Sumur Sawah Mengering, Para Petani di Ngawi Gagal Panen dan Pasrah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu tanaman padi milik petani di Desa/Kecamatan Paron Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang sudah mati akibat kurang air di musim kemarau. SP/ NGW
Salah satu tanaman padi milik petani di Desa/Kecamatan Paron Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang sudah mati akibat kurang air di musim kemarau. SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Para petani di Desa/Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi mengalami gagal panen lantaran sumur sawah yang mereka buat mengering di musim kemarau saat ini, sehingga tidak ada pengairan.

Salah satu petani Desa setempat, Sarwono, mengaku jika sawahnya seluas 3,5 hektar pun dipastikan mati. Dirinya merugi sekitar Rp50 juta untuk biaya tanam.

“Ini kekurangan air, air tidak mencukupi akhirnya tanaman mati. Seluas 3,5 hektar, sudah tidak mampu ya sudah pasrah ini Rp50 juta melayang. Petani yang lain kalau air masih mencukupi ya masih ada kembalian sedikit,” kata Sarwono, Senin (28/08/2023).

Sama halnya dengan Wawan Ariawan, petani yang lain pun masih mencoba untuk mempertahankan tanaman padi yang sudah hampir mati akibat kurangnya asupan air.

“Ya masih coba kami tali begitu ya. Supaya tetap mau berbuah. Semoga masih bisa balik modal separo,” katanya.

Kini memasuki musim kemarau dan cuaca panas yang ekstrim, sebagian petani sudah meninggalkan lahan sawah mereka dan dibiarkan mati karena kurang air. Meski mereka tetap bersedih karena tak bisa balik modal dan harus ikhlas merugi. ngw-01/dsy

Berita Terbaru

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…