Son of Omicron di Jatim, Ternyata dari Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
dr Erwin Astha Triyono
dr Erwin Astha Triyono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Tiga kasus COVID-19 BA.2, sub varian Omicron atau yang dikenal juga dengan 'Son of Omicron' terdeteksi di Jatim. Ketiganya dipastikan berasal dari Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dr Erwin Astha Triyono yang mengatakan 3 kasus Son of Omicron itu berasal dari Kota Surabaya.

Menurutnya, ketiga pasien itu terpapar COVID-19 Son of Omicron itu tanpa gejala.

"Semuanya tanpa gejala, hanya gejala ringan saja," kata Erwin, Minggu (26/3/2022).

Erwin menegaskan ketiga pasien varian Son of Omicron di Jatim itu saat ini sudah dinyatakan sembuh.

"Dari tiga orang pasien yang terkonfirmasi positif Son of Omicron ini, seluruhnya sudah sembuh," ujar Erwin.

Terkait temuan itu, Erwin mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan yang dijalankan secara disiplin.

"Yang tidak kalah penting, percepatan vaksinasi dosis lengkap bagi seluruh masyarakat, terutama lansia dan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun, serta vaksinasi booster untuk masyarakat 18 tahun ke atas yang sudah mendapatkan dosis lengkap," katanya.

Sub varian Omicron BA.2 atau Son of Omicron itu membuat kasus COVID-19 di Amerika Serikat dan Eropa kembali meningkat.

Meski bergejala lebih ringan daripada Omicron, sub varian BA.2 disebut lebih menular.

Mantan ahli epidemiolog Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Profesor Adrian Estermen seperti menyebutkan, Son of Omicron lebih menular sekitar 1,4 kali daripada varian asli BA.1. Angka reproduksi dasar (R0) untuk BA.1 sekitar 8,2, sedangkan R0 untuk BA.2 sekitar 12.

"Ini membuatnya mirip dengan campak, penyakit paling menular yang kita ketahui," ujar Prof Esterman kepada Express, Jumat (25/3/2022).

WHO juga mengungkap tiga faktor yang memicu lagi lonjakan kasus COVID-19 secara global. Faktor tersebut yaitu munculnya varian baru, pencabutan aturan COVID-19 yang terlalu cepat, serta berkurangnya kekebalan vaksin dari waktu ke waktu.

Maka dari itu, WHO menganjurkan agar masyarakat dunia divaksinasi lebih dari satu dosis. Pimpinan teknis untuk tanggapan COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove, menegaskan meski kebalannya terus menurun, vaksin masih sangat efektif dalam mencegah penyakit parah dan kematian akibat COVID-19.

"Vaksin COVID-19 sangat efektif dalam mencegah penyakit parah dan kematian. Kami melihat (kekebalan dari vaksin) menurun dari waktu ke waktu dan itulah sebabnya kami mengambil lebih dari satu dosis," jawab Maria yang dikutip dari Live Mint, Minggu (27/3/2022).

"Dan saat kita memasuki tahun ke-3 pandemi, kita memprediksi beberapa vaksin memudar dari waktu ke waktu. Namun, itu tergantung pada jenis vaksin yang telah Anda ambil, jumlah dosis, dan juga usia dan kondisi yang mendasarinya," jelasnya.

Maria juga menanggapi soal adanya isu vaksin COVID-19 dosis keempat. Namun, ia menegaskan fokus utama WHO adalah memudahkan akses vaksin bagi mereka yang belum mendapatkannya sama sekali.

"Tetapi, pertama-tama fokus kami adalah membuat vaksin dapat diakses oleh mereka yang bahkan belum menerima satu dosis pun," tegas Maria.

"Dan, setelah proses itu selesai maka kami akan lebih fokus pada dosis keempat," tambahnya. min, ham

Berita Terbaru

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa dugaan ketidakabsahan ijazah yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Prijanto memasuki babak penting di P…

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Jembatan Garuda yang dibangun di beberapa wilayah di kabupaten Madiun tak hanya diuji kekuatan konstruksinya. Korem 081/DSJ…

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto bersama DPRD Kota Mojokerto menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan …

567 Orang Terdampak, Kasus Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas ke 19 Lembaga Pendidikan

567 Orang Terdampak, Kasus Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas ke 19 Lembaga Pendidikan

Rabu, 02 Sep 2026 15:52 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:52 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo – Kasus dugaan keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus meluas. Hingga Rabu (…

Freeport Gerak Cepat Bantu Korban Gempa NTT, Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar

Freeport Gerak Cepat Bantu Korban Gempa NTT, Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 15:48 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan PT Freeport Indonesia (PTFI). P…

Berhasil Dipadamkan, Luas Lahan Kebakaran di Gunung Buthak Capai 15 Hektare

Berhasil Dipadamkan, Luas Lahan Kebakaran di Gunung Buthak Capai 15 Hektare

Rabu, 02 Sep 2026 14:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 14:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di petak…