Naufal Zidan, Mahasiswa UI yang Dibunuh Seniornya, Dikenal Berprestasi: 'Kuliah Tanpa Tes'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim Polres Depok menunjukkan barang bukti yang digunakan Altafasalya Ardnika Basya (AAB) saat membunuh Muhammad Naufal Zidan, mahasiswa UI. SP/ JKT
Tim Polres Depok menunjukkan barang bukti yang digunakan Altafasalya Ardnika Basya (AAB) saat membunuh Muhammad Naufal Zidan, mahasiswa UI. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Viralnya kasus pembunuhan Muhammad Naufal Zidan, mahasiswa Universitas Indonesia oleh seniornya yang juga kakak angkatan dan teman dekatnya Altafasalya Ardnika Basya (23) menjadi perhatian masyarakat.

Pasalnya, paman Naufal yakni Fais mengungkapkan bahwa sang pelaku sudah dianggap seperti saudaranya sendiri. "Saya juga heran mengapa Altaf (sapaan pelaku) bisa sekeji itu. Padahal, Altaf sudah dianggap seperti kakaknya sendiri. Makanya saya tidak habis pikir kok tega sampai membunuh Naufal,” kata Fais, Minggu (06/08/2023).

Fais juga sudah bertemu pelaku. Ia ingin sang pelaku, Altaf mempertanggung jawabkan perbuatannya di pengadilan. “Ada raut wajah penyesalan dari Altaf dan ia juga sudah meminta maaf. Tapi kembali lagi, kalau dia ada diposisi seperti keluarga korban bagaimana,” terang Fais.

Hal tersebut lantaran kejadiaan naas tersebut diketahui sangat keji, korban Zidan dibunuh dengan sadis yaitu ditusuk beberapa kali, dan jasadnya dimasukkan ke dalam kantong sampah dua lapis.

Padahal menurut Fais, Muhammad Naufal Zidan dikenal sebagai orang yang baik dan penurut. Selain itu, Naufal juga memiliki sejumlah prestasi sehingga bisa masuk Universitas Indonesia melalui jalur prestasi.

“Naufal punya mimpi besar yaitu ingin menjadi doktor. Sehingga bisa membawa keluarganya lebih sukses. Dia juga ingin menjadi contoh yang baik untuk keluarga. Ayahnya juga berharap dia jadi doktor, agar bisa bermanfaat di kampungnya sendiri," ungkap Fais.

Sementara itu, mengenai tindak lanjut pihak keluarga, Fais menuturkan, keluarga Naufal akan terus mengawal kasus ini.

"Saya juga meminta tolong kepada media, untuk turut membantu mengawal kasus ini, agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal dengan apa yang telah diperbuat," pungkas Fais.

Sementara awal penemuan jasad Naufal diketahui Wakasatreskrim Polres Metro Kota Depok, AKP Nirwan Pohan dari nomor ponsel korban yang sudah tidak aktif ketika beberapa kali dihubungi saudara dekat korban. Merasa ada yang janggal, saudara Naufal akhirnya datang ke kosnya untuk mengecek.

Ketika sampai kos ternyata dikunci. Akhirnya kecurigaan semakin kuat karena nomor korban sudah dua hari tidak aktif, padahal biasanya sering menghubungi keluarganya.

Kecurigaan dari pihak keluarga ternyata terbukti. Jasad Naufal ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik sampah dua lapis di kosnya.

"Jasad terbungkus dalam plastik warna hitam, di bawah kolong tempat tidur. Dalam kamar itu berantakan, tapi terlihat sempat dibersihkan," jelasnya.

Naufal Zidan Dikenal Berprestasi dan Bercita-cita Lanjut Kuliah ke Rusia

Sebagaimana diketahui, Naufal yang merupakan orang asal Lumajang berkuliah di Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI). Selain berbakat di bidang akademik, Naufal disebut juga memiliki bakat dari hobinya di bidang e-sport. Sebelum meninggal, Naufal sebenarnya juga akan mengikuti pertandingan e-sport.

Menurut Regina, salah satu teman angkatan Zidan semasa SMA dulu, almarhum menjadi satu-satunya siswa yang keterima UI melalui jalur SNMPTN.

“Dulu sempat bikin heboh satu SMA karena keterima UI jalur SNMPTN,” ucapnya.

Menurutnya, hal itu karena di SMA tempat menimba ilmu belum ada yang pernah tercatat keterima berkuliah di UI. Terlebih jika melalui jalur prestasi seperti SNMPTN, yakni seleksi nasional berbasis rapot.

