Posko Siaga Bencana Lebaran Ditutup, BPBD Jatim Catat 14 Banjir, 6 Longsor, dan 5 Angin Kencang

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Selasa, 16 Apr 2024 18:04 WIB

Posko Siaga Bencana Lebaran Ditutup, BPBD Jatim Catat 14 Banjir, 6 Longsor, dan 5 Angin Kencang

i

Selama lebaran 2024, BPBD Jatim mencatat 25 kejadian diantaranya 14 Banjir, 6 Longsor, 5 Angin Kencang. SP/AINI

SURABAYAPAGI, Surabaya - Posko Siaga Hidrometeorologi untuk musim lebaran yang didirikan BPBD provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama BPBD Kabupaten/Kota telah berakhir pada Selasa (16/4/2024) pukul 24.00 WIB.

Posko tersebut telah beroperasi selama 14 hari sejak H-7 lebaran sejak, Rabu, (3/4/2024).

Baca Juga: Pj Gubernur Adhy: Pengendalian Inflasi di Jatim Sudah Penuhi Target

Meskipun tidak ada kejadian bencana yang menonjol pada musim lebaran tahun ini, kecuali kejadian banjir, angin kencang, dan tanah longsor dengan skala kecil dan sedang.

Posko ini tersebar di lima daerah, termasuk di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Kantor BPBD Kabupaten Malang, Perempatan Lampu Merah Suramadu Kab. Bangkalan, Kebun Refugia Plaosan Magetan, dan di Pantai Telengria Kabupaten Pacitan.

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa posko induknya tetap berada di Kantor BPBD Jatim.

"Sedangkan untuk posko induknya tetap berada di Posko Command Center TRC Kantor BPBD Jatim," ujar Gatot, Surabaya, Selasa (16/4/2024).

Diketahui, terdapat kejadian menonjol yaitu banjir di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan pada Selasa (9/4/2024) yang memutus jalur utama Banyuwangi - Surabaya, menyebabkan kemacetan panjang dan menelan korban jiwa.

Baca Juga: Pemprov Jatim akan Buka Seleksi CPNS dan PPPK

"Akibat kejadian ini, terjadi kemacetan panjang di jalur nasional yang terdampak banjir dan juga mengakibatkan dua orang meninggal. Diantarnya seorang warga dewasa yang tersengat listrik dan seorang balita 2 tahun tenggelam terbawa banjir," terang Gatot.

Sementara itu, berdasar data Pusdalops PB BPBD Jatim, terdapat sejumlah kejadian selama kurun 14 hari ini sebanyak 25 kejadian, yang didominasi banjir dengan jumlah 14 kejadian, tanah longsor 6 kejadian dan angin kencang 5 kejadian.

Pada saat kejadian, Tim TRC BPBD Jatim juga bergerak cepat membantu proses evakuasi warga terdampak dengan perahu karet dan menyerahkan sejumlah bantuan, seperti, makanan siap saji dan air mineral.

Kendati demikian, Gatot menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kerja Tim Gabungan BPBD Jatim, BPBD Kabupaten/Kota, TNI, Polri dan para relawan dalam kegiatan Posko Siaga Hidrometeorologi tahun ini.

Baca Juga: Pj Gubernur Adhy: Jatim Siap Perkuat Kerja Sama Dengan Inggris di Berbagai Sektor

Namun ia mengingatkan, bahwa musim pancaroba, peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau masih berlanjut hingga Bulan April ini. Sepanjang musim ini, potensi cuaca ekstrem dan angin kencang masih berpeluang akan terjadi.

Oleh karena itu, Gatot mengimbau segenap warga Jatim untuk waspada dan berhati-hati, utamanya bagi yang akan menjalani balik mudik lebaran.

"Jangan lupa, pantau informasi tentang cuaca, baik yang disampaikan BMKG atau yang kita sampaikan melalui media sosial atau lewat informasi lainnya," pungkasnya. Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU