Pembunuhan Wanita di Hotel Hasma Jaya

Pelaku Ditangkap Berkat Kunci Kamar Hotel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses evakuasi jasad Sofia saat ditemukan tewas di hotel Hasma Jaya 2, Surabaya, Rabu (01/06/2022) lalu. SP/Amin
Proses evakuasi jasad Sofia saat ditemukan tewas di hotel Hasma Jaya 2, Surabaya, Rabu (01/06/2022) lalu. SP/Amin

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya-  Kasus meninggalnya Sofia (54) akhirnya menemukan titik terang. Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan terduga pelaku pembunuhan terhadap wanita yang ditemukan tak bernyawa di Hotel Hasma Jaya 2, Surabaya, Rabu (01/06/2022) lalu.

Sofia meninggal dalam kondisi telanjang dan tertelungkup dengan setengah badan masuk ke dalam bak mandi dan kepalanya  dalam posisi tenggelam.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana menyampaikan peristiwa penangkapan terduga pelaku pembunuhan. Mirzal mengatakan, pihaknya telah mengamankan terduga pelaku dan saat ini sedang fokus untuk mencocokkan dengan alat bukti.

“Unit Resmob bersama anggota Polsek Sawahan sudah mengamankan terduga pelaku pembunuhan yang ditangkap di Mojokerto semalam,” ujar Mirzal, Jumat (17/06/2022).

Saat ditanya identitas pelaku, Mirzal menyampaikan masih melakukan pendalaman dan berjanji akan segera merilis pelakunya.

“Mohon bersabar, pasti kami rilis nanti,” imbuh Mirzal.

Keterang lebih detil disampaikan Kapolsek Sawahan, Kompol A. Risky Fardian Caropeboka. Menurutnya, pengungkapan tersebut berawal dari ditemukannya kunci kamar Hotel yang sempat dibuang oleh pelaku di kawasan Jalan Banyu Urip Surabaya. Unit Reskrim Polsek Sawahan yang di-Back Up oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, akhirnya dapat mengungkapnya.

 Risky menambahkan, minimnya informasi atas identitas pelaku, akhirnya petugas baru mendapat petunjuk setelah menemukan barang bukti kunci kamar hotel yang d buang di Jalan Banyu Urip.

“Berawal dari temuan kunci kamar hotel itu, kami mendapat menemukan saksi yang mengarah terhadap identitas pelaku yang telah melarikan diri ke luar kota,” jelas Risky, Jumat (17/6/2022).

Diketahui juga jika, pelaku yang pernah ditahan di Polres Kediri kota dalam kasus pencurian. Dari keterangan saksi, tersangka sering berada di terminal Jombang dan terminal lainnya.

 “Iya, semalam, Kamis (16/6/2022) dan sekarang masih dilakukan pemeriksaan lebih dalam,” tambahnya.

 

Bau Busuk

Sebelumnya, petugas Hotel yang bernama Angga (27) mengatakan, mulanya dia hendak mengingatkan kepada Sofia harus checkout pada pukul 12.30. Namun, karena tidak ada jawaban dari dalam kamar dan ada bau busuk.

Saat itu Angga langsung mengajak temannya untuk membuka kamar, tak disangka korban tewas mengenaskan di dalam kamar. " Saya buka pakai kunci cadangan, melihat kondisi mayat sudah tertelungkup," ujar Angga.

 

Motif Dendam

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Masudi (58) warga Jl. Kedinding Lor yang tidak lain adalah mantan suami korban, sat ditemui di rumahnya, Senin (6/6/2022) siang, menegaskan, korban tidak lagi tinggal di rumahnya dan tinggal di Kudus, Jawa Tengah. Meski sudah pisah ranjang, namun korban masih kerap pulang ke rumah Masudi.

Pernikahan Masudi dengan korban Sofiah menghasilkan tiga anak. Masa hidupnya Sofiah ternyata kerap mengajak putri terakhirnya bernama Dewi bekerja sebagai pengamen. Ajakan bekerja sebagai pengamen tanpa sepengetahuan Saiful, suami Dewi. Selain itu juga yang menjadi pertanyaan pihak keluarga, Dewi mengalami ganguan jiwa setelah kerap diajak Sofiah mengamen.

“Saya juga gak paham kenapa Dewi bisa depresi. Tapi yang kerap saya dengar dia (Dewi) bilang bahwa kapok ikut ibunya ngamen karena sering diperkosa, saya juga gak faham maksudnya,” ujar Masudi saat ditemui di rumahnya.

Dari sikap yang terjadi kepada Dewi membuat Saiful timbul rasa beci kepada Sofiah yang merupakan ibu mertua itu.

Kecurigaan keluarga Masudi tentang tewasnya Sofiah diperkirakan ada hubungannya dengan penyebab Dewi yang mengalami sakit jiwa. Namun, pihak Polsek Sawahan tidak bisa membenarkan tentang kecurigaan yang dialami keluarga korban. min

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…