Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan MDT, Guru Madin di Lamongan di Bimtek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bimtek ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan meningkatkan kemampuan manajemen pengelolaan guru Madin. SP/MUHAJIRIN 
Bimtek ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan meningkatkan kemampuan manajemen pengelolaan guru Madin. SP/MUHAJIRIN 

i

Kemenag Juga Sampaikan Ijin Operasional MDT Yang Mau Habis, Segera Mengurus Perpanjangan 

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pola manajemen pengelolaan yang profesional, dalam pengembangan pendidikan agama Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Lamongan terus dilakukan. Salah satunya memberikan bimbingan teknis kepada guru Madin, seperti yang digelar pada Rabu, (15/11/2023) di Gedung Budi Luhur Convention Hall.

Bimbingan teknis (Bimtek) manajemen MDT yang digelar kerjasama PD Pontren Kemenag, Dinas Pendidikan dan PC FKDT Kabupaten Lamongan itu digelar sesuai wilayah kerja (Wilker), dan untuk Wilker 1 ini diikuti guru Madin yang ada di Kecamatan Lamongan, Deket, Glagah, Turi dan Karangbinangun, dan selanjutnya akan digelar di beberapa Wilker. 

Fatikhul Ikhsan salah satu staf PD Pontren Kemenag Lamongan  mengatakan, kegiatan Bimtek Manajemen ini dilakukan untuk menambah kemampuan para guru Madin, agar manajemen pengelolaan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Lamongan ini bisa berjalan dengan baik, baik secara akademik maupun sarana prasarana.

Apalagi lanjutnya, para guru Madin di Lamongan sudah mendapatkan insentif bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan semua itu harus dipertanggung jawabkan, sehingga Bimtek ini dilaksanakan, agar mereka semua bisa mempertanggungjawabkan nya dengan baik.

Dalam kesempatan kegiatan bimtek itu lanjut Fatikhul, peserta juga akan mendapatkan informasi-informasi terbaru, agar guru Madin memahami tentang bagaimana perubahan-perubahan yang ada di lembaganya masing-masing, terkait dengan batas data kelembagaan secara keseluruhan termasuk juga hari ini akan ada sosialisasi tentang ijin operasional.

Apalagi untuk pengurusan ijin operasionalnya sekarang ini sudah bisa diakses secara online. "Hal yang baru ini kita sampaikan kepada teman-teman guru Madin, sehingga bisa mempersiapkan secara dini apa yang harus dilakukan," ungkapnya.

Di Lamongan sendiri tambah dia, lembaga Madin yang ijin operasional nya akan habis pada tahun 2024 mendatang itu ada sekitar 80 persen. Karena itu ia meminta lembaga Madin untuk mempersiapkannya untuk pengurusan perpanjangan, dimana ijin operasional yang akan datang ini akan berlaku selamanya bukan 5 tahun seperti saat ini,  selagi masih ada aktivitas.

"Ke depan ijin operasional  itu sudah tidak ada masa berlakunya, jadi seumur hidup sepanjang pembelajarannya masih ada ada santrinya ada gurunya ada kegiatan-kegiatannya kalau memang tidak ada maka harus segera kita cabut," terangnya.

Sementara itu,  Lamongan sendiri lanjutnya lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah ada sekitar 1500 lembaga, dengan jumlah guru Madin mencapai belasan ribu, yang tersebar di 27 Kecamatan.

Disebutkannya, lembaga pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) merupakan salah satu lembaga pendidikan keagamaan Islam diluar pendidikan formal, yang diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang sebagai pelengkap pendidikan keagamaan bagi peserta didik yang belajar pada lembaga pendidikan formal umum (SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA atau sederajat). Mereka dapat menambah dan memperdalam wawasan pengetahuannya tentang agama Islam. Lembaga ini terbuka bagi anak-anak muslim usia pendidikan dasar maupun menengah.

Pendidikan keagamaan non formal ini diselenggarakan dan dikelola secara terprogram. Perintisan, pengelolaan, pertumbuhan, dan perkembangannya dilakukan oleh masyarakat, sehingga ketentuan peraturan yang dibuat oleh Pemerintah harus tetap mengakomodasi berbagai bentuk inovasi dari masyarakat penyelenggara dengan memperhatikan kebutuhan, keunggulan, dan kekhasan masing-masing.

Penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) jenis, yaitu: Satuan Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang secara mandiri diselenggarakan oleh masyarakat berbentuk satuan pendidikan non formal.

Penyelenggaraannya ada yang berbentuk Yayasan/lembaga berbadan hukum dan perorangan dan jenjangnya terdiri atas MDT Ula, Wustha, Ulya dan Al Jami’ah Mandiri;

Madrasah Diniyah yang diselenggarakan oleh pesantren dan; Program Madrasah Diniyah Takmiliyah yang diselenggarakan secara terintegrasi/terpadu dengan lembaga pendidikan formal, baik SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK atau sederajat (Negeri/Swasta serta Perguruan Tinggi Umum {PTU}). MDT jenis ini tidak berjenjang disebut dengan MDT Terpadu/Terintegrasi. jir

Berita Terbaru

Minat Investasi Emas Menguat, HSBC Indonesia Hadirkan Reksa Dana Saham Syariah

Minat Investasi Emas Menguat, HSBC Indonesia Hadirkan Reksa Dana Saham Syariah

Sabtu, 19 Sep 2026 09:29 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 09:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Meningkatnya perhatian investor terhadap emas sebagai bagian dari diversifikasi portofolio mendorong PT Bank HSBC Indonesia (HSBC I…

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…