ASN Surabaya Diwajibkan Belanja di Toko Kelontong hingga Pasar Tradisional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Logo e-Peken Surabaya. Foto: Pemkot Surabaya
Logo e-Peken Surabaya. Foto: Pemkot Surabaya

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mensejahterakan para pedagang pasar hingga toko kelontong atau pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut dibuktikan dengan banyak program yang pro terhadap para pelaku UMKM dan pedagang pasar tradisional. Adapun salah satu programnya adalah e-Peken.

Sekretaris Daerah Pemkot Surabaya Ikhsan mengungkapkan bahwa terdapat1.100 toko kelontong hingga pedagang tradisional dari Surabaya yang bergabung di e-Peken.

“Dan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) Surabaya wajib belanja di e-Peken," kata Ikhsan, Sabtu (8/7/2023)

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya itu mennyampaikan bahwa setiap ASN Surabaya memiliki minimal kuota yang ditetapkan saat belanja di e-Peken. Ia mencontohkan, camat di kota Surabaya yang diwajibkan belanja di e-Peken minimal sebesar Rp 2 juta.

"Bisa saja lebih dari Rp 2 juta ya," ujarnya.

Ikhsan memaparkan, Kota Surabaya memiliki ratusan pasar tradisional yang dikelola beberapa pihak. Di antaranya yakni, 12 pasar yang dikelola Dinas Koperasi dan Perdagang Surabaya, 62 pasar yang dikelola LKMK Surabaya, dan 67 pasar diawasi oleh PD Pasar Surya Surabaya. Sementara untuk wilayah Jawa Timur memiliki kurang lebih sekitar 2.209 pasar.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Pemkot Surabaya tidak menutup kemungkinan untuk bisa bekerjasama dengan pihak transportasi online ke depannya.

"E-Peken itu kan bisa diantar oleh pengemudi online. Pasti saling membutuhkan dan berpotensi kerjasama kok," tutupnya. sb

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…