Kolom Jumat: Single Parent

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi.com : Single parent telah jadi fenomena di masayarakat. Dia adalah keberadaan orang tua tunggal yang mengasuh dan membesarkan anak-anaknya secara mandiri. Artinya tanpa bantuan dari pasangannya, baik itu pihak suami maupun istri.

Secara ekonomi, sosial dan psikologis, ia perempuan yang berperan sebagai ibu tunggal. Beban hidupnya berlipat-lipat lebih berat, dibanding ibu normal yang memiliki pasangan. Pendeknya, masalah ekonomi, emosional, stigma sosial, dan isu-isu keluarga, harus dihadapi oleh ibu tunggal (single parent). Terutama dalam sistem sosial masyarakat kita saat ini. Ini tantangan berat agar seorang ibu tunggal tidak terbebani faktor psikologis berupa kekecewaan, frustrasi, putus asa, dan kecemasasan dalam dirinya. Maka itu, seorang ibu tunggal harus kelola masalah masalah itu dengan baik agar tidak memperburuk kondisinya.

Pendeknya, tantangan ibu tunggal merupakan realitas sosial, ekonomi dan psikologis.

Al-Quran mengakomodir keadaan riil yang dialami single mother ini sebagai perjuangan mengatasi kesulitan saat ini, saat covid maupun pasca pandemi.
Alhamdulillah, figur Ibu tunggal dalam al-Quran dicatat ibu seorang Nabi dan wanita istimewa. Kesulitan dan perjuangan seorang ibu tunggal dalam al-Quran, dialami oleh Maryam AS, ibunda Nabi Isa AS.

Al Qur'an, menggambarkan keadaan sulit dan menghimpit. Bahkan mengharuskannya untuk pergi menjauh dari keluarga dan kampungnya, dalam kondisi mengandung seorang anak, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh (QS. Maryam: 22).
Maryam AS sendirian dalam mengatasi penderitaan dan kesakitan, dan kekhawatiran.

Maryam AS juga terbayang cemoohan masyarakat setelah mengetahui dirinya melahirkan tanpa memiliki suami.
Dalam sakitnya melahirkan seorang diri, dia meratap “Wahai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” (QS. Maryam: 23).Keadaan Maryam AS demikian sedih dan ucapannya menggambarkan kecemasan yang mendalam. 

Ada surat lain di dalam al-Quran, ibu Nabi Musa AS dikisahkan sebagai seorang Ibu tunggal majazi. Ia berperan sendiri sebagai orang tua tunggal karena tinggal jauh dari suaminya. Seorang ibu tersebut melahirkan Nabi Musa AS di tengah kondisi yang tidak aman bagi keberlangsungan hidup bayinya. Ibu Nabi Musa AS diliputi rasa kekhawatiran yang tinggi setelah melaksanakan perintah yang diilhamkan Allah SWT padanya, demi keselamatan bayinya. Ada konflik batin yang sangat menyakitkan sebagai seorang ibu yang harus menghanyutkan bayinya di sungai. Saat itu, Hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman kepada janji Allah (QS. Qashash: 10).

Al-Qur’an menampilkan kedua ibu tunggal ( single parent) sebagai wanita yang beriman dan percaya kepada Tuhannya. Kedua wanita itu menjalani perjuangan itu dengan ikhlas, disertai ketaatan dan keimanan kepada Allah SWT.

Maryam AS kembali beradaptasi dengan masyarakatnya yang heran dan terkejut atas kelahiran puteranya. Namun, ia tidak melarikan diri atau bersembunyi. Maryam AS menghadapinya dengan keyakinan pada pertolongan Allah SWT. Begitu pula Ibu Nabi Musa, ia hampir tidak sanggup menahan siksaan batinnya, tetapi ketabahan dan keteguhan hatinya, pada akhirnya, membawanya pada kebahagiaan bersatu dengan bayinya.

Maryam dan Ibu Nabi Musa AS sama-sama memiliki keberanian besar dalam perjuangannya. Mereka berdua memiliki komitmen yang kuat di jalan yang Allah berikan. Kita tentu melihat kedua ibu tunggal ini memiliki karakter yang berani, percaya diri, teguh, dan berkomitmen. Beberapa potong kisah ibu tunggal ini semoga bisa menjadi inspirasi Anda yang kebetulan berstatus single parent . Kehidupan dua ibu ini dan dimuat di dalam al-Quran, memancarkan motivasi dan harapan untuk menjalani hari-hari dengan kualitas spiritual yang lebih baik.
Disadari atau tidak , single parent, kadang diremehkan lingkungannya. But, must go on. Enggak perlu minder dan merasa berat menjalani kehidupan di dunia. Sebagai wanita kita bisa menanamkan pada diri bagaimana  perjuangan Maryam dan Ibu Nabi Musa AS.

