MenPANRB: Anggaran Kemiskinan Rp500 T Namun Dampaknya Baru 0,5 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
MenPAN RB Abdullah Azwar Anas. Foto: KemenPAN RB.
MenPAN RB Abdullah Azwar Anas. Foto: KemenPAN RB.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah yang kurang terasa ke masyarakat.

Anas menilai program tersebut belum berdampak maksimal. Ia menuturkan, dampak yang terasa baru 0,5 persen. Padahal program tersebut telah menelan biaya Rp500 triliun.

“Ada banyak program K/L dan pemerintah daerah yang menghabiskan anggaran besar tapi sebagian tidak sejalan dengan target prioritas Bapak Presiden. Ini bisa kita lihat melalui anggaran kemiskinan yang tersebar kurang lebih Rp500 triliun, tapi dampaknya hanya 0,6 persen sampai 0,5 persen,” kata Anas dalam acara Talkshow RB Tematik di Universitas Indonesia, Kamis (2/3/2023).

Maka dari itu, Anas menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan tata kelola dari program tersebut. Ia menambahkan, program pengentasan kemiskinan dimasukkan sebagai salah satu program prioritas reformasi birokrasi (RB) tematik.

Hal tersebut bertujuan agar penilaian untuk mendapat kenaikan tunjangan kinerja didasari dari hasil penurunan angka kemiskinan. Sehingga akan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan.

“Jadi pemda tidak perlu lagi datang ke Jakarta untuk lobi, tidak perlu undang konsultan dan rapat di hotel-hotel. Cukup kurangi saja angka kemiskinan di kabupatennya, angka RB-nya otomatis melompat naik. Begitu juga terkait K/L sesuai program prioritasnya," jelasnya.

Menurutnya, saat ini anggaran kemiskinan sebagian besar dihabiskan pada program - program yang tidak memiliki relevansi terhadap penurunan angka kemiskinan. Ia menilai biaya untuk sosialisasi dan rapatnya lebih banyak jika dibandingkan biaya untuk memberi gizi seimbang ke masyarakat.

"Kadang sosialisasi dan rapatnya lebih tinggi dibandingkan biaya untuk memberikan telur dan gizi. Jaman saya kecil ya, dikasih satu mangkok bubur kacang hijau dengan perjalanan dinas menggunakan bus. Sekarang perjalanan dinas sudah pakai pesawat, masih satu mangkok juga, kira-kira gitu," ujarnya.

Dengan mekanisme penilaian RB tematik ini, Anas memastikan program-program pengentasan kemiskinan tidak lagi hanya sekadar formalitas untuk memberikan semangkuk bubur kacang hijau (burjo) bagi masyarakat miskin, melainkan lebih ke program yang memberi gizi seimbang.

"Jangan sampai penyampaiannya bagus tapi intervensi anggaran tidak jelas. Programnya kemiskinan, sosialisasinya banyak, tapi yang dibagi gizi untuk rakyat miskin masih satu mangkuk (bubur) kacang hijau," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, ke depannya anggaran program pengentasan kemiskinan tidak dihabiskan untuk sesuatu yang tidak relevan, melainkan difokuskan pada indikator-indikator konkret, dilihat dari kebijakannya, dukungan anggaran, perintah harian atau instruksi pimpinan dan pelaksanaannya di lapangan. jk

Berita Terbaru

Santoso Utomo dituntut 2 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Kesalahan Administratif Bisa Diperbaiki Tanpa Penjara

Santoso Utomo dituntut 2 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Kesalahan Administratif Bisa Diperbaiki Tanpa Penjara

Kamis, 15 Okt 2026 21:42 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 21:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya– Kuasa hukum Direktur Utama PT Bentang Persada Internusa (BPI), Santoso Utomo Tjioe, meminta majelis hakim Pengadilan Negeri S…

Konsisten Kawal Aspirasi, Deni Wicaksono Terima Emas Jer Basuki Mawa Beya

Konsisten Kawal Aspirasi, Deni Wicaksono Terima Emas Jer Basuki Mawa Beya

Kamis, 15 Okt 2026 21:20 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 21:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono, menerima Lencana Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Kategori …

HUT ke-81 Jatim, Musyafak Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat

HUT ke-81 Jatim, Musyafak Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat

Kamis, 15 Okt 2026 20:25 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menegaskan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan dan p…

Pemkab Sumenep Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar

Pemkab Sumenep Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar

Kamis, 15 Okt 2026 20:22 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Dana Cadangan Pilkada 2029 disiapkan Rp75 Miliar. Hal tersebut dinyatakan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Wakil…

Menyusuri Lima Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

Menyusuri Lima Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

Kamis, 15 Okt 2026 18:22 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pada 2026, lima ruas jalan di Kabupaten Lamongan dibangun melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah…

Klunting, Senjata Ampuh PKK Tekan Stunting

Klunting, Senjata Ampuh PKK Tekan Stunting

Kamis, 15 Okt 2026 18:21 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Upaya penurunan stunting di Kabupaten Lamongan menunjukkan capaian positif. Prevalensi stunting yang mencapai 27,5 persen pada…