Puluhan Rumah dan Lahan Warga Tulungagung Terendam Banjir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu lahan milik warga yang terendam banjir.
Salah satu lahan milik warga yang terendam banjir.

i

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Sejumlah desa di Tulungagung terendam banjir pasca diguyur hujan deras selama empat jam. Akbitanya puluhan rumah warga dan puluhan hektare lahan warga terendam banjir.

Camat Kalidawir Mundiyar mengatakan banjir tersebut terjadi pada Jumat (12/11/2021) pagi. Tingginya instensitas curah hujan yang terjadi sejak tengah malam mengakibatkan debit air mengalami peningkatan tajam. Sehingga sejumlah sungai yang melintasi Kecamatan Kalidawir tidak mampu menampung air dan meluap.

"Air kiriman atau ancar dari pegunungan yang cukup deras. Pokoknya wilayah yang di kaki pegunungan terdampak, ya Pagersari, Joho, Pakisaji, Ngubalan, Tunggangri, Domasan, Salak Kembang, Jabon dan sebagainya," kata Mundiyar, Jumat (12/11/2021).

Kondisi banjir diperparah dengan jebolnya tanggul sungai, sehingga air meluap ke kawasan pertanian dan sebagian rumah warga. Bahkan lanjut dia luapan di kawasan pertanian warga hampir merata di kawasan dataran rendah di Kecamatan Kalidawir.

"Yang jebol itu tanggul sungai atau drainase miliknya BBWS, kemudian ada plengsengan di Clangap yang tergerus air," ujarnya.

Menurut Mundiyar, untuk banjir kawasan permukiman warga saat ini hampir seluruhnya telah surut, namun di area persawahan masih banyak yang tergenang.

Terkait banjir tersebut, Pemerintah Kecamatan Kalidawir dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait masih melakukan proses pendataan kawasan yang terdampak. Pemerintah akan segera mengambil langkah cepat untuk proses penanggulangan.

"Kalau yang plengsengan rusak, langkahnya dipasang sesek (anyaman bambu) dan karung pasir. Kebetulan beberapa kepala desa di wilayah sini ada yang punya alat berat, sehingga bisa mendukung upaya pemulihan," jelasnya.

Mundiyar menambahkan tingginya limpahan air dari kawasan pegunungan diduga akibat maraknya alih fungsi lahan hutan yang ditanami palawija, sehingga tingkat daya resap air menjadi rendah. Hal itu terbukti dari banyaknya material lumpur serta pohon jagung dan ketela yang ikut terbawa arus banjir.

"Itu kan banyak ditanami jagung, ya mungkin nantinya tanam jagung di tanah yang rata saja, kalau yang kemiringannya tajam perlu tanaman keras yang dilestarikan. Jujur saja yang turun ini bonggol jagung dan ketela," imbuh Mundiyar.

Terkait hal itu pihaknya berkoordinasi dengan Perhutani dan LMDH, sehingga ke depan pelestarian kawasan hutan bisa ditingkatkan, agar tidak berdampak banjir.

Salah seorang warga Umi mengaku banjir terjadi mulai pukul 04.00 WIB, debit air sungai mengalami peningkatan tajam setelah diguyur hujan deras selama lebih dari empat jam. 

Berita Terbaru

Jelang Pilkades Serentak, Polsek Gandusari Blitar Ancang-ancang Persiapan Pengamanan

Jelang Pilkades Serentak, Polsek Gandusari Blitar Ancang-ancang Persiapan Pengamanan

Rabu, 16 Sep 2026 12:37 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Dekatnya Pilkades serentak di Wilayah Kabupaten Blitar, jajaran Polres Blitar terus melakukan berbagai upaya kesiapan pengamanan…

Gus Fawait Masuk Bursa Pilgub Jatim, Pengamat: Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Gus Fawait Masuk Bursa Pilgub Jatim, Pengamat: Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Rabu, 16 Sep 2026 12:24 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Nama Bupati Jember Muhammad Fawait mulai masuk dalam radar percaturan politik Jawa Timur. Wacana mendorong Gus Fawait maju dalam…

Pemkot Surabaya Bakal Pasang Sensor Monitoring Sesar, Antisipasi Risiko Gempa

Pemkot Surabaya Bakal Pasang Sensor Monitoring Sesar, Antisipasi Risiko Gempa

Rabu, 16 Sep 2026 11:47 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 11:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti bagian dari upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Tanggapi Aktivitas Gunung Semeru di Medsos, Pemkab Lumajang: Perlu Diikuti Sumber Resmi

Tanggapi Aktivitas Gunung Semeru di Medsos, Pemkab Lumajang: Perlu Diikuti Sumber Resmi

Rabu, 16 Sep 2026 11:38 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat status siaga aktivitas Gunung Semeru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, mengajak warga untuk lebih bijak menggunakan…

Masuki Puncak Panen 2026, Harga tembakau di Lamongan Capai Rp52 Ribu per Kg

Masuki Puncak Panen 2026, Harga tembakau di Lamongan Capai Rp52 Ribu per Kg

Rabu, 16 Sep 2026 11:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga tembakau varietas Jawa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mencapai Rp52 ribu per kilogram untuk daun tengah pada puncak…

Anak Angkat Ruben Onsu, Dilaporkan Persetubuhan dengan Kekerasan

Anak Angkat Ruben Onsu, Dilaporkan Persetubuhan dengan Kekerasan

Rabu, 16 Sep 2026 11:12 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 11:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kuasa Hukum ANW, Nathanie Hutagaol, mengatakan Betrand Peto diduga melakukan persetubuhan dengan kekerasan. Ini merupakan tuduhan…