Pencetus AI Pertama Resign Dari Google, Ingatkan Bahaya Untuk Manusia

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 15 Mei 2023 13:33 WIB

Pencetus AI Pertama Resign Dari Google, Ingatkan Bahaya Untuk Manusia

i

Dr. Geoffrey Hinton resmi resign dari Google. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengembangan artificial intelligence atau AI tak hanya memiliki berbagai potensi positif, tetapi juga dibarengi dengan resiko bahaya bagi manusia. Contohnya, artificial intelligence dapat menggunakan suara Ariana Grande yang sangat tinggi, namun Ariana Grande tidak menyanyikan secara langsung lagunya tersebut.

Inilah permasalahan-permasalahan yang berkembang terkait dengan pengembangan dari artificial intelligence atau AI yang kini sedang hangat diperbincangkan.

Baca Juga: Sambut Lebaran, Realme Hadirkan Inovasi Baru Lewat Experience Store Pertama di Indonesia

Menanggapi kasus tersebut, pemilik gelar 'Godfather Of AI' Dr. Geoffrey Hinton resmi resign dan pamit undur diri dari Google lantaran dirinya paham betul bagaimana bahaya artificial intelligence atau AI bagi umat manusia apabila dikembangkan secara berlebihan.

"Sebenarnya saya pergi dari Google agar bisa berbicara tentang bahaya AI tanpa mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap Google," cuitan @geoffreyhinton pada akun Twitternya, dikutip Senin (15/05/2023).

Sebagai informasi Dr. Geoffrey Hinton merupakan salah satu anggota Google selama satu dekade terakhir ia sudah mulai mengembangkan AI sejak era 70an tepatnya ketika masih menjadi mahasiswa pascasarjana di Universitas edinburgh.

Baca Juga: USTDA Hibahkan Rp 31,3 Miliar, Fokus di Pengembangan Teknologi IKN

Kemudian pada tahun 2012 lalu Dr. Geoffrey Hinton bersama dua muridnya menciptakan sebuah terobosan jaringan saraf yang dapat mengidentifikasi gambar dan item pada foto.  

Hal ini pun menarik Google sehingga mereka mengakuisisi perusahaan Dr. Geoffrey Hinton, kekhawatiran pun muncul dikarenakan AI yang kian berkembang.

Dr. Geoffrey Hinton menyebut Google dan berbagai perusahaan teknologi Ai lainnya terlibat dalam persaingan yang tidak mungkin dihentikan dan berbahaya.

Baca Juga: Lewat Gebyar Gemoy, KomITS 08 Siap Sumbang Ide Masalah Teknologi ke Prabowo-Gibran 

Dr. Geoffrey Hinton juga bahkan telah berbicara secara terbuka mengenai potensi Ai yang berbahaya, tetapi disisi lain dapat menguntungkan umat manusia di waktu yang sama.

Hal ini Dr. Geoffrey Hinton utarakan setelah hengkang dari Google artinya ini memang sudah tidak ada lagi beban dan memikirkan Citra dari Google sendiri. Dr. Geoffrey Hinton memutuskan untuk keluar terlebih dahulu dari Google dan memutuskan untuk memperingatkan masyarakat bahwa Ai ini berbahaya.

Menurut Dr. Geoffrey Hinton berbahaya kalau dikembangkan secara berlebihan, harus ada batasan-batasan yang berarti butuh regulasi yang jelas, tapi perkembangan Ai sendiri masih belum terlalu sedetail dikarenakan teknologi akan terus berkembang. dsy/hh

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU