Ancaman 'Greenflation' di RI, Bisa Picu Kenaikan Harga dan Krisis Tenaga Kerja

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kolam air garam di tambang lithium di Calama, wilayah Antofagasta, milik produsen lithium terbesar di dunia. SP/ JKT
Kolam air garam di tambang lithium di Calama, wilayah Antofagasta, milik produsen lithium terbesar di dunia. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menilik istilah greenflation yang sempat mencuat dalam beberapa hari terakhir usai dilontarkan oleh calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres Minggu (21/01/2024) ternyata bahasan yang bukan main-main. Pasalnya, sejumlah ekonom menilai Indonesia sudah mengalami greenflation akibat inisiatif transisi energi yang diambil pemerintah beberapa tahun terakhir.

Greenflation ini merujuk pada kenaikan harga dan krisis tenaga kerja yang terjadi karena pemerintah mulai melakukan transisi menuju energi yang ramah lingkungan. Hal itu dapat menyebabkan kenaikan harga yang bermula dari perusahaan, karena mengeluarkan anggaran lebih untuk melakukan transisi energi, dan berimbas kepada masyarakat sebagai konsumen akhir.

Bahkan, kekhawatiran terhadap greenflation ini pernah digaungkan oleh pejabat bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) dua tahun lalu, saat Benua Biru tersebut memacu upaya transisi menuju energi hijau kemungkinan besar akan membuat harga-harga energi naik dan dapat memaksa ECB menarik stimulusnya lebih cepat daripada yang direncanakan. 

”Transisi yang direncanakan dari bahan bakar fosil ke ekonomi rendah karbon yang lebih hijau menimbulkan risiko-risiko kenaikan yang dapat diukur pada proyeksi dasar inflasi kami dalam jangka menengah,” ungkap Schnabel, dikutip Selasa (23/01/2024).

Sedangkan menurut Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development Indef Abra Talattov menuturkan, salah satu dampak dari inflasi hijau yang cukup terekam dalam memori masyarakat Indonesia adalah kelangkaan minyak goreng sejak akhir Desember 2021. 

Selain siklus komoditas yang didorong pandemi, program mandatori biodiesel atau bauran Solar dengan bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak sawit juga dianggap sebagai pemicu reli harga minyak sawit saat itu. 

“Produksi biofuel ini pernah terjadi preseden buruk menyebabkan lonjakan harga pangan, khususnya minyak goreng di tahun lalu, awalnya peningkatan EBT [energi baru terbarukan], tetapi menyebabkan kenaikan harga minyak goreng,” kata Abra.

Disisi lain, Head of Online Trading Sucor Sekuritas Daniel Wiguna turut tertarik dengan greenflation atau green inflation yang disampaikan oleh Gibran. Menurutnya, greenflation ini merupakan hal yang cukup penting untuk diperhatikan pemerintah Tanah Air, mengingat kenaikan harga daripada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkaitan dengan tujuan ekonomi hijau (green economy) sejumlah negara termasuk Indonesia.

Untuk itu, Daniel merekomendasikan supaya pemerintah dapat melakukan substitusi-substitusi bahan baku pembuatan EBT. Misalnya, nikel yang digantikan dengan material-material lain seperti lithium dan lain sebagainya sehingga setidaknya dapat menekan potensi laju greenflation kedepan.

“Mungkin itu yang bisa sangat mempengaruhi program-program pemerintah dan aturan-aturan yang akan diciptakan pemerintah berkaitan dengan green economy,” pungkas dia. jk-01/dsy

Berita Terbaru

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…