Dugaan Suap Hakim Itong, Pengacara Sempat Kirim Ritual Doa Khusus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Demi memenangkan sebuah perkara yang sedang ditangani, rupanya tidak hanya uang saja yang "bermain". Namun, ritual doa-doa khusus buat hakim ternyata juga ada dalam perkara dugaan suap yang melibatkan hakim Itong Isnaini.

Hal ini lah yang terungkap dalam persidangan dengan terdakwa Panitera Pengganti Moh. Hamdan dan Pengacara RM Hendro Kasiono, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa (19/7). Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Lilia Mustika Dewi, Sekretaris dan Administrasi dari Pengacara Hendro.

Pada awal persidangan, saksi Lilia menerangkan soal pekerjaan yang dilakukannya. Ia menyebut, dirinya adalah lawyer (pengacara) yang bekerja di kantor hukum milik terdakwa Hendro Kasiono. Meski berstatus sebagai lawyer, dia ternyata lebih banyak mengurus soal administrasi di kantor Hendro.

"Saya disumpah sebagai lawyer pada 2019. Tapi di kantor beliau saya sebagai sekretaris dan administrasi kantor," jelasnya.

Terkait dengan perkara dugaan suap hakim Itong Isnaini yang membelit bosnya, Hendro Kasiono, ia mengaku tidak banyak tahu. Sebab, meski turut menandatangani kuasa, ia tidak pernah dilibatkan baik dalam persidangan maupun hal lainnya.

"Semua ditangani sendiri oleh beliau (terdakwa Hendro)," ujarnya.

Hanya saja, dalam beberapa masalah ia kerap dicurhati oleh Hendro. Seperti, saat Hendro dimintai uang oleh Panitera Pengganti Moh Hamdan yang selalu mengatasnamakan Itong, maupun soal jalannya perkara pembubaran perusahaan.

"Beliau pernah cerita kalau (soal) uang yang diberikan pada hakim. Tapi (benar) diberikan atau tidak, saya tidak tahu," ujarnya.

JPU lantas membuka rekaman percakapan antara saksi dengan terdakwa Hendro. Dari percakapan via Whatsapp itu, jaksa menunjukkan ada foto hakim Itong yang dikirim oleh terdakwa pada saksi. Dalam foto itu disertai narasi "Dilihat WA. Itu orangnya. Supaya tetap ke kita,".

"Itu apa maksudnya, tolong saudara saksi jelaskan," tanya JPU Wawan Yunarwanto.

Saksi Lilia lalu menjelaskan, jika ia diminta oleh terdakwa Hendro agar sang hakim "dikirim" doa oleh orang "pintar" yang disebutnya sebagai abah. Abah inilah, yang diakui saksi kerap memberi doa-doa semacam itu.

"Beliau minta supaya dia didoakan agar hakim itu (berpihak) ke kita," ujarnya.

"Apakah (ritual) itu memang biasa dilakukan oleh terdakwa," tanya JPU Wawan.

"Orang berdoa kan boleh-boleh saja. Itu doa biasa kok," tegasnya.

Menanggapi kesaksian tersebut, terdakwa Hendro pun tidak membantahnya.

Diketahui, sidang perkara tindak pidana korupsi gratifikasi suap Hakim Pengadilan Negeri Surabaya nonaktif, Itong Isnaeni Hidayat digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya. Atas perkara ini, Itong tidak sendirian, ia pun didakwa bersama dengan M Hamdan; Panitera Pengganti, dan Hendro Kasiono; seorang pengacara, dalam berkas terpisah. Total suap yang diterima dalam perkara ini mencapai Rp 545 juta.

Hakim Itong dan Panitera Pengganti M Hamdan pun dijerat dengan pasal berlapis. Diantaranya Itong Isnaeni dan Hamdan sebagai penerima suap didakwa pasal Kesatu: Pasal 12 huruf c UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kedua: Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1.

Sedangkan, terdakwa Hendro Kasiono sebagai pemberi suap didakwa Kesatu: Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kedua: Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. nbd

Berita Terbaru

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution. S.I.K M.H hadir ditengah tengah masyarakat melaksanakan ibadah Salat Jumat Bersama…

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersiap memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi penambahan modal dengan m…

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers menunjukkan kebangkitan pada hari kedua Singa Cup 2026. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, skuad p…

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…