SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai persoalan tewasnya Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir J) menjadi rumit, karena kepolisian meliris kesimpulan terlalu cepat.
Jadi, ini semua menjadi rumit karena adanya pernyataan atau rilis yang terkesan ya, itu terlalu cepat untuk menyimpulkan sesuatu. Seharusnya juga kalau secara scientific crime investigation (Penyidikan Berbasis Ilmiah) kita tidak bisa mengatakan telah terjadi.
Jadi yang pasti terjadi adalah tembak-menembak, cuma kan ada faktor penyebab mengapa ‘tembak-menembak” itu terjadi, itu kan tentunya tidak bisa kita simpulkan penyebabnya awal.
Menurut saya, sepatutnya kepolisian dalam rilis pertama perihal tewasnya Brigadir J, bukan menyampaikan kesimpulan.
Kalau kita rilis pertama, sebaiknya kita bisa menyampaikan bahwa penyebabnya sedang dalam pendalaman atau pengecekan daripada tim labfor ataupun tim forensik.
Menurut saya, Polri terlalu cepat membuat kesimpulan.
Dan inilah yang kemudian berkembang dan ada keganjilan-keganjilan yang menurut masyarakat misalnya tenggang waktu daripada pengumuman sejak kejadian kan.
Menurut saya, ssesuai prosedur, begitu ada kejadian harusnya segera dilakukan olah TKP.
Kemudian yang kedua mungkin ada barang-barang yang dianggap mungkin tidak berfungsi ya, tentu ini akan menjadi perhatian daripada tim investigasi atau yang khusus dibentuk oleh Pak Kapolri.
Kemudian juga ada bukti-bukti yang terkait yang dinyatakan hilang ternyata kan sekarang kan tidak hilang, mungkin apa yang menjadi disampaikan oleh daripada yang memberikan keterangan pertama itu masih terlalu dini. Karena apa, karena banyak barang-barang juga yang mungkin pengalaman saya di reserse yang harus diamankan dan juga itu belum bisa disampaikan kepada publik.
Namun demikian, saya yakin Kapolri Jenderal Listyo Sigit tidak akan mengorbankan institusi untuk melindungi orang-orang yang terkait dalam kasus tewasnya Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir J).
Pasti Pak Kapolri juga tidak ingin untuk pengorbankan institusi, untuk melindungi orang-orang yang mungkin terkait ya, saya kira itu yang bikin kita harus optimis.
Apalagi, tewasnya Brigadir J sudah menjadi atensi publik hingga Presiden Jokowi.
Ini kan sudah menjadi antensi publik, menjadi atensi Bapak Presiden, Bapak Menko Polhukam, kemudian juga Pak Kapolri merespon untuk membentuk tim khusus.
(Mantan Kabareskrim Polri dan Kapolestabes Surabaya, menyatakan dalam Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa 19 Juli 2022)
Editor : Moch Ilham