Pemilih Mengambang di Lamongan - Gresik Masih Tinggi, Kenetralan ASN Diuji

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ahmad Sholikin Peneliti Utama Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDK) Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (UNISDA) memaparkan hasil surveinya. SP/MUHAJIRIN
Ahmad Sholikin Peneliti Utama Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDK) Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (UNISDA) memaparkan hasil surveinya. SP/MUHAJIRIN

i

Hasil Survei yang Dirilis oleh PSDK Unisda dan PUSAD UM Surabaya 

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Swing Voters atau pemilih mengambang yang belum menentukan pilihan, baik pilihan partai atau calon legislatif (Caleg) di dapil Lamongan - Gresik masih cukup tinggi berkisar 15 -17,28 persen, dan kenetralan aparatur sipil negara (ASN) diuji untuk yang kesekian kali dalam perhelatan pemilihan umum, apalagi pemilu 2024 ini.

Hal itu disampaikan oleh Ahmad Sholikin Peneliti Utama Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDK) Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (UNISDA) bekerjasama dengan Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) UM Surabaya, saat merilis hasil survei tingkat elektabilitas Partai, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI, DPRD Jawa Timur dan Netralitas Aparatur Negara di Daerah pemilihan (DAPIL) Lamongan-Gresik pada Kamis (28/12/23).

 

Disebutkan olehnya, metode survei yang dilakukan ini dengan memakai Multistage Random Sampling, melibatkan 1165 responden tersebar secara proporsional di Lamongan dan Gresik dengan margin tingkat toleransi (standard of error/d) 2,8�ngan tingkat kepercayaan penelitian sebesar 95%. 

“Periode survei kami lakukan pada 11-25 Desember 2023 dengan sampel tiap desa dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih di tiap desa yang dijadikan lokasi penelitian,”ujar Sholikin memaparkan.

Hasilnya, elektabilitas partai yang dipilih menjelang Pemilu 2024 di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik, masih menempatkan partai PKB di posisi teratas dengan perolehan 18,24 persen suara, disusul oleh Partai Golkar 13,1 persen, yang belum menentukan (17,29), Partai Gerindra 10,97 persen, Partai PDIP 10,9 %;, Partai PAN 7,5 %; Partai Nasdem 5,4 %; Partai Demokrat 5,3 persen. 

Sedangkan untuk elektabilitas calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI kata Sholihin, sederet nama caleg dari  incumbent masih cukup kuat, meski caleg pendatang baru tidak bisa dianggap enteng, apalagi  pemilih mengambang masih cukup tinggi sampai 18,9 persen, lain-lain 12,2 persen. 

Caleg dengan elektabilitas tertinggi lanjutnya masih ditempati oleh , Dr. H. Jazilul Fawaid (PKB) 8,9 persen; Khilmi 7,7 persen, H. Nasyirul Falah Amru (PDIP) 7,4 persen; Ahmad Labib (Golkar) 6 persen; Prof Zainuddin Maliki (PAN) 5,2 %; Dyah Roro Esti W,P (Golkar) 5 %; Ir. H. Suhandoyo, S.P (NasDem)  3,5 %; dan Debby Kurniawan 2,9 %.

Sementara itu hasil Elektabilitas Calon DPRD Jatim yang dipilih dalam pemilu mendatang meski swing voters masih cukup tinggi sampai 15,3 persen diantaranya adalah H Makin Abbas (PKB) 14,8 persen; Lain-lain 13,7 %; Husnul Aqib (PAN) 8,9 persen; Andy Firasadi (PDIP) 7,7 persen; Kodrat Sunyoto 7,5 %; H Samwil (Demokrat) 5,7 persen; dan Munawaroh (Gerindra) 5,0 persen.

Thoat Stiawan Peneliti Utama PUSAD UM Surabaya mengatakan, dua partai menengah dan atas yang diprediksi mengalami penurunan suara di Dapil 10 adalah Demokrat dan PPP, sementara 2 partai yang mengalami peningkatan suara adalah  Golkar, PKB dan Gerindra.

Ia menyebut, nama-nama Caleg incumbent di DPR-D Prov Jatim, masih didominasi nama-nama lama, tetapi untuk caleg DPR-RI muncul nama-nama baru yang mencuri perhatian (Ahmad Labib, Ufiq Zuroida, Lukman Hakim, HJ. Erna Mastiningrum, dll)

“Swing voters masih relatif sangat tinggi, hal tersebut disebabkan beberapa alasan, diantaranya; waktu pencoblosan yang masih lama, menunggu program terbaik yang ditawarkan dan menunggu fatwa ulama dan tokoh masyarakat,”pungkas Thoat.

Ia juga menyebut, kalau Aparatur Sipil Negara (ASN) di dua Kabupaten Lamongan dan Gresik ini masih belum bisa netral. Penyebabnya diantaranya ASN tidak netral ada dua faktor, adanya tekanan dari internal struktural, kekhawatiran terhadap jabatan yang sekarang diemban (faktor internal). jir

Berita Terbaru

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur m…

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengaku berutang Rp250 juta ke koperasi untuk memenuhi permintaan uang yang menurut k…

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pemaksimalan volume irigasi untuk pertanian, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah…

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Diduga Serangan Jantung dan Lambatnya Penanganan Medis…

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Satuan tugas (Satgas) Menu Bergizi Gratis ( MBG) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat pasca terungkapnya praktik dugaan pembuangan limbah …

Sidang Perdana Kades Jenangan Ponorogo Diwarnai Kejanggalan, Barbukti Diduga Salah 

Sidang Perdana Kades Jenangan Ponorogo Diwarnai Kejanggalan, Barbukti Diduga Salah 

Senin, 20 Jul 2026 17:10 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:10 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Sidang perdana kasus dugaan korupsi tanah kas desa dengan terdakwa Kepala Desa (Kades) Jenangan, Toni Ahmadi Bin Yahmin, di Pengadilan …