Professor: Vaksin Penting untuk Kucing

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Jakarta -  Kasus kematian puluhan kucing di daerah Sunter, Jakarta Utara, memicu kekhawatiran di antara para pencinta kucing. Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan kucing adalah dengan memastikan mereka menerima semua vaksinasi yang direkomendasikan.

Seorang profesor klinis di Texas A&M School of Veterinary Medicine & Biomedical Sciences, Lori Teller, mendorong para pemilik untuk memvaksinasi anak kucing dan kucing mereka agar terlindungi dari penyakit-penyakit yang bisa berakibat fatal.

"Anak kucing harus mulai mengunjungi dokter hewan saat berusia 6-8 minggu, di mana vaksinasi akan diberikan secara bertahap hingga mereka berusia 16-20 minggu. Di sisi lain, kucing yang diadopsi sebagai kucing dewasa harus mengunjungi dokter hewan dan menerima vaksinasi sesegera mungkin," kata Teller seperti dilansir Texas A&M Today.

Beberapa penyakit yang menjadi ancaman bagi kucing antara lain panleukopenia yaitu penyakit menular yang oleh parvovirus. Ada juga rhinotracheitis yaitu infeksi yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas. Jika seekor kucing terkena panleukopenia, semua sel darah putihnya akan lumpuh sehingga tidak dapat melawan infeksi lain. Penyakit ini sering kali menyebabkan kematian. 

“Selain itu, sekali kucing terkena rhinotracheitis, umumnya akan menjadi membawa penyakit ini seumur hidup dan dapat mengalami kambuhnya masalah pernapasan ketika mereka stres atau ketika sistem kekebalan tubuh menurun,” kata Teller.

Menurut Teller, ada vaksin kombinasi yang dapat melindungi kucing dari panleukopenia, rhinotracheitis, serta ulkus atau luka yang berkembang di mulut dan lidah kucing. Selain itu, kucing yang keluar rumah harus di vaksinasi untuk mencegah leukemia kucing, virus yang sangat menular dan mudah menyebar di antara kucing.

Leukemia kucing paling sering menyebar melalui air liur dan cairan hidung, sehingga kucing yang berbagi tempat makan dan minum, saling mengelus, atau saling menggigit saat berkelahi dapat menyebarkan virus ini. "Virus ini dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh tertekan dan membuat kucing rentan terhadap infeksi lain, serta kanker, yang semuanya berpotensi berakibat fatal,” kataTeller.

Vaksin yang dibutuhkan kucing biasanya tergantung pada status kesehatan, usia, gaya hidup, dan penyakit apa yang umum terjadi di suatu daerah. Dokter hewan adalah orang yang paling tepat untuk mengevaluasi kebutuhan vaksinasi dan seberapa sering vaksin tersebut harus diberikan untuk melindungi kucing.

Ada juga vaksin yang dibutuhkan kucing terlepas dari gaya hidup mereka, seperti rabies. Teller mengatakan bahwa rabies, yang hampir selalu berakibat fatal, dapat ditularkan ke kucing oleh satwa liar, termasuk kelelawar, anjing hutan, rakun, dan sigung.

Selain vaksinasi, Teller menyarankan agar pemilik melindungi kucing mereka dari penyakit yang disebarkan oleh nyamuk dan kutu. Setelah vaksinasi, kucing mungkin mengalami reaksi ringan dan berlangsung singkat (malaise), seperti tidak nafsu makan, lesu, dan demam yang akan sembuh tanpa pengobatan. Jarang terjadi reaksi alergi yang lebih serius dan dapat berupa muntah, diare, pembengkakan pada wajah, kesulitan bernapas, atau sarkoma pada tempat suntikan.hlt/na

Tag :

Berita Terbaru

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep- Advokat sekaligus pelapor penggelapan tanah kas desa (TKD) di Kab. Sumenep, H. Mohammad Siddik mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep …

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…