Pengerjaan Proyek Rp 2,8 Miliar di Peterongan Jombang Mundur Satu Bulan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proyek rekonstruksi di Jl KH Romli Tamim Rejoso, Kecamatan Peterongan.
Proyek rekonstruksi di Jl KH Romli Tamim Rejoso, Kecamatan Peterongan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Proyek rekonstruksi yang diampu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jl KH Romli Tamim Rejoso, Kecamatan Peterongan mundur satu bulan dari kontrak yang ditetapkan.

Mundurnya waktu pengerjaan proyek rekonstruksi di Rejoso, Peterongan yang menelan anggaran dana APBD 2023 sebesar Rp 2,8 miliar itu dengan dalih adanya perubahan desain. Proyek yang seharusnya mulai dikerjakan pada 21 Agustus, akan tetapi baru bisa dikerjakan pada 26 September.

Alhasil progres pekerjaan mengalami keterlambatan hingga 6 persen. "Iya terlambat pengerjaannya, karena ada perubahan desain. Awalnya saluran air ini lebarnya dua meter berubah menjadi 1,5 meter,” kata pelaksana proyek PT Tuwuh Handayani, Andi Yudha Pamungkas, Minggu (15/10/2023).

Adanya perubahan ini diketahui, setelah akan melakukan penggalian. Apabila saluran air digali dengan lebar dua meter akan memakan lahan warga. ”Akhrinya pertimbangannya mengubah desain,” tutur Yudha. Selain itu, yang mengakibatkan pekerjaan mundur juga karena adanya soialisasi ke warga sekitar proyek.

”Yang lama juga sosialisasi dengan warga,” ungkapnya. Meski pekerjaan molor hingga satu bulan, dirinya masih optimistis pekerjaan bisa selesai sesuai kontrak yakni 18 Desember mendatang. ”Panjang pekerjaan 325 meter, kami sudah menggali 250 meter, kami juga langsung memasang U-ditch untuk mempersingkat waktu,” jelasnya.

PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Dinas PUPR Jombang, Agung Setiaji mengatakan jika perubahan desain menyebabkan pengerjaan mundur satu bulan. Saat ini progres pekerjaan terhitung masih 5 persen. ”Karena pekerjaan mundur progres juga mengalami keterlambatan hingga 6 persen,” bebernya.

Ditambahkannya, pihaknya mendorong kontraktor untuk melakukan percepatan pekerjaan. Hanya saja, apabila tidak selesai tepat waktu, pihak kontraktor masih diberi kesempatan adendum waktu.

”Melihat dulu apabila bisa selesai tepat waktu ya tidak ada adendum. Kalau tidak selesai ya diberi adendum, karena memang ada perubahan desain,” pungkasnya.sar

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…