Deklarasi Last Minute

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M. Khadaffi
Raditya M. Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Pemilu 2024 baru dibuka mulai 19 Oktober hingga 25 November 2023. Praktis ada waktu sekitar 45 harian.

Aneh! Elite politik pun suka mepet-mepet. Kata anak muda, pacaran bila tidak pepet-pepetan kurang asyik.

Ini politik!. Mereka mau mendeklarasikan bersama cawapresnya, kok mau last minute? Apakah ini bagian dari strategi berpolitik mereka? Bisa jadi!

Deklarasi last minute agar sosok cawapresnya tak terintip. Politik pun mengenal intip-intipan atau pantau memantau. Kalau pendapat saya ini benar, elite politik itu banyak yang ahli strategi kayak tentara.

Ada video unggahan akun TikTok @cueng_tv_official yang menggugah saya. Video berdurasi 21 detik itu menunjukkan aksi Tentara yang sedang mengintai lawan namun tak sadar jika ada King Kobra yang berdiri tegak di sampingnya.

Tentara ini dengan cepat menangkap ular berbisa tersebut. Menangkap masih dalam posisi tiarap. Setelah ular tertangkap, Tentara tersebut melanjukan misi sambil membawa King Kobra itu. Bisa jadi tim kampanye ketiga capres ini mengintai manuver lawan, tapi tak lengah dengan keadaan sekitarnya. Saya hampir tiap hari melihat kegiatan media sosial para capres dan relawannya. Termasuk memantau situs web dan menganalisis email pra-kampanyenya. Luar biasa! Ketiganya sama-sama aktif memanfaatkan teknologi informasi. Tenti untuk membantu memenangkan saat pilpresnya.

Analisis saya, mereka dan timnya bisa mengintai lawan politiknya. Mengintai untuk mengembangkan strategi politik. Misal, bakal capres Anies. Ia keliling daerah-daerah. Minggu ini ia mulai merangsek ke kampus UI. Anies menantang dialog dengan mahasiswa. Anies tebarkan topik kemiskinan. Sayang anggota BEM tak ada yang menanggapi. Konon sedang kuliah. Tapi tema pembangunan jalan tol sampai utang negara dan BUMN sudah di lempar ke publik melalui media sosial. Dalam pikiran akal sehat saya, Anies menebar tema-tema itu tentu untuk mencari suara. Ia menggoyang kebijakan kepemimpinan Jokowi.

 

***

 

Saya pantau ternyata dengan tema itu ada feed back dari publik di medsos. Bahkan ada yang berinteraksi dengan publik. Saya tidak tahu apakah mereka pengikut Anies atau sekedar nitizen iseng.

Saya mencatat apa yang dilakukan Anies , cara mempromosikan diri mengkritik dan tawarkan ide-idenya di media sosial.

Saya menebak bisa Jadi tim relawan dua capres pro-Jokowi, juga menganalisis email Anies, untuk bisa memperoleh dukungan agar tidak tergoda promosi ide-ide capres dukungan koalisi perubahan.

 

***

 

Gejala mendeklarasikan cawapres last minute, dalam pemahaman saya, bukan berarti capres Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, tak punya gacoan.

Saya ikuti hasil survei berbagai lembaga jajak pendapat nasional, posisi cawapres menjadi salah satu variabel penentu kemenangan dalam Pilpres 2024. Pantauan saya, elektabilitas calon presiden yang sering muncul hanya memiliki perbedaan yang tipis antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Beda dengan Anies Baswedan.

Contoh yang saya bisa amati adalah posisi Sandiaga Uno. Partainya sudah melakukan penandatangan kerjasama dengan Ketua Umum Megawati. Akal sehat saya berbisik 99% Sandiaga Uno, pengusaha tajir sudah diikat bakal cawapres Ganjar Pranowo. Salah satu perhitungan saya, Megawati ini politisi gaek. Apalagi ia anak proklamator Soekarno. Ucapan maupun perbuatannya konsisten, tidak pernah mencla-mencle.

Kalau kini ada beberapa narasi seolah Sandiaga disingkirkan PDIP, itu hanya gimmik belaka.

Saya ikuti Sandiaga Uno, terus pencitraan di ruang publik. Kesibukan Sandiaga dengan memanfaatkan jabatan menteri terkesan menumpuk. Kesan yang saya tangkap, ia abaikan clometan sebagian elite. Tapi Sandiaga, terus berkejaran dengan waktu. Ia menunggu hari deklarasi yang diatur Pj Ketua Umum PPP dan PDIP. Sandiaga Uno, mengambil posisi, seolah berada dalam keadaan serba kepepet.

Terkesan, kadang-kadang, Sandiaga Uno, menyepelekan proses, prosedur, dan detil pekerjaan pengumuman bakal cawapres Ganjar. Ini karena ia sudah punya keyakinan yang dipilih PDIP. Isyaratnya, ngapain saya resign dari jabatan tinggi di Partai Gerinda? Ngapain saya masuk di partai yang nafasnya megap-megap, kalau tak ada jaminan jadi cawapres 2024?

Saya anggap seolah Ganjar dan PDIP mengumumkan Sandiaga Uno, pada last minute, bukan karena. Konsep last minute, adalah strategi politik bersama PDIP dan PPP.

Sandiaga Uno, saya lihat tak kehilangan peluang penting jadi bakal cawapres Ganjar Pranowo .

Beda dengan gaya Partai Demokrat. Tampaknya budaya organisasi yang dibawa SBY, masih diikuti. Hal yang melekat dalam pikiran saya, SBY lihai memainkan konsep viktimologi. Saat masih menjadi presiden, acapkali SBY menarasikan korban kejahatan.

SBY menyebut kita dan anak-anak kita tergolong sebagai korban, bahasa inggirsnya yakni sebagai victim.

Maka itu, salah satu pendiri Partai Demokrat, Hencky Luntungan, menilai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) suka lakukan playing victim.

Antara lain lewat sebuah puisi SBY. Hencky berujar puisi tulisan SBY hanya penuh dengan kebohongan.

Sebut saja, kata Hencky, kebohongan pertama ialah mengenai klaim SBY yang telah 20 tahun bersama Partai Demokrat, hingga pengakuan mengenai SBY yang menjadi penggagas.

"Isi puisi ini adalah playing victim Terhadap mereka (korban) itu, solusinya adalah diterapi, disembuhkan dibimbing kembali di masyarakat agar dia punya masa depan," kata Hencky.

Tetapi di satu sisi SBY pula yang memposisikan dirinya sebagai orang yang teraniaya.

Maka itu, ada pengamat yang menilai SBY adalah master politik. Playing victim diduga sebuah strategi mengeruk suara rakyat. SBY dituding suka melakukan playing victim.

Permainan playing victim ini juga mulai dilirik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. AHY mengaku sudah tahu nama calon wakil presiden (cawapres) yang telah dikantongi Anies Baswedan. AHY menyarankan agar bisa diumumkan lebih cepat.

Tapi Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief risau, Anies tak segera umumkan cawapresnya.

Andi Arief, memberi target agar Koalisi Perubahan deklarasi di bulan Juni 2023. Menurutnya, Demokrat akan mulai memikirkan opsi lain jika tak kunjung ada deklarasi.

Ini saya nilai playing victim era AHY.

Dia yang jebolan mayor TNI, saya endus ikuti SBY, ayahnya yang dikenal sebagai salah satu ahli strategi ketika masih berkarir di militer.

Playing victim AHY terbaca. Minimal saya. Feeling saya, AHY yang berpeluang besar jadi cawapres Anies Baswedan.

Sedangkan Prabowo, meski tak diragukan kemampuannya dalam hal perang, urusan pilih bakal cawapresnya lebih pelik dari Anies dan Ganjar.

