Analisis

Polri Bikin Kesimpulan Terlalu Cepat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komjen (Purn) Ito Sumardi
Komjen (Purn) Ito Sumardi

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai persoalan tewasnya Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir J) menjadi rumit, karena kepolisian meliris kesimpulan terlalu cepat.

Jadi, ini semua menjadi rumit karena adanya pernyataan atau rilis yang terkesan ya, itu terlalu cepat untuk menyimpulkan sesuatu. Seharusnya juga kalau secara scientific crime investigation (Penyidikan Berbasis Ilmiah) kita tidak bisa mengatakan telah terjadi.

Jadi yang pasti terjadi adalah tembak-menembak, cuma kan ada faktor penyebab mengapa ‘tembak-menembak” itu terjadi, itu kan tentunya tidak bisa kita simpulkan penyebabnya awal.

Menurut saya, sepatutnya kepolisian dalam rilis pertama perihal tewasnya Brigadir J, bukan menyampaikan kesimpulan.

Kalau kita rilis pertama, sebaiknya kita bisa menyampaikan bahwa penyebabnya sedang dalam pendalaman atau pengecekan daripada tim labfor ataupun tim forensik.

Menurut saya, Polri terlalu cepat membuat kesimpulan.

Dan inilah yang kemudian berkembang dan ada keganjilan-keganjilan yang menurut masyarakat misalnya tenggang waktu daripada pengumuman sejak kejadian kan.

Menurut saya, ssesuai prosedur, begitu ada kejadian harusnya segera dilakukan olah TKP.

Kemudian yang kedua mungkin ada barang-barang yang dianggap mungkin tidak berfungsi ya, tentu ini akan menjadi perhatian daripada tim investigasi atau yang khusus dibentuk oleh Pak Kapolri.

Kemudian juga ada bukti-bukti yang terkait yang dinyatakan hilang ternyata kan sekarang kan tidak hilang, mungkin apa yang menjadi disampaikan oleh daripada yang memberikan keterangan pertama itu masih terlalu dini. Karena apa, karena banyak barang-barang juga yang mungkin pengalaman saya di reserse yang harus diamankan dan juga itu belum bisa disampaikan kepada publik.

Namun demikian, saya yakin Kapolri Jenderal Listyo Sigit tidak akan mengorbankan institusi untuk melindungi orang-orang yang terkait dalam kasus tewasnya Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Pasti Pak Kapolri juga tidak ingin untuk pengorbankan institusi, untuk melindungi orang-orang yang mungkin terkait ya, saya kira itu yang bikin kita harus optimis.

Apalagi, tewasnya Brigadir J sudah menjadi atensi publik hingga Presiden Jokowi.

Ini kan sudah menjadi antensi publik, menjadi atensi Bapak Presiden, Bapak Menko Polhukam, kemudian juga Pak Kapolri merespon untuk membentuk tim khusus.

 

(Mantan Kabareskrim Polri dan Kapolestabes Surabaya, menyatakan dalam Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa 19 Juli 2022)

Berita Terbaru

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Jember Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Jember Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Senin, 27 Apr 2026 11:19 WIB

Senin, 27 Apr 2026 11:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi kemarau ekstrem yang mencapai…

Rehabilitasi Jembatan Junjung Tulungagung Ditargetkan Rampung Desember 2026

Rehabilitasi Jembatan Junjung Tulungagung Ditargetkan Rampung Desember 2026

Senin, 27 Apr 2026 11:09 WIB

Senin, 27 Apr 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti Jembatan Junjung yang berada di Desa Junjung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kini Pemerintah Kabupaten…

Permudah dan Dongkrak Wisatawan, Pemkot Malang Optimalkan Becak Listrik

Permudah dan Dongkrak Wisatawan, Pemkot Malang Optimalkan Becak Listrik

Senin, 27 Apr 2026 11:02 WIB

Senin, 27 Apr 2026 11:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka mendukung program Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyusun skema optimalisasi operasional…

Di Tengah Konflik Geopolitik Global, Pemkab Jember Hapus Denda Pajak hingga Juni 2026

Di Tengah Konflik Geopolitik Global, Pemkab Jember Hapus Denda Pajak hingga Juni 2026

Senin, 27 Apr 2026 10:37 WIB

Senin, 27 Apr 2026 10:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu upaya meringankan beban warga di tengah konflik geopolitik global, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember…

Komitmen Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Sampang Bangun 19 Unit Rumah Layak Huni

Komitmen Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Sampang Bangun 19 Unit Rumah Layak Huni

Senin, 27 Apr 2026 10:27 WIB

Senin, 27 Apr 2026 10:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Sebagai bentuk komitmennya dalam menekan angka kemiskinan sekaligus melanjutkan program dari tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten…

Tinggalkan Seremoni, Penanggungan Malang Hadirkan Posyandu Disabilitas untuk Warga Rentan

Tinggalkan Seremoni, Penanggungan Malang Hadirkan Posyandu Disabilitas untuk Warga Rentan

Minggu, 26 Apr 2026 19:08 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Malang - Anggaran bagi kelompok rentan kerap terserap dalam kegiatan sosialisasi singkat dan seremoni tanpa keberlanjutan. Kelurahan…