Kemenag Lamongan Ingatkan Pelunasan Biaya Haji Tinggal Sehari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon Jamaah Haji asal Lamongan saat diberangkatkan dari Pendopo Lokatantra beberapa tahun lalu. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Calon Jamaah Haji asal Lamongan saat diberangkatkan dari Pendopo Lokatantra beberapa tahun lalu. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

Kini Masih ada 155 yang Belum Melakukan Pelunasan

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Penyelenggaraan Haji dan Umroh  Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan mengingatkan kepada Calon Jamaah Haji (CJH) yang belum melakukan pelunasan, agar segera melunasi hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Himbauan itu disampaikan oleh H. Abdul Ghofur, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Kamis (11/5/2023) saat dihubungi surabayapagi.com melalui pesan WhatsApp.

Disebutkan olehnya, batas waktu seperti yang ditentukan sebelumnya adalah terakhir pada sehingga  terakhir pada Jum'at (12/5/2023) sore." Bagi CJH yang belum melunasi biaya haji, masih ada waktu hingga besok sore (Jum'at red)," kata Abdul Ghofur menambahkan.

Ghofur juga menambahkan, dari data yang tertera dalam Real time  Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), dimana sebelumnya masih ada 180 CJH dari Kabupaten Lamongan yang belum melakukan pelunasan.

Namun jumlah itu berkurang saat ini hanya tinggal 155 CJH, karena ada 25 orang yang sudah melunasinya. "Untuk sementara data include 180 CJH itu yang belum melunasi tinggal 155 orang, karena sudah 25 orang yang sudah melakukan pelunasan," terangnya.

Sebanyak 155 orang ini tambah Ghofur panggilan akrabnya, di dalamnya sudah termasuk jamaah cadangan, yang sewaktu-waktu mereka bisa diberangkatkan. "Jumlah 155 ini adalah include di dalamnya jamaah cadangan yang posisinya waet and see, mereka siap berangkat siap tidak, kondisi inilah yang membuat jamaah tidak semua melunasi," bebernya.

Bagi yang belum melunasi kata Ghofur masih ada waktu sehari, atau terakhir pada 12 Mei 2023, sampai pukul 15.00 Wib pada sore. "Kita tunggu sampai besok sore," jelasnya.

Apabila sampai batas waktu penutupan pelunasan biaya haji itu belum terpenuhi, Ghofur menjelaskan, maka yang bersangkutan bisa dianggap sebagai CJH yang menunda keberangkatan.

Disebutkan olehnya, ada beberapa hal yang seringkali menjadi alasan CJH untuk menunda keberangkatan hajinya. Penundaan itu ada yang disertai dengan surat pernyataan dan ada yang tidak disertai pernyataan. 

Adapun alasan yang kerap melatarbelakangi penundaan itu, sebut Ghofur, adalah alasan keluarga yang disertai dengan surat pernyataan. Ada pula alasan lain seperti menunggu, belum adanya biaya, faktor kesehatan atau sakit, meninggal dunia dan alasan kedinasan lainnya yang disertai surat pernyataan.

"Untuk yang non pernyataan yang kami himpun dari berbagai pihak terbanyak karena meninggal dunia, belum ada biaya, sakit, menunggu dan kesehatan. Selebihnya, karena masih cadangan, dimana cadangan ada yang melunasi ada yang tidak," imbuhnya. 

Diungkapkan oleh Ghofur, demi memenuhi jumlah CJH sesuai dengan porsi kuota yang telah ditetapkan, maka kekosongan kuota tersebut bakal diisi oleh CJH cadangan. "Tercatat, di Lamongan mendapat tambahan jumlah jamaah cadangan sebanyak 245 orang pada tahun ini," terangnya.

Jumlah jamaah cadangan tersebut dihitung berdasarkan 15 persen kuota jamaah yang hendak diberangkatkan ke Tanah Suci. "Jamaah cadangan ini urut porsi. Jadi, yang tidak bisa melunasi dengan alasan tadi, maka jamaah cadangan ini yang akan secara otomatis mengisi kursi jemaah yang menunda keberangkatan hajinya," tandasnya. 

Sementara itu, Kabupaten Lamongan tahun ini akan mendapatkan kuota CJH sebanyak 1.770 orang, yang terdiri dari 1.625 orang ditambah cadangan sebanyak 145 orang. Sebagian diantara CJH asal Lamongan ini akan bergabung dengan daerah lain saat pembagian kelompok terbang (kloter). jir

Berita Terbaru

Batang Hidungnya tak Tampak

Batang Hidungnya tak Tampak

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hingga semalam (12/7), mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, masih belum…

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Inggris mengandalkan kedalaman skuad yang merata dan ketajaman Harry Kane, sedangkan Argentina bermodal mental juara bertahan dan…

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejak Sabtu, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah (FA) Febrie ditetapkan tersangka…

Jangan Saling Buka Borok

Jangan Saling Buka Borok

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya mendukung pelimpahan 3 kasus korupsi yang sebelumnya ditangani Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Agung…

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di balik dinding kayu sebuah rumah di Sentul, Bogor, penyidik menemukan brankas tersembunyi berisi 74 kilogram emas dan uang tunai…

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menghormati kesepakatan antara Polri dan Kejagung yang memutuskan penanganan perkara Febrie Adriansyah kepada Kejagung. Kita…