Sambut Imlek 2024, Pengrajin Barongsai Banjir Orderan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengrajin barongsai di Sidoarjo, Julius Setiawan saat membuat pesanan 12 barongsai yang akan dikirim ke berbagai daerah di Jawa Timur. SP/ AINI
Pengrajin barongsai di Sidoarjo, Julius Setiawan saat membuat pesanan 12 barongsai yang akan dikirim ke berbagai daerah di Jawa Timur. SP/ AINI

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dalam menyambut perayaan Imlek, pengrajin barongsai di Sidoarjo, Julius Setiawan, mengalami lonjakan pesanan lebih dari 50 persen. Menurutnya, usahanya mulai mendapatkan pesanan tiga bulan sebelum perayaan Imlek 2024.

Sejak November hingga Desember, Julius telah menerima pesanan sebanyak 12 barongsai yang akan dikirim ke berbagai daerah di Jawa Timur dan beberapa di luar Jawa. 

"Imlek kali ini kami mengalami kenaikan lebih dari 50 persen. Sejak bulan November sudah ada yang pesan. Sampai saat total 12 pesanan yang masuk," kata Julius Setiawan, pengrajin Barongsai, di Candi, Sidoarjo Rabu (31/01/2024).

Menurut pengrajin usia 34 tahun itu, proses pembuatan satu barongsai memakan waktu tiga minggu, dan semua tahap pengerjaannya dilakukan tanpa dibantu karyawan.

Ia melakukan proses pengerjaan dengan memakan waktu selama tiga minggu untuk membuat satu barongsai dari kepala hingga badan. 

Mulai dari merangkai kerangka dengan rotan sebagai penyangga, lalu pelapisan kepala, pelukisan, sampai proses hias dengan menggunakan bulu domba asli yang diimpor langsung dari China.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan bulu domba asli memberikan kesan yang lebih hidup dibandingkan dengan bulu sintetik lokal.

"Rata-rata barangnya ambil di China. Dari mata, terus bulu domba ini asli. Pakai bulu domba itu terlihat lebih bagus dan lebih hidup, beda kalau pakai bulu sintetik yang beli di sini," ungkap pria yang juga pemain barongsai itu.

Diketahui, Julius memproduksi dua tipe barongsai, yakni karakter China yang mirip kucing dan barongsai Malaysia yang mirip bebek. Meskipun keduanya memiliki popularitas yang tinggi, tahun ini barongsai mirip kucing lebih diminati.

"Tahun ini sama-sama ramai. Tapi tergantung, sekarang yang lagi ramai yang kucing. Dua tipe ini juga cara mainnya beda kalau di pertunjukan. China lebih cepat, Malaysia lebih santai," jelasnya.

Tak hanya varian karakter, Julius juga menawarkan variasi ukuran barongsai mulai dari 100 cm, 125 cm, hingga 130 cm. Harga barongsai buatannya berkisar Rp4-5 juta, mengingat keseluruhan proses produksi dilakukan secara manual.

Selain itu, Julius menjelaskan bahwa setiap warna pada tubuh barongsai memiliki makna tersendiri. Merah menjadi warna paling diminati, khususnya dalam menyambut Imlek, sementara beberapa orang juga memesan barongsai berwarna pink karena dekat dengan perayaan Valentine.

"Kalau Imlek, pesanan paling banyak itu merah. Tapi, karena tahun ini berdekatan dengan valentine, jadi beberapa orang juga pesan warna pink," tuturnya.

Sekedar informasi, Julius, memulai produksi barongsai sejak 2006. Ia belajar secara otodidak dengan pengalaman sebagai pemain barongsai yang diajarkan secara turun temurun di keluarganya. 

Tentunya, dengan lonjakan pesanan ini menjadi tantangan yang dijalani dengan penuh dedikasi oleh pengrajin berbakat ini. Ain

Berita Terbaru

Menang Lawan Tuan Rumah Persiba Balikpapan 0-1, Persela Puncaki Klasemen  Liga 2 Penggadaian  Championship

Menang Lawan Tuan Rumah Persiba Balikpapan 0-1, Persela Puncaki Klasemen Liga 2 Penggadaian Championship

Sabtu, 19 Sep 2026 21:42 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 21:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan berhasil membawa pulang poin penuh setelah menundukkan tuan rumah Persiba Balikpapan dengan skor tipis 0-1 dalam l…

Resmikan Fakultas Kedokteran Pada Perayaan 100 Tahun Gontor Ponorogo, Presiden RI Ingatkan Santri  Lanjutkan Perjuangan

Resmikan Fakultas Kedokteran Pada Perayaan 100 Tahun Gontor Ponorogo, Presiden RI Ingatkan Santri  Lanjutkan Perjuangan

Sabtu, 19 Sep 2026 20:58 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 20:58 WIB

SURABAYA PAGI,Ponorogo — Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026), dalam rangka m…

Usai Pelunasan, Nasabah Keluhkan Penyerahan BPKB Tertunda di PT Sinarmas Multifinance Madiun

Usai Pelunasan, Nasabah Keluhkan Penyerahan BPKB Tertunda di PT Sinarmas Multifinance Madiun

Sabtu, 19 Sep 2026 20:55 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 20:55 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Seorang nasabah PT Sinarmas Multifinance Cabang Madiun mengeluhkan BPKB kendaraan miliknya yang belum dapat diambil meski kewaj…

NSL Season 4 Bawa Liga Basket Pelajar Surabaya ke Lima Kota

NSL Season 4 Bawa Liga Basket Pelajar Surabaya ke Lima Kota

Sabtu, 19 Sep 2026 16:54 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 16:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Nextgen Student League (NSL) memasuki musim keempat dengan cakupan kompetisi yang lebih luas. Kompetisi basket pelajar yang lahir di S…

60 Kepala Sekolah Madrasah  Ma’arif NU Lamongan Dilantik, Didorong Cetak Kader NU Masa Depan

60 Kepala Sekolah Madrasah Ma’arif NU Lamongan Dilantik, Didorong Cetak Kader NU Masa Depan

Sabtu, 19 Sep 2026 16:33 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 16:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Sebanyak 60 kepala sekolah Madrasah di lingkungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Lamongan resmi dilantik, Sabtu (19/9/2026), ya…

Berakhir di Balik Jeruji — Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Usai Alami Serangan Jantung

Berakhir di Balik Jeruji — Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Usai Alami Serangan Jantung

Sabtu, 19 Sep 2026 12:16 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 12:16 WIB

SURABAYA0AGI.com, Surabaya — Kabar duka datang dari penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Energi d…