Musim Kemarau Panjang, 500 Lebih Embung di Bojonegoro Retak-retak Mengering

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 17 Sep 2023 13:36 WIB

Musim Kemarau Panjang, 500 Lebih Embung di Bojonegoro Retak-retak Mengering

i

Penampakan embung di Bojonegoro yang mengering dan retak-retak. SP/ BJN

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebanyak lebih dari 500 embung yang digunakan sebagai tumpuan irigasi bagi petani di sejumlah desa di Bojonegoro, Jawa Timur sudah kering kerontang dampak musim kemarau panjang. 

Menurut warga setempat, seiring memasuki musim kemarau panjang tersebut mengakibatkan salah satu embung atau waduk ukuran kecil di Dusun Kampung Baru, Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga: Sebagian Wilayah Jatim, Tahun 2024, Berisiko Kekeringan

Diketahui, keringnya embung di Dusun Kampung Baru tersebut sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir seiring memasuki puncak musim kemarau. Bahkan cuaca panas membuat tanah di dasar embung retak-retak.

“Diperkirakan mayoritas atau sebagian besar embung telah mengering, embung tersebut tersebar di sejumlah desa terutama di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro,” ucap Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air atau PU-SDA Pemkab Bojonegoro, Bungku Susilowati.

Baca Juga: Harga Pakan Unggas Naik, Peternak Ayam Broiler Menjerit dan Merugi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro sebelumnya juga telah memetakan, terdapat 32 desa di 10 kecamatan berpotensi terjadi kekeringan dan krisis air bersih.

“Puncak kekeringan di Bojonegoro akan terjadi pada Agustus mendatang,” kata Kalaksa BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto.

Baca Juga: Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Warga Gunung Kidul: Indonesia Butuh Prabowo

Sementara itu, akibatnya ribuan hektare areal pertanian dibiarkan mangkrak, lantaran tak bisa ditanami karena kondisi tanah yang terlalu kering.

Sebagai informasi, kemarau tahun ini diperkirakan lebih parah karena ada fenomena El Nino. Hal tersebut sesuai prediksi BMKG, puncak musim kemarau berlangsung bulan Agustus hingga September 2023. bjn-01/dsy

Editor : Desy P.

BERITA TERBARU