SurabayaPagi, Surabaya - PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyiapkan 48 armada kapal laut untuk angkutan lebaran dan logistik menjelang Idul Fitri 2024.
Penasehat dan CEO PT. DLU Bambang Haryo Soekartono (BHS) berpendapat, bahwa perusahaannya sudah mengantisipasi angkutan lebaran sejak Januari 2024 dengan menyiapkan seluruh armadanya. Sehingga masyarakat diimbau untuk memesan tiket mudik sebelum cuti bersama ditetapkan pemerintah.
"Kami imbau masyarakat untuk mudik jauh hari sebelumnya, dan ini sudah menyiapkan space, tempat, sumber daya manusia yang handal 24 jam itu mulai dari 3 bulan sebelum hari H," ujarnya saat buka bersama PT. DLU dan mitra kerja di hotel Mercure Mirama Surabaya. Selasa (12/3/2024).
BHS pun akan menyuarakan agar pemerintah mengevaluasi kebijakan pengiriman logistik tetap bisa terkirim meski cuti bersama lebaran. Karena selama ini wilayah yang terjadi kemacetan saat Idul Fitri ada di pulau Jawa, sehingga jika pengiriman logistik untuk pulau lain dibatasi maka bisa terjadi inflasi.
"Sebenarnya yang menjadi tolak ukur aturan itu bukan untuk kepentingan luar Jawa. Jadi itu aturan untuk Jawa saja, sedangkan di Jawa ini masih bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan jalur selatan dan tengah masih belum padat. Jadi ini yang kita harapkan pemerintah bisa mengatur," terang pria yang lolos menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029.
Dengan pemerintah mengatur waktu dan manajemen traffic angkutan logistik di pulau Jawa, maka inflasi bisa terhindarkan saat Idul Fitri. BHS pun menyebut bahwa tradisi mudik di pulau lain tidak sepadat di Jawa sehingga kebijakan pembatasan pengiriman logistik tidak perlu dilakukan.
"Tidak perlu diberlakukan ini, jadi pembatasan logistik kalau dibatasi akan terjadi inflasi yang cukup tinggi. Karena terjadi hambatan pengiriman daripada logistik, ini yang mengakibatkan harga logistik akan menjadi mahal karena dipending seperti tahun lalu," tegasnya.
"Pembatasan itu ada berapa juta ton logistik yang terhambat akibat policy atau kebijakan yang seharusnya berlaku untuk Jawa saja, dan Jawa pun masih bisa di manajemen yang baik lintas selatan itu load faktornya tidak lebih dari 20 persen," sambungnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Poedjono menerangkan, terkait masa libur cuti bersama lebaran 2024 maka DLU mengimbau mitra kerjanya khususnya ekspedisi yang mengirimkan kebutuhan di luar Jawa bisa mengirimkan logistiknya lebih awal sehingga tidak terjadi kesulitan bila pemerintah menetapkan berlakunya cuti bersama.
"Yang kita semua belum tahu tanggal berapa, tapi tadi sudah disampaikan ada dari pak penasehat bahwa pemerintah harusnya juga menyempurnakan terus, mengevaluasi terus karena kemacetan itu hanya terjadi di pulau Jawa tidak perlu diberlakukan di seluruh Indonesia," urainya. Byb
Editor : Redaksi