Soroti Masalah Asuransi, BHS Usul Naikan Santunan Korban Laka Transportasi Publik

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Calon legislatif DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengusulkan kenaikan santunan korban kecelakaan yang menggunakan moda transportasi bus hingga Rp. 500 juta dengan biaya asuransi murah.

Usulan ini diutarakan BHS setelah berdialog dengan kepala terminal Purabaya Sidoarjo, karena caleg DPR RI yang dipastikan melenggang ke Senayan tersebut prihatin dengan minimnya santunan untuk korban kecelakaan.

"Asuransi ini penting sekali yang kemarin sudah dinaikkan dari Rp.60 jadi Rp 120 dengan jaminan dari Rp.25 juta ke Rp.50 juta. Ini saya pikir kemarin begitu saya tanya korban dari kecelakaan bus, ini sangat minim sekali. Jadi uang duka yang mereka terima ini sangat minim sekali," ujarnya. Rabu (28/2/2024).

BHS menjelaskan, dengan kenaikan asuransi hingga Rp. 1000 tapi mendapatkan santunan hingga Rp. 150 juta maka korban laka bus yang ditanyai olehnya merasa tenang.

Kenaikan santunan korban kecelakaan tersebut, dinilai BHS karena infrastruktur keamanan jalan raya di Indonesia masih minim. Apalagi sopir bus sering mengejar penumpang dengan bus lain untuk mendapatkan penghasilan.

"Lah ini tentu sangat risiko kecelakaan, bila terjadi kecelakaan mereka bisa dicover di atas Rp. 500 juta, mereka pasti lebih tenang," imbuhnya.

Selain menyoroti masalah asuransi, keamanan terminal dan tarif bus juga menjadi perhatian BHS. Karena untuk mendongkrak kenaikan penumpang maka pemerintah harus memperhatikan subsidi BBM dan spare part untuk bus. Sehingga biaya untuk menggunakan transportasi publik jadi lebih murah

"Jadi transportasi publik seharusnya yang mendapatkan subsidi bukan transportasi pribadi. Publik semuanya harus mendapatkan subsidi yang jauh lebih besar daripada pribadi," tegasnya.

Pria yang juga menjadi dewan penasehat DPD partai Gerindra Jatim pun mengusulkan agar memodernisasi terminal Purabaya agar penumpang jadi lebih nyaman dan aman, termasuk menggunakan transaksi elektronik dan pembayaran manual.

Di tempat yang sama, kepala terminal Purabaya Ahmad Badik menyambut baik usulan kenaikan subsidi BBM untuk bus sebagai transportasi publik. Tapi subsidi spare part juga menjadi keluhan bagi Perusahaan Otomotif (PO) bus.

"Kalau (subsidi) BBM untuk saat ini masih masuk akal biarpun itu memberatkan juga, tapi yang paling berat bagi mereka adalah spare part, tapi yang jelas upaya-upaya itu ke depannya akan lebih support bagi pelayanan angkutan publik," terangnya.

Terkait jumlah penumpang yang meningkat sekitar 20-30 persen semenjak Covid usai, maka Badik dan jajaranya berusaha melakukan perbaikan infrastruktur, sarana prasana meski anggaran terminal Purabaya sangat minim. Sehingga dia berharap kepada BHS dapat memberikan solusi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menggunakan transportasi publik. Byb

Berita Terbaru

Batang Hidungnya tak Tampak

Batang Hidungnya tak Tampak

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hingga semalam (12/7), mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, masih belum…

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Inggris mengandalkan kedalaman skuad yang merata dan ketajaman Harry Kane, sedangkan Argentina bermodal mental juara bertahan dan…

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejak Sabtu, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah (FA) Febrie ditetapkan tersangka…

Jangan Saling Buka Borok

Jangan Saling Buka Borok

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya mendukung pelimpahan 3 kasus korupsi yang sebelumnya ditangani Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Agung…

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di balik dinding kayu sebuah rumah di Sentul, Bogor, penyidik menemukan brankas tersembunyi berisi 74 kilogram emas dan uang tunai…

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menghormati kesepakatan antara Polri dan Kejagung yang memutuskan penanganan perkara Febrie Adriansyah kepada Kejagung. Kita…