Libatkan Ratusan Peserta, Kirab Budaya Mojo Bangkit Sukses Sedot Animo Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari beserta suami saat mengikuti Kirab Budaya Mojo Bangkit. SP/Dwy AS
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari beserta suami saat mengikuti Kirab Budaya Mojo Bangkit. SP/Dwy AS

i

SURABAYAPAGI, Mojokerto - Kirab Budaya Mojo Bangkit menjadi salah satu rangkaian event peringatan Hari Jadi ke-104 Kota Mojokerto yang digelar pada Sabtu (25/6) sore. Tidak kalah dari event-event sebelumnya, kirab dengan start di lapangan Raden Wijaya, Jalan Raya Surodinawan dan finish di Rumah Rakyat Kota Mojokerto ini juga berhasil menyedot animo masyarakat.

Hal tersebut tentu tidak mengherankan, mengingat selama dua tahun belakangan kegiatan yang mengundang massa semacam ini sempat ditiadakan akibat pandemi Covid-19. Sehingga kirab budaya yang melibatkan setidaknya 700 warga Kota Mojokerto sebagai penampil ini, cukup mengobati kerinduan masyarakat.

Selain sebagai ajang hiburan bagi masyarakat, Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari juga menekankan jika gelaran ini juga menjadi media edukasi, terutama literasi sejarah terkait Kota Mojokerto.Melalui kirab budaya sore ini, masyarakat disuguhkan kilas balik peralihan kekuasaan di Kota Mojokerto dalam 3 (tiga) era yang telah dilewati oleh Kota Mojokerto. Lantas, apa saja era tersebut?

 

Era Majapahitan

Penggambaran era Majapahitan sangat kental dalam kirab budaya kali ini. Sebab dalam pembangunan di Kota Mojokerto sendiri, saat ini merujuk pada "Spirit of Mojopahit".

Era ini ditunjukkan dengan barisan kereta kencana Tribuana Tungga Dewi dan Dyah Kertawardhana yang dinaiki oleh Wali kota dan sang suami. Diikuti kereta kencana Dyah Wiyata dan Dyah Kudamerta, kereta kencana Putra-putri Keraton, hingga pemuka Agama, Kasiwahan (Hindu), Kasogatan (Bante-Budha), serta prajurit tombak dan pedang yang akan berjalan sepanjang rute yang ditentukan.

 

Era Kadipaten Japan

Berikutnya memasuki era Kadipaten Japan yang merupakan cikal bakal terbentuknya Mojokerto. Pada barisan era ini diawali dengan sejumlah warga yang memerankan cucuk lampah / manggolo yudo.

Kemudian terdapat Panji Kadipaten Japan dan Gringsing dan umbul-umbul “Gulo Klopo“, yang dilanjutkan dengan barisan kereta kuda Adipati Japan dan istri serta putri-putri Kadipaten Japan. Era ini kemudian ditutup dengan barisan prajurit tombak dan prajurit pedang Kadipaten Japan.

 

Era Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan

Beralih pada era penjajahan dan perjuangan perjuangan kemerdekaan, kirab menampilkan barisan tentara Belanda dengan kendaraan mobil wilis khas era kolonial. Kemudian diikuti puluhan pelajar dari SDN Purwotengah yang mengenakan kostum ala Soekarno cilik saat menimba ilmu di Sekolah Ongko Loro.

Selanjutnya terdapat kirab barisan tentara PETA sebagai salah satu penanda yang menggambarkan masa pendudukan Jepang. Kemudian disusul barisan peserta kirab membawa sejumlah foto pahlawan nasional asal Mojokerto, antara lain K.H. Nawawi, K.H. Achiyat Chalimy, R.A. Basuni, Residen Pamuji, Letkol Wiyono, Kol. Bambang Y., serta RP. Soeroso.

Itu tadi tiga era yang ditampilkan dalam barisan kirab budaya Mojo Bangkit. Selain penggambaran Kota Mojokerto dari masa ke masa, kirab juga dimeriahkan dengan penampilan seni-budaya lainnya, baik tarian-tarian tradisional, pertunjukan barongsai, bantengan, dan reog Ponorogo, serta iringan musik karawitan. Dwi

Berita Terbaru

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali…

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar syukuran bersama ribuan pekerja d…

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun. Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal dunia diduga setelah t…

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan sejumlah tuntutan buruh dalam peringatan Hari B…

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Insiden ambruknya plafon terjadi di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, Kamis (30/4/2026) sore, viral di media sosial. Dalam video y…

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura   ‎

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura  ‎

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) yang tergabung dalam Konfederasi Barisan Buruh Indonesia (KBBI) menyuarakan sejumlah tuntutan dal…