SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Adu gagasan dan Ide! Ini harapan KPU kepada tiga capres-cawapres yang kini berkampanye. Ternyata calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, bikin gagasan unik untuk dirinya dan bukan rakyat.
Meski kini Prabowo, sudah berumur 72 tahun, ia minta dipanggil "Mas Bowo". Ini karena mantan menantu Presiden Soeharto, itu masih merasa muda.
Makanya ia ingin dipanggil Mas, seperti calon wakil presiden-nya Gibran Rakabuming Raka.
"Saya dari sejak muda, sekarang masih merasa muda," aku Prabowo Subianto dalam konsolidasi pendukungnya di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/12/2023).
Sebelumnya, ia juga telorkan ide 'Joget Gemoy'. Ini akunya, ia terinspirasi oleh gerakan joget sederhana. Gemoy sendiri dipilih karena memang itu menjadi sebutan netizen pada sosok Prabowo, plesetan dari kata 'gemas'.
Saya setuju sebuah gagasan tidak harus berbau ilmiah. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan gagasan sebagai hasil pemikiran. Di sisi lain, ide diartikan rancangan yang tersusun dalam pikiran. Dengan kata lain, antara gagasan dan ide memiliki pengertian yang sangat serupa.
Dalam makna yang lebih luas, gagasan atau ide bisa sesuatu dari pemikiran, pengusulan, kemauan, atau harapan.
Permintaan Prabowo dipanggil "Mas Bowo" telah diperdengarkan di depan kader dan simpatisan PSI . Ini ide menggelitik dari orang tua yang tak ingin dipanggil julukan umum seusianya, eyang, mbah, kung, kakek atau grandfather
***
Dalam Islam, pemberian nama yang baik menekankan harapan mulia dari orang tua. Mereka berharap anak tersebut dapat tumbuh menjadi seorang muslim yang taat dan berperilaku baik.
Mengingat agama Islam memandang nama adalah suatu hal yang penting dan terkait dengan beberapa hukum baik di dunia maupun di akhirat.
Contohnya: panggilan nama seseorang di akhirat adalah panggilannya kelak di akhirat, sehingga apabila ada orang yang namanya jelek atau kurang indah di dunia, misalnya: “Tenggil, Bosok, dll“. Konon itulah nama yang ia dipanggil di akhirat kelak. Terlebih lagi dia ridha dan senang dengan panggilan seperti itu.
Termasuk sebutan untuk memanggil kakek dan nenek. Kalau di Indonesia, kita mengenal sebutan kakek dan nenek, opa dan oma, atau eyang kakung dan eyang putri.
Itu panggilan untuk orang berusia di atas lima puluh tahun. Orang seusia ini lazim nya akan memperoleh panggilan baru dari keturunan ke dua kita, yang dalam family tree atau silsilah keluarga disebut cucu, baik cucu dari anak kandung atau pun cucu dari keponakan kita.
Sesuai dengan silsilah keluarga maka panggilan itu adalah "Kakek - Nenek" atau berbagai panggilan yang setara untuk mbahasani seorang cucu kepada kakek dan neneknya.
Bisa juga panggilan "Eyang Akung-- Eyang Uti.
***
Dalam pergaulan sosial, politisi yang memiliki tampilan wajah tua, mengapa minta dipanggil Mas.
Saat masih kuliah, ada teman yang memiliki tampilan wajah yang boros. Ia terlihat sosok pria antara tampilan wajah dan umur tidak sinkron.
Beda dengan capres Prabowo, yang memang berwajah tua karena usia. Jadi sebutan yang cocok adalah eyang, karena tampilan dari pabrikasinya sendiri.
Dan akibat dari memiliki tampilan wajah tua, bila capres Prabowo, minta dipanggil Mas, itu peristiwa absurb. Salah satunya dikira kakaknya Gibran.
Pertama kali saya mendengar ia minta dipanggil "Mas" jujur saya rada heran. Kan dia sudah punya anak gede yang jadi desaigner. Lazimnya ia tahu persis dia harus dipanggil kalau punya cucu dengan panggilan "Eyang".
Apakah panggilan "Mas" di dunia politik lebih keren ketimbang dipanggil eyang?
Prabowo, mesti tidak neko neko ubah nama panggilan dari silsilah.
Kata Mas = panggilan buat laki-laki berusia 16+, biasanya panggilan ini dipakai di Jakarta dan daerah-daerah Jawa, atau bisa juga kalau dipanggil "mas" terutama di pulau luar Jawa ya berarti kalian muka nya Jawa.
Mas juga merupakan salah satu gelar depan informal paling umum dalam masyarakat Jawa sampai saat ini. Akal sehat saya bilang akan banyak orang yang kaget ketika capres Prabowo berpidato, dipanggil Mas. Publik tahu umur aslinya asal tetap sehat saat kampanye.
Disyukuri dari pada ia masih usia muda tapi berwajah tua alias wajah boros.
Dengan minta dipanggil "Mas" kebanyakan publik tidak percaya dan yakin kalau capres Prabowo, sedang berbohong.
Saya akan lebih mantap memanggil capres Prabowo, Pak Prabowo, bukan eyang Bowo, apalagi Mas Bowo.
Panggilan Mas Bowo, menurut saya absurd, tidak masuk akal, mustahil, lucu, konyol, bahkan menggelikan. Bukan begitu Bung Prabowo.
Dalam catatan jurnalistik saya, Prabowo Subianto telah mencatatkan diri sebagai salah satu tokoh politik yang memiliki karier yang panjang. Terutama maju sebagai calon presiden atau capres dan calon wakil presiden (cawapres). Tak tanggung-tanggung, perhelatan pilpres diikuti sebanyak empat kali.
Prabowo Subianto lahir pada 17 Oktober 1951 di Jakarta. Ia anak dari pasangan Sumitro Djojohadikusumo, seorang ekonom terkemuka, dan Dora Sigar.
Ia memiliki latar belakang militer yang kuat. Antara lain pernah menjadi perwira di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dan mencapai pangkat mayor jenderal.
Pada 1998, Prabowo Subianto baru mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) setelah pensiun dari militer. Ia kemudian terjun ke dunia politik dan tahun 2023 ini mendapatkan dukungan politik yang signifikan.
Perjalanan karier politik Prabowo Subianto menunjukkan tekad dan keteguhan dalam menghadapi pemilihan presiden.
Meskipun belum berhasil memenangkan pemilihan presiden, ia tetap menjadi salah satu tokoh politik yang memiliki pengaruh besar di Indonesia. Prabowo saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju pada periode 2019-2024. Ia mencapreskan diri didukung Presiden Jokowi. ([email protected])
Editor : Moch Ilham