Saat ini, bakal cawapres Prabowo, punya stock lebih tiga figur. Sebagai militer, ia berpikir strategi. Salah satunya, menunggu goal-nya Gibran, dalam gugatan judicial review di MK.

Diluar ia juga tak menampik sorongan PAN yang ajukan Erick Thohir. Padahal sebelumnya ia sudah buat perjanjian kerjasama dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Menurut akal sehat saya, saat ini Prabowo, sedang bingung menentukan bakal cawapresnya. Ia berada dalam situasi buah simalakama.

Prabowo, menurut akal sehat saya lebih mementingkan cawapres "cawe cawenya" Jokowi.

Saya belum pahan strategi Prabowo, semacam itu. Beda dengab Jenderal L.B Moerdani yang saat menjabat sebagai Panglima ABRI antara 1983 hingga 1988 dikenal dengan strategi kucingnya. Ini digunakan selama pertempuran melawan pasukan Belanda. Strategi yang digunakan Benny, panggilan akrabnya, dengan bersembunyi dari pasukan musuh dan baru akan bertempur jika bertemu langsung. Strategi ini efektif untuk memecah konsentrasi tentara lawan.

Prabowo, meski punya "stock" bakal cawapres Muhaimin Iskandar dan Erick Thohir, juga belum segera mendeklarasikan pasangannya. Apa Prabowo, masih menunggu putusan MK soal urusan batas usia minimal cawapres 35 tahun. Isyaratnya Prabowo, bisa jadi ambil Gibran "anak ingusan" versi politisi senior PDIP, Panda Nababan.

Apa nama strategi Prabowo ini. Saya tidak paham untuk mengistilahkannya. Hal pasti Prabowo pun, juga bakal deklarasikan cawapresnya pada last minute jelang 19 Oktober bulan depan. Apa begitu Jenderal? Siap memantau. ([email protected])

Berita Terbaru

Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat

Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat

Kamis, 19 Feb 2026 12:30 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 12:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan asal Jepang, Toyota baru-baru ini kembali berhadapan dengan persoalan hukum di Amerika Serikat (AS) yang digugat melalui…

Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin

Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin

Kamis, 19 Feb 2026 12:24 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sebuah SUV offroad milik Hongqi baru-baru ini yang masih disamarkan tertangkap kamera tengah melakukan uji coba di musim dingin.…

Dibanderol Rp105 Juta, MPV Nissan Gravite Sasar Segmen Keluarga dengan Harga Terjangkau

Dibanderol Rp105 Juta, MPV Nissan Gravite Sasar Segmen Keluarga dengan Harga Terjangkau

Kamis, 19 Feb 2026 12:17 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Nissan Motor India resmi meluncurkan Nissan Gravite yang diposisikan sebagai MPV 7 tempat duduk tiga baris yang menyasar segmen…

Harga Cabai di Pasar Pasuruan Tembus Rp 120 Ribu Masuki Awal Bulan Ramadhan

Harga Cabai di Pasar Pasuruan Tembus Rp 120 Ribu Masuki Awal Bulan Ramadhan

Kamis, 19 Feb 2026 12:01 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Memasuki bulan suci Ramadhan, sejumlah harga bahan dapur di Kota Pasuruan mengalami kenaikan signifikan, salah satunya harga cabai…

Diduga Panic Buying, Warga Ngunut Tulungagung Keluhkan Kelangkaan LPG Subsidi 3 Kg

Diduga Panic Buying, Warga Ngunut Tulungagung Keluhkan Kelangkaan LPG Subsidi 3 Kg

Kamis, 19 Feb 2026 11:53 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 11:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama dua pekan lamanya, warga Tulungagung, Jawa Timur mulai mengeluhkan kelangkaan LPG bersubsidi 3 Kg di sejumlah pangkalan…

Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ditutup Total

Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ditutup Total

Kamis, 19 Feb 2026 10:57 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Diguyur hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di ruas jalan nasional Trenggalek-Pacitan. Diketahui, ruas jalan yang…