Intensitas Api Mereda, Water Bombing Resmi di Gunung Lawu Resmi Diakhiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rapat koordinasi penanganan kahutla gunung lawu. SP/Tim Humas BPBD Provinsi Jatim
Rapat koordinasi penanganan kahutla gunung lawu. SP/Tim Humas BPBD Provinsi Jatim

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan Gunung Lawu dengan jalur udara menggunakan water bombing sudah dihentikan sejak Jumat, (13/10/2023).

Hal tersebut dikarenakan intensitas api mereda baik dari sisi Kabupaten Ngawi, Magetan maupun Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Seperti yang diketahui, penanganan Karhutla melalui jalur udara alias water bombing, tersebut telah berlangsung selama 11 hari.

Menurut Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, keputusan terkait berakhirnya kegiatan water bombing di Gunung Lawu bukanlah tanpa alasan.

Tentu atas masukan dan diskusi berbagai pihak, setelah melakukan rapat koordinasi di Satgas Penanganan Karhutla Gunung Lawu Lintas Provinsi di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

"Setelah mendapat laporan perkembangan kondisi Karhutla di masing-masing daerah dan masukan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri dan Tim BNPB, maka kita putuskan, aktivitas water bombing untuk penanggulangan Karhutla Gunung Lawu ditutup," ujar Gatot, Minggu, (15/10).

Diketahui, rapat koordinasi tersebut turut dihadiri staf kedeputian penanganan darurat BNPB Prastato Hendarsanto, perwakilan BPBD Jawa Tengah, dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar.

Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut juga ada Kalaksa BPBD dari tiga daerah terdampak diantaranya Kalaksa BPBD Kabupaten Ngawi Prila Yuda Putra, Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa dan Kalaksa BPBD Kabupaten Karanganyar, Yuli Patmi Handayani.

Selain itu hadir juga Kepala Bakorwil Madiun Heru Wahono S, perwakilan Perum Perhutani Jateng dan Dinas Kehutanan setempat.

Gatot juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan BNPB yang merespon cepat kebutuhan water bombing.

Yang mana, BNPB mengirimkan bantuan berupa helikopter tipe PK-DBM, sehingga penanganan lewat jalur udara bisa terlaksana dengan cepat.

Selain itu, Gatot juga berterimakasih kepada segenap tim BPBD tiga kabupaten terdampak dan provinsi Jateng, serta tim TNI Polri yang telah berjibaku memadamkan api melalui jalur darat.

"Saya juga sampaikan terimakasih kepada teman-teman relawan Perhutani, Polhut, LMDH dan berbagai komunitas yang tidak lelah berjibaku memadamkan api Gunung Lawu," ungkap Gatot.

Perlu diketahui, selama kegiatan water bombing yang berlangsung di tiga daerah telah terlaksana sebanyak 215 kali, dengan curahan air yang diguyurkan sebanyak 215.000 liter air.

Berdasarkan data BPBD, area terdampak Karhutla Gunung Lawu hingga Jumat (13/10/2023) telah.mencapai seluas 2.185 hektar, meliputi, wilayah Kabupaten Ngawi seluas 1.300 hektar, sedangkan kabupaten Magetan 700 hektar, Kabupaten Karanganyar seluas 185 hektar.

Kendati demikian, Gator memaparkan apabila aktivitas pemadaman melalui jalur darat tetap berlanjur.

"Untuk aktivitas pemadaman lewat jalur darat akan tetap kita lanjutkan, dengan fokus kegiatan, pencarian dan pembasahan bara api yang berpotensi menyala kembali," paparnya.

Ia juga mengaku tim jalur tidak hanya melakukan pembasahan area terdampak, tapi juga melakukan pembersihan sisa kayu atau material yang terbakar dan akan melakukan reboisasi atau penanaman kembali bibit pohon yang terbakar.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir bandang saat musim penghujan tiba.

"Terkait penutupan jalur pendakian, kita masih akan melihat perkembangan di masing-masing daerah, hingga kondisi dirasa benar-benar aman," pungkas Gatot.Ain/Ana

Berita Terbaru

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…

Dibangun Fasilitas Lengkap, Progres Pembangunan RSUD Sedati Melebihi Target

Dibangun Fasilitas Lengkap, Progres Pembangunan RSUD Sedati Melebihi Target

Jumat, 25 Sep 2026 17:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya di wilayah Sedati dan sekitarnya, pembangunan RSUD Sedati…

Kakek 81 Tahun di Blitar Ditemukan Tewas Terbakar di Lahan Bambu

Kakek 81 Tahun di Blitar Ditemukan Tewas Terbakar di Lahan Bambu

Jumat, 25 Sep 2026 16:37 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 16:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jumat 25 September 2026 sekitar pukul 10.00, warga desa Tuwuhrejo Kec.Kesamben Kab.Blitarvdi kejutkan temuan Mi 81 seorang Kakek…

Peringati HKGB ke-74, Kapolres Blitar Ikuti Lomba UMKM hingga Gelar Olah Raga

Peringati HKGB ke-74, Kapolres Blitar Ikuti Lomba UMKM hingga Gelar Olah Raga

Jumat, 25 Sep 2026 16:34 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Polres Blitar bersama Bhayangkari menggelar…

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…