Pengadilan Negeri Lamongan Kabulkan Gugatan Nasabah PT BPR Dinar Pusaka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Keluarga nasabah pakai kopyah yang juga saksi dalam persidangan menunjukan putusan PN Lamongan bersama dengan penasehat hukumnya. SP/MUHAJIRIN 
Keluarga nasabah pakai kopyah yang juga saksi dalam persidangan menunjukan putusan PN Lamongan bersama dengan penasehat hukumnya. SP/MUHAJIRIN 

i

Nasabah Hanya Melunasi Sisa Hutang Pokok, Denda dan Biaya Lainya Dihapus 

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pengadilan Negeri Lamongan akhirnya memutus perkara gugatan nasabah PT BPR Dinas Pusaka, atas gugatan Arif Rahman dan Masruah dengan mengabulkan semua gugatannya yang hanya melunasi hutang pokok, dan membebaskan biaya denda dan lainnya kepada tergugat.

Dalam amar putusannya Hakim Ketua, Dr. Maskur Hidayat, SH.,MH bersama Hakim Anggota Olyviarin R, Taopan, SH.,MH dan Satriany Alwi, SH.,MH, menguatkan putusan atas Hakim Tunggal Nunik Sri Wahyuni, SH.,MH dan hakim Tunggal Edy Alex Serayok, SH.,MH tertanggal 22 Juni 2023.

"Hasil putusan nomor perkara ; 1/Pdt.GS/K/2023/PN LMG dan 2/Pdt.GS/K/2023/PN LMG, dinyatakan berkekuatan hukum tetap (Inkrah) oleh Hakim Pemeriksa Pengadilan Negeri Lamongan," kata Eko Fariz Fahyudiono, SH penasehat hukum penggugat, dalam rilisnya Senin (24/7/2023).

Disebutkannya, dengan putusan itu kata Fariz panggilan akrabnya,  PT BPR Dinar Pusaka dinyatakan telah terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap kedua nasabah, Arif Rahman dan Masruah asal Jl. Pramuka 145, RT/RW, 001/007, Desa/Kecamatan Babat, Lamongan. 

Pihaknya sangat mengapresiasi putusan PN Lamongan itu yang telah mengabulkan semua seluruh petitum dalam gugatan. "Alhamdulillah, bunga, denda dan biaya lain dihapus. Hanya melunasi sisa hutang pokok. Pertimbangan majelis hakim sudah tepat dan mencerminkan asas keadilan, kepastian hukum serta kemanfaatan. Itu bukti nasabah punya hak,” ujar pengacara muda yang berkantor di Perum BPR, Jl. Permata 7 no 25, Tanjung, Lamongan menegaskan.

Dijelaskan olehnya, gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) itu menyangkut hutang piutang. Tercatat, kedua nasabah tersebut menggunakan fasilitas kredit di PT BPR Dinar Pusaka pada tahun 2016 dan 2017 lalu. 

Arif Rahman mendapatkan fasilitas dengan nilai Rp 95 juta, sudah melakukan prestasi (angsuran) 21 kali. Sedangkan, Masruah mendapatkan fasilitas kredit Rp 70 juta, sudah melakukan prestasi (angsuran) 10 kali. Lantaran bangkrut, pembayaran angsuran ditangguhkan. 

Dengan itikad baik, terang Fariz, pihaknya mengirimkan surat permohonan pelunasan bebas bunga, denda maupun ongkos lain (BDO) dan meminta Salinan perjanjian ke kantor PT BPR Dinar Pusaka, Taman – Sidoarjo, bulan Februari lalu hingga tembusan ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur.  

“Beberapa kali kami melakukan negosiasi, malah klien kami mendapat dua kali somasi dari pengacara pihak bank untuk pelunasan, sisa pokok, bunga, denda dan biaya pengacara. Nilai totalnya Rp 452.265.600,” kata Fariz Advokat asal Surabaya ini didampingi rekan Advokat Minarto, SH. 

Dalam somasi tersebutkan nilai tunggakan denda lebih besar daripada sisa hutang pokok. Padahal nilai sisa hutang pokok keduanya berjumlah Rp 101.405.591. Ditambah juga biaya pengacara dan lelang dibebankan nasabah. “Itu tidak logis. Apalagi, klien kami mendapatkan chat WhatsApp dari pengacara bank tentang pengajuan lelang ditambah hutang denda berjalan. Itu membuat klien kami semakin cemas,” bebernya. 

Sebagai dasar mempertahankan dan membela hak klien karena ada hak-hak yang dilanggar, selain mengajukan gugatan dengan nomor perkara ; 1/Pdt.GS/2023/PN LMG dan nomor perkara : 2/Pdt.GS/2023/PN LMG, sebelumnya atas dua Sertifkat Hak Atas Tanah yang dijadikan jaminan sudah dilakukan pemblokiran di BPN Lamongan. 

“Kami berharap pihak PT BPR Dinar Pusaka memenuhi dan dapat mematuhi isi putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkrah) tersebut,” terangnya.

Sementara itu kuasa hukum PT BPR Dinar Pusaka Elfran Agung Sudrajat, S.H, M.B.A dikonfirmasi surabayapagi.com melalui pesan WhatsApp enggan untuk mengomentari hasil putusan ini. Ia beralasan kalau dirinya tidak ada wewenang untuk menjawabnya. "Tanya ke direktur BPR saja, saya tidak wewenang menjawab," ujarnya saat menjawab chatting melalui  WhatsApp nya.

Terpisah Yohanes Kepala Cabang BPR Dinar Pusaka Lamongan saat dikonfirmasi juga enggan untuk mengomentari atau menanggapi atas putusan Pengadilan Negeri yang memenangkan gugatan nasabah. "Mohon maaf sekali ya pak, untuk tanggapannya wewenang pimpinan saya," demikian isi jawaban balasan chatting melalui WhatsApp yang diterima oleh surabayapagi.com. jir

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…