Awal Tahun 2024, Realisasi Pendapatan APBN Regional Jatim Capai Rp21,65 Triliun

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersinergi dalam implementasi kebijakan fiskal pemerintah pusat dan daerah. SP/Aini
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersinergi dalam implementasi kebijakan fiskal pemerintah pusat dan daerah. SP/Aini

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) melaporkan beberapa perkembangan ekonomi, realisasi APBN Regional, APBD Konsolidasian, penerimaan pajak dan kepabeanan cukai sampai periode 31 Januari 2024.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur, Taukhid menyampaikan bahwa secara umum realiasasi pendapatan negara di APBN Regional Provinsi Jawa Timur cukup baik.

"Sampai dengan 31 Januari 2024 ini, berdasarkan catatan kami pendapatan negara di Provinsi Jawa Timur terkumpul sebanyak Rp21,65 triliun atau sebesar 7,73 persen dari target sebesar Rp279,95 triliun," kata Taukhid, di Surabaya, Selasa, (27/2/2024).

Menurut Taukhid, meskipun secara nominal turun dibandingkan periode yang sama. "Ini turun diangka minus 6,97 persen, kalau dibandingkan dengan periode yang sama TAYL. Tapi dari sisi penerimaan pajak, telah tercapai realisasi sebesar 8,45 persen (Rp10,36 triliun). Itu dari target kami sebesar Rp122,36 triliun" jelasnya.

Lanjut Taukhid, sedangkan pada pos Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai presentase 8,45 persen yakni sebesar Rp10,84 triliun dari target Rp152 triliun. Serta untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp0,45 triliun yakni mencapai 8,38 persen dari target Rp5,33 triliun.

Diketahui untuk Belanja Negara sampai dengan 31 Januari 2024 telah terserap Rp11,67 Triliun atau 9,09 persen dari pagu belanja negara di Jawa Timur sebesar Rp128,36 Triliun.

Secara keseluruhan, APBN di Jawa Timur sampai dengan 31 Januari 2024 menunjukkan kinerja yang baik ditunjukkan dengan capaian surplus hingga Rp9,98 Triliun atau 6,59 persen dari target surplus di angka Rp151,59 Triliun.

Selain itu, realisasi APBD konsolidasian se-Jatim berhasil mencapai Rp12,51 triliun (9,86 persen) dari Target TA 2024 sebesar Rp126,86 Triliun. Serta mengalami pertumbuhan baik persentase (69,32 persen) maupun nominal (69,07 persen) secara year-on-year (yoy).

Taukhid juga menyebut jika Realisasi APBD konsolidasian se-Jatim menunjukkan kinerja yang baik, karena terdapat surplus sebesar Rp9,32 triliun, dengan Pembiayaan Bersih sebesar minus Rp0,63 triliun sehingga SILPA sampai 31 Januari 2024 sebesar Rp8,69 Triliun.

"Untuk Saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sampai dengan akhir Januari 2024 sebesar Rp17,08 triliun," ujar Taukhid.

Menurut pria yang pernah mengenyam pendidikan Master Of Science In International Business di University Of Stirling itu juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan IV-2023 mencapai 4,69 persen (yoy).

"Ini menunjukkan sedikit perlambatan dibandingkan Triwulan sebelumnya. Tapi Jatim sendiri masih kokoh sebagai kekuatan ekonomi ke-2 di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,99 persen serta berkontribusi sebesar 14,22 persen dari total PDB Indonesia pada Triwulan IV-2023," ungkapnya.

Tambahnya, Investasi di Jatim juga terus tumbuh konsisten, mencapai total Rp145,10 Triliun hingga akhir tahun 2023, tumbuh sebesar 29,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kabupaten Gresik ini menjadi daerah yang nilai investasi terbesar di Jawa Timur, selanjutnya diikuti Surabaya dan Pasuruan," kata Taukhid.

Meskipun demikian, tingkat inflasi bulan Januari 2024 sebesar 2,47 persen (y-on-y) tidak bisa terhindarkan namun terjadi deflasi 0,10 persen (m-to-m) dan 0,10 persen (y-t-d).

"Untuk inflasi sendiri, terdapat peristiwa yang mempengaruhi di bulan ini antara lain pada makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki andil paling tinggi. Selain itu, beras juga salah satu pemicunya. Karena cuaca tidak menentu dan rusaknya jalan menyebabkan kurangnya pasokan beras disejumlah wilayah," pungkas Taukhid.

Disisi lain, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II Agustin Vita Avantin turut menjelaskan risiko atau tantangan yang akan dihadapi oleh Kanwil DJP se-Jawa Timur dalam menghimpun penerimaan negara serta membangun perekonomian yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pada tahun 2024 ini, ekonomi mengalami perlambatan pada semester pertama. Hal ini terjadi karena tidak banyak kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pengusaha, sebab mereka sedang mengambil sikap wait and see akibat adanya pesta demokrasi atau pemilihan umum," tandas Vita. Ain

Berita Terbaru

Dinas LH Sebut PT Zam-Zam Deal Properti Belum Ajukan Perubahan Dokumen Lingkungan

Dinas LH Sebut PT Zam-Zam Deal Properti Belum Ajukan Perubahan Dokumen Lingkungan

Jumat, 20 Feb 2026 17:00 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 17:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Selain mbalelo dan inkonsistensi terus ditunjukan oleh pihak pemilik perumahan Grand Zam-Zam Residence. Selain tak kunjung…

Galaxy A07 5G Meluncur, Tawarkan Pengalaman Streaming dan Multitasking Lebih Mulus

Galaxy A07 5G Meluncur, Tawarkan Pengalaman Streaming dan Multitasking Lebih Mulus

Jumat, 20 Feb 2026 16:14 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 16:14 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Perkembangan teknologi dan perluasan jaringan 5G di Indonesia mendorong perubahan pola penggunaan smartphone yang kini tidak hanya s…

Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

Jumat, 20 Feb 2026 15:45 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengintensifkan pengawasan dan patroli selama Bulan Suci…

Sambut Ramadhan, PLN Gelar Bazar Sembako Murah hingga Apresiasi Mobil Listrik untuk Pelanggan

Sambut Ramadhan, PLN Gelar Bazar Sembako Murah hingga Apresiasi Mobil Listrik untuk Pelanggan

Jumat, 20 Feb 2026 15:24 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 15:24 WIB

SurabayaPagi, Gresik - Sambut bulan suci Ramadan 1447 H, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk…

Ranu Sentong Bakal Jadi Destinasi Wisata Ekologis Baru di Probolinggo

Ranu Sentong Bakal Jadi Destinasi Wisata Ekologis Baru di Probolinggo

Jumat, 20 Feb 2026 14:38 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka menambah destinasi baru yang berwawasan ekologis, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo telah menyiapkan program…

Menara Air Randu Pangger Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru Berbasis Sejarah dan Edukasi

Menara Air Randu Pangger Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru Berbasis Sejarah dan Edukasi

Jumat, 20 Feb 2026 14:29 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Baru-baru ini, Direktur Perumdam Bayuangga dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo…