Kabur dengan Jebol Plafon, Residivis Curanmor Tewas Didor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Plafon yang dijebol pelaku untuk kabur. SP/Gawang Tangguh
Plafon yang dijebol pelaku untuk kabur. SP/Gawang Tangguh

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pelaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang jenis sabu ditembak mati oleh petugas kepolisian setelah ia berusaha melarikan diri saat penangkapan berlangsung. 

Diketahui, tersangka yang ditembak mati bernama M. Agung Hidayat, pemuda berusia 26 tahun asal Simolawang, Surabaya. 

Agung ditembak setelah ia berusaha melarikan diri dengan cara menjebol plafon saat dilakukan penyidikan di Polsek Pabean Cantikan Surabaya. 

Menurut saksi mata Basori, tersangka sempat melarikan diri dari polsek dan bersembunyi di bawah mobil Fortuner yang terparkir di depan Hotel Pop di jalan Waspada, Surabaya. 

"Saya juga ikut mengejar dan melihat, tersangka ditembak kakinya," terangnya. 

Saat diminta keterangan Kapolsek Pabean Cantikan, Kompol Hegy Renanta membenarkan kejadian tersebut. Hegy mengatakan jika tersangka berusaha melarikan diri yang membuat petugas melakukan tindakan tegas terukur. 

"Tersangka melarikan diri, saat itu petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur kepada tersangka," ungkap Kompol Hegy di Polsek Pabean Cantikan, Kamis (30/9). 

Namun saat ditanya mengenai kaburnya tersangka melalui plafon Polsek Pabean Cantikan, Hegy menjawab jika sedang dilakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. 

"Masih kita lakukan pengembangan terkait kasus ini," imbuh Kapolsek Hegy. 

Menurut pengakuan petugas kepolisian, dari tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu klip sabu bekas pakai dan satu unit motor tanpa kelengkapan surat. 

 

Pengakuan Ibu Korban 

Setelah mengkonfirmasi kejadian nahas yang menimpa Agung, wartawan Surabayapagi menemui ibu korban yang tengah berduka atas kepergian buah hatinya tersebut. 

Kepergian Agung (sapaan akrabnya di daerah Sencaki) membuat sang ibunda dirundung pilu sekaligus kaget lantaran Agung meninggal setelah ia menerima tembakan. 

"Kaget saya, tiba-tiba menerima kabar kalau anak saya mati ditembak, kan bisa toh tidak ditembak, saya kembalikan anak saya kalau diminta baik-baik, pasti manut sama saya," ungkap Fatimah sembari bercerita dan menangis. 

Fatimah menanyakan sikap polisi yang dirasa terlalu berlebihan saat mengeksekusi buah hatinya, ia menyesali perbuatan petugas yang membuat anak kesayangannya mati mengenaskan. 

"Anak saya Desember ini mau ngelamar pacarnya loh, bayangkan saja, anak ini anak, udah mau nikah tapi mati. Sakit hati saya kalau ceritanya begini," imbuhnya. 

Ia kembali menyesali tindakan polisi yang menganggap anaknya tidak melakukan kesalahan fatal dan membuatnya harus meregang nyawa. 

"Kesalahannya cuman sedikit dan barang buktinya cuman satu klip sabu yang sudah terpakai, tak ada lagi," katanya. 

Saat dimintai keterangan mengenai luka tembakan yang membuat anaknya meninggal, Fatimah mengatakan jika anaknya ditembak tidak hanya sekali saja. Namun berulang kali. 

"Ditembak 3 sampai 4 kali kalau tidak salah, di kaki bawah betis kanan 1 dan pahanya 2 atau tiga. Jangan ditembak pahanya lah tolong, kena pembuluh darahnya itu, kehabisan darah kan kemudian mati. Kalau ditembak di betis sudah tidak bisa jalan itu. Coba dinalar secara umum," pungkasnya. 

Sebelumnya tersangka merupakan seorang residivis yang pernah ditangkap Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya atas kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sb/ge

Berita Terbaru

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kota Mojokerto meraih dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas upaya pengembangan sektor t…

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…