Kedua wanita ini selalu mendekatkan diri pada Allah, berdoa. Insya Allah, semua beban hidup akan terasa lebih ringan.
Saya mengatakan ini karena sadar manusia hanya bisa berencana tetapi semua kembali pada ketetapan Allah. Dan Allahlah yang menentukan semuanya. Sebab semua yang terjadi pada kehidupan kita sudah tertulis di Lauhul Mahfudz sebelum kita diciptakan. Apapun yang terjadi semua sudah menjadi takdir-Nya.
Siapa pun pasti tak pernah berharap menjadi orang tua tunggal (single parent). Keluarga yang lengkap dan utuh merupakan idaman setiap orang.

Saya tahu, menjadi single parent dalam sebuah rumah tangga tentu saja tidak mudah. Ini berlaku bagi seorang isteri yang ditinggalkan suaminya, karena meninggal atau bercerai.

Sebagai seorang wanita semestinya lebih tahanbanting karena secara sunnahtullah wanita terlatih untuk 'kuat' menghadapi darah menstruasi di awal balighnya, hamil, dan melahirkan anaknya.Dengan kata lain, seorang single parent membutuhkan perjuangan berat untuk menjadi doble peran sebagai seorang ayah dan ibu bagi buah hatinya dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Stephen Atlas, pengarang buku Single Parenting, menuliskan, saat keluarga dengan orang tua tunggal memiliki kemauan untuk bekerja membangun kekuatan yang dimilikinya, itu bisa membantu mereka untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Pesan moralnya, setelah menyandang status single parent perempuan harus siap untuk menjalani peran ganda, yaitu sebagai ibu yang harus merawat dan mendidik anak-anaknya sekaligus ayah bagi anak-anaknya.

Saran saya perbanyaklah ibadah. Lakukan sholat wajib tepat waktu. Apalagi Anda mau menambah dengan sholat sunnahnya, sholat dhuha, sholat tahajud, puasa senin-kamis, ikut kajian-kajian keagamaan di sekitar rumah atau masjid terdekat.

Berbekal ketakwaan padaNya, saya yakin perjuangan seorang wanita sebagai orangtua tunggal benar-benar diuji oleh Allah Subhanahu wa ta'ala sekaligus dilindungiNya. Insya Allah, dengan ketakwaan padaNya seorang perempuan berstatus single parent yang mampu bertahan dalam situasi kehidupan yang ada hedonnya, ia akan mendapat keutamaan di akhirat kelak.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat ‘Auf bin Malik, Rasulullah bersabda: Kelak pada hari kiamat aku bersama wanita yang kedua pipinya kehitam-hitaman (karena sibuk bekerja dan tidak sempat berhias) seperti ini -memberi isyarat dengan jari tengah dan jari telunjuk-. Yaitu seorang wanita janda yang ditinggal mati oleh suaminya, mempunyai kedudukan dan berwajah cantik, ia menahan dirinya (tidak menikah) untuk merawat anak-anaknya hingga mereka dewasa atau meninggal.” (HR. Abu Daud).

Oleh karenanya, seorang istri yang memilih untuk tidak menikah lagi, dan menafkahi anak-anaknya dengan tangannya sendiri sampai mereka dewasa atau dia meninggal, maka ia akan diberikan pahala yang besar dan kelak di surga akan didekatkan dengan Rasulullah SAW. Insya Allah.

Buat anda pembaca coretan "Jumat Berkah" ini dan kebetulan menjalani status single parent, jangan khawatir apa-apa never give up. Allah SWT selalu menyertai Anda Tirulah Maryam dan Ibu Nabi Musa AS. Ini agar Anda tidak tersesat oleh godaan setan di sekitar Anda. Insya Allah ketakwaan Anda makin meningkat. Bismillah. (Lordna Putri)

Berita Terbaru

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Keduanya Berasal dari 8 Tersangka Kasus yang Dilaporkan oleh Jokowi       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Delapan aktivis yang mempersoalkan keaslian ijasah Jo…

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto,  menyentil orang yang bicara di media sosial menganalisis terjadi perpecahan di lingkungannya. Prabowo …

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Cepy Lukman Rusdiana, Mantan Plt Kasubdit Fasilitasi Sarana, Prasarana dan Tata Kelola Direktorat Sekolah Menengah Pertama pada…

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Pansus Angket Haji DPR Temukan Sembilan Masalah Penyelenggaraan Haji 2024       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq me…

Komisi A DPRD Surabaya Minta Apartemen Bale Hinggil Kembalikan Hak Dasar Warga

Komisi A DPRD Surabaya Minta Apartemen Bale Hinggil Kembalikan Hak Dasar Warga

Selasa, 13 Jan 2026 19:32 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tindak lanjut dari aduan Paguyuban Warga Apartemen Bale Hinggil, Komisi A DPRD Kota Surabaya menggelar rapat , Selasa (13/1).…

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Tiket Jakarta - Aceh Termurah Rp 2,2 juta, Tiket Jakarta - KL Termurah Rp 789 Ribu     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful H…