Lebih lanjut, Regina mengatakan jika selama SMA dulu, Zidan merupakan siswa kelompok belajar cepat.

“Jadi dia lulus 1 tahun lebih cepat, bisa dibilang akselerasi gitu dan jumlah akselerasi di sekolah saat itu sekitar 30 orang termasuk Zidan,” tukasnya, Minggu (06/08/2023).

Berdasarkan latar belakang tersebut, alumni dari SMA Negeri 1 Probolinggo, Jawa Timur ini pun dapat diterima dengan mudah di kampus UI, yang notabene menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Indonesia.

Tak hanya itu, kenangan soal sosok cerdas Naufal juga diungkap oleh keluarga. Naufal disebut sudah belajar bahasa Rusia sejak SMA.

"Cita-cita korban ini memang kepengin sekali melanjutkan studinya ini di FIB, khususnya bahasa Rusia. Karena memang sejak SMA dia ini sudah belajar bahasa Rusia," kata Fathoni selaku paman Naufal Zidan.

Fathoni menilai sosok almarhum sebagai anaknya cerdas di bidang tersebut. Fathoni juga mengatakan MNZ berkeinginan meraih beasiswa setelah lulus dari UI.

"Dan sudah diantara teman-teman di kampus bisa dibilang dia yang lebih menguasai, keinginan dia mendapat beasiswa untuk lanjut kuliah ke Rusia setelah lulus dari UI," ungkapnya.

Kini, perasaan duka cita juga turut dirasakan teman-temannya. Mereka membanjiri kolom komentar pada akun instagramnya milik almarhum.

Sejumlah kolega Zidan, mengucapkan bela sungkawa karena kehilangan korban. Di mata teman-temannya, ternyata mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, jurusan Sastra Rusia angkatan 2022 ini dikenal sebagai sosok anak yang baik dan berprestasi. 

Jenazah Naufal Zidan tiba di rumah duka pada Sabtu (05/08/2023). Jenazah itu kemudian disalatkan di musala kelurahan setempat. dsy

Berita Terbaru

KAI Dukung Program Diskon Transportasi dari Pemerintah untuk Kereta Ekonomi Komersial di Wilayah Daop 7 Madiun

KAI Dukung Program Diskon Transportasi dari Pemerintah untuk Kereta Ekonomi Komersial di Wilayah Daop 7 Madiun

Sabtu, 06 Jun 2026 18:28 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 18:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Liburan Sekolah lebih hemat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyatakan dukungan penuh terhadap program…

Kuasa Hukum 2 Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp1,4 M Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

Kuasa Hukum 2 Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp1,4 M Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

Sabtu, 06 Jun 2026 18:24 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kasus penolakan pembayaran proyek pengadaan pipa di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo kembali mencuat.…

Sparta Pena FC Tumbangkan Bank Jatim 3-2 di Laga Penuh Kontroversi  ‎

Sparta Pena FC Tumbangkan Bank Jatim 3-2 di Laga Penuh Kontroversi ‎

Sabtu, 06 Jun 2026 15:16 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 15:16 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sparta Pena FC Madiun meraih kemenangan setelah menundukkan Bank Jatim dengan skor 3-2 dalam lanjutan Mini Soccer Grup D Kapolres Cu…

Komitmen Jaga Iklim dan Lingkungan, PLN UID Jatim dan DLH Surabaya Tanam 60 Pohon

Komitmen Jaga Iklim dan Lingkungan, PLN UID Jatim dan DLH Surabaya Tanam 60 Pohon

Sabtu, 06 Jun 2026 15:10 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 15:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur bersama Dinas Lingkungan Hidup…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi, Thariq Siapkan Eksepsi   ‎

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi, Thariq Siapkan Eksepsi  ‎

Sabtu, 06 Jun 2026 13:39 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 13:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Thariq Megah, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, dijadwalkan menjalani sidang perdana kasus d…

Kesadaran Gizi Meningkat, Industri Susu Formula Hadapi Tuntutan Kualitas dan Proses Produksi

Kesadaran Gizi Meningkat, Industri Susu Formula Hadapi Tuntutan Kualitas dan Proses Produksi

Sabtu, 06 Jun 2026 13:25 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Kesadaran orang tua terhadap pemenuhan gizi anak sejak dini terus meningkat, seiring bertambahnya informasi terkait kandungan nutrisi d…