 Sep 2026 13:49 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 13:49 WIB

SurabayaPagi, Madiun - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui…

Logistik Indonesia Timur Makin Strategis, CKB Perkuat Hub Osowilangun Surabaya

Logistik Indonesia Timur Makin Strategis, CKB Perkuat Hub Osowilangun Surabaya

Rabu, 30 Sep 2026 13:47 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 13:47 WIB

SurabayaPagi, Surabata — Kebutuhan konektivitas logistik yang menghubungkan sentra produksi, pelabuhan, pergudangan, hingga pasar di Indonesia Timur terus m…

 Bapenda Catat Realisasi Pembayaran PBB-P2 Kota Madiun Capai Rp18,12 Miliar

 Bapenda Catat Realisasi Pembayaran PBB-P2 Kota Madiun Capai Rp18,12 Miliar

Rabu, 30 Sep 2026 13:07 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun, mencatat realisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan…

Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat

Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat

Rabu, 30 Sep 2026 12:12 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Fenomena musim kemarau yang mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, menyalurkan…

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Kota Madiun. Kali ini, kantor Dinas Komunikasi da…