Tak Dapat Dikomersialkan, Vaksin Nusantara Bersifat Autologus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Staf Presiden Moeldoko saat mendapat suntikan Vaksin Nusantara dari Terawan Agus Putranto. SP/ SBY
Kepala Staf Presiden Moeldoko saat mendapat suntikan Vaksin Nusantara dari Terawan Agus Putranto. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Vaksin Nusantara yang dicetuskan oleh dr Terawan Agus Putranto nyatanya bersifat autologus. Autologus merupakan transplantasi sel punca menggunakan sel diri sendiri kemudian dikembangbiakkan atau diangkat sebelum menerima terapi radiasi dosis tinggi. Nidom menilai vaksin Nusantara dinilai baik bagi penerimanya karena berasal dari sel tubuh orang itu sendiri.

Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Chairul Anwar Nidom mengakui tertarik dengan vaksin Nusantara, karena yang dimainkan dari vaksin itu adalah pabriknya antibodi di dalam tubuh, memasukkan virus yang sudah disterilkan.

"Jadi, kalau sekarang bayangannya, vaksin yang sudah diproduksi campuran vaksin disuntikkan ke tubuh seseorang, kemudian sel sendiri dendritik-nya," ujar Chairul Anwar Nidom, Minggu (29/8/2021).

Ahli virologi itu mengeklaim vaksin buatan dr Terawan yang di-bypass dengan mencari sel dendritik yang kemudian diaktivasi dengan antivirus, maka dengan cepat akan teraktivasi antibodinya.

"Termasuk natural, cuma aktivasinya dilakukan di luar. Jad,i terkontrol banget. Sistem dendritik kalau masuk ke dalam tubuh menghasilkan antibodi dan memori," beber dia.

Prof Nidom mencontohkan seperti vaksin Sinovac yang sudah disuntikkan membutuhkan waktu sekitar 30 hari untuk memunculkan antibodi, sedangkan vaksin Nusantara hanya sepuluh sampai 17 hari.

"Itu lebih singkat prosesnya. Bahkan, sesuai dengan risiko virus yang ada di lapangan. Kandungannya juga direncanakan untuk varian Lambda," jelas Nidom.

Sementara itu, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan, vaksin Nusantara juga tidak dapat dikomersialkan. Karena bersifat autologus, vaksin tersebut bersifat individual dan hanya bisa dipergunakan untuk diri pasien sendiri.

"Sel dendritik bersifat autologus, artinya dari materi yang digunakan dari diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri, sehingga tidak bisa digunakan untuk orang lain," kata dr Nadia.

"Jadi, produknya hanya bisa dipergunakan untuk diri pasien sendiri," lanjutnya.

Meski begitu, dr Nadia mengungkapkan vaksin Nusantara masih bisa diakses oleh masyarakat dalam bentuk pelayanan berbasis penelitian secara terbatas.

Hal ini telah tercantum dalam nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta TNI Angkatan Darat terkait dengan 'Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2'.

"Masyarakat yang menginginkan vaksin Nusantara atas keinginan pribadi nantinya akan diberikan penjelasan terkait manfaat hingga efek sampingnya oleh pihak peneliti. Kemudian, jika pasien tersebut setuju, maka vaksin Nusantara baru dapat diberikan atas persetujuan pasien tersebut," jelasnya. Dsy8

Berita Terbaru

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo — Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), sempat tinggal selama sekitar empat bulan di Yasmaga Guest House, J…

Viral Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Tindaklanjuti Legalitas dan Izin Usaha

Viral Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Tindaklanjuti Legalitas dan Izin Usaha

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kasus dugaan penyekapan calon Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan Jalan Kedung Anyar, Kelurahan Sawahan, saat…

Polres Blitar Kota  Resmi Bentuk Satgas Pre-entip untuk Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah

Polres Blitar Kota  Resmi Bentuk Satgas Pre-entip untuk Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Polres Blitar Kota lakukan  pembentukan Satgas Pre-entiptive Strike Pilisi Jogo Sekolah, dengan menggelar upacara di pimpin langsung …

Diversi Kasus Kecelakaan Maut Bocah 6 Tahun di Madiun Buntu, Keluarga Korban Tolak Damai

Diversi Kasus Kecelakaan Maut Bocah 6 Tahun di Madiun Buntu, Keluarga Korban Tolak Damai

Selasa, 27 Okt 2026 12:34 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:34 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya diversi dalam perkara kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia 6 tahun, M. Sofian Arif Nugroho, pada Selasa (26…

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta integrasi transportasi publik tidak berhenti pada penambahan rute dan pembangunan i…

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sejumlah bangunan yang berdiri di atas lahan aset Pemkot Surabaya seluas 7.668 meter persegi di Jalan Barata Jaya…