Misteri Cak Imin, Tantang Khofifah

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 03 Mei 2024 19:46 WIB

Misteri Cak Imin, Tantang Khofifah

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - PKB, kini punya golden ticket untuk Pilgub Jatim 2024. Partai yang dikomando Cak Imin, dalam Pemilu 2024, keluar sebagai pemenang di Jawa Timur.

Hasil penghitungan suara Pemilu 2024 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat DPRD Provinsi Jawa Timur telah menyatakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meraih suara paling besar.

Baca Juga: Jokowi-Mega, Hanya Relasi Politik

PKB meraih suara lebih dari 4,5 juta di Jawa Timur. Dengan demikian, PKB bakal meraih kursi DPRD Jawa Timur paling banyak dibanding partai lainnya.

Sementara syarat pencalonan gubernur-wakil gubernur di Pilkada 2024 adalah kepemilikan 20 persen kursi di DPRD tingkat provinsi atau 25 persen suara hasil pemilu sebelumnya.

Di level DPRD provinsi kursi PKB dari 25 menjadi 27 kursi.

Sekretaris PKB Jatim Anik Maslachah membeberkan faktor utama suara PKB mengalami kenaikan di Pileg 2024. Salah satunya karena coattail efect Muhaimin Iskandar.

"Selain itu ada manajerial leadership Ketum PKB dalam menakhodai partai sehingga mampu menjadikan suara jadi kursi. Tahun 2024 momentum yang bersejarah di era reformasi, baru tahun ini PKB kursinya besar dan merata. PKB hari ini urutan ke-4," tambahnya.

Anik juga menambahkan faktor dukungan dari NU kultural membuat PKB berhasil menjadi juara di Jatim.

"Kami merasa faktor dukungan NU kultural terutama kiai, ulama, ning berpengaruh pada elektoral partai.

Aspek manajerial leadership Ketum PKB dalam menakhodai partai diakui pengurus PKB. Apa ini dijadikan modal Cak Imin, yang tampak masih malu malu membuka diri calonkan pilkada Jatim menantang Khofifah?

 

***

 

Saya mencatat, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan akan ada kejutan di Pilkada Jawa Timur. Siapa yang bikin kejutan?.

Nama tokoh-tokoh yang akan diusung sebagai calon gubernur Jawa Timur itu masih digodog.

"Nah khusus Jawa Timur, akan ada kejutan-kejutan. Tetapi masih dimatangkan," kata Cak Imin, Rabu, (1/5/2024).

Meski begitu, Cak Imin belum mau mengungkapkan apa kejutan yang ia maksud.

"Pilkada minggu-minggu ini adalah konsentrasi saya dan DPP PKB, terutama menseleksi, menelusuri rekam jejak, menentukan tokoh," ujarnya.

Ketika ditanya apakah dirinya juga akan maju di Pilkada Jatim, Cak Imin tak menjawab dengan gamblang.

"Nggak tahu, kan masih digodog," ujarnya. Nah?

Menariknya penegasan Cak Imin. Ia nyatakan partainya masih terbuka untuk siapapun yang mau maju di Pilkada 2024. Termasuk terhadap Khofifah Indarparawansa.

Apa syaratnya? Cak Imin, belum umumkan.

Tapi Ketua DPW PKB Jakarta, Hasbiallah Ilyas sudah mengungkap ada 3 kriteria yang harus dimiliki oleh calon gubernur Jakarta tersebut.

Baca Juga: Sandra Dewi, Perjanjian Pisah Harta, Sebuah Strategi

Pertama; mengerti dan memahami permasalahan yang dihadapi warga DKI Jakarta. Kedua; bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan Ketiga; sejalan atau selaras dengan visi dan misi PKB Jakarta sebagai partai terbuka.

 

***

 

Saat pileg, Ketua DPW PKB Jatim yang juga Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, kalah suara dari Rusdi Kirana, bos Lion Air. Apakah Cak Imin, akan sorong Rusdi, pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat. Walahualam.

Hal menarik, Cak Imin mengatakan harus ada perubahan soal pemimpin daerah yang relatif apatis saat mempunyai kewenangan. Dia khawatir akan berpengaruh dalam proses Pembangunan Daerah.

"Yang kedua, faktor yang harus kita lakukan perubahan adalah bahwa ketika kewenangan tersentralistik lagi, maka yang terjadi adalah daerah atau pemimpin daerah, atau kepala daerah menjadi relatif apatis. Inovasi kemudian menurun, gagasan-gagasan baru yang berbasis lokalitas ini juga mengalami penurunan inisiatif," jelas Cak Imin.

"Semuanya menunggu berkah dari pimpinan-pimpinan pusat, inilah yang kemudian yang kita khawatirkan terjadinya pelambanan di dalam proses pembangunan daerah," sambungnya.

Apalagi, lanjut Cak Imin, kewenangan Kepala Daerah ada yang diambil oleh Pemerintah Pusat terutama soal pengelolaan sumber daya alam. Hal itu, menurutnya, terjadi sentralisasi sumber daya alam yang pada akhirnya dikuasai segelintir orang dan pelaku dalam pengelolaan aset bangsa.

Cak imin mengatakan harus ada pembagian kewenangan untuk menumbuhkembangkan inovasi kepala daerah. Dia kemudian mengungkit fenomena yang terjadi di sekitar tahun 2000-an saat inovasi tumbuh subur dimana-mana.

"Malah waktu itu ada dua kategori yang cukup negatif yaitu munculnya raja-raja baru di daerah, yang lebih dominan lagi. Kalau kita cek pemberitaan waktu itu para kepala daerah hobinya membangun kantor dan rumah dinas kepala daerah. Makanya dulu kalau kita lihat itu 'wah rumah dinas Bupatinya itu megah-megah'," lanjut Cak Imin.

"Nah tetapi di sisi yang lain, gairahnya itu luar biasa. Kompetisi untuk kesuksesan pembangunan masing-masing kepala daerah itu tinggi dan subur. Oleh karena itu, pada posisi yang kedua Inovasi dan kreativitas kepala daerah mutlak dibutuhkan agar sentralisasi tidak membebani inovasi daerah," lanjutnya.

Baca Juga: Budi Said, Dituding Mafia Tanah, Apa Iya??

Ketiga, Cak Imin menyebut distribusi kekuasaan pusat dan daerah yang mutlak sulit di era sekarang, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Menurutnya, kolaborasi merupakan satu-satunya jalan di era ini.

"Karena itu, mau tidak mau harus melakukan sharing power, kolaborasi. Di era yang saya kira lebih populer disebut disrupsi ini, enggak ada jalan lain kecuali kolaborasi. Nah kolaborasi ini tidak mungkin sukses kalau hanya mengandalkan satu titik kekuasaan dan pemerintahan," pungkasnya.

Saat ini, PKB telah menggelar pertemuan dengan para bakal calon kepala daerah (Bacakada). Acara pertemuan ini dipimpin langsung Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Tokoh bacakada Jatim tak muncul. Spekulasinya bacakada Jatim ya Cak Imin sendiri.

Dari narasi yang diucapkan Cak Imin, ia mengkritik petahana.

Cak Imin menyebut distribusi kekuasaan pusat dan daerah yang mutlak sulit di era sekarang, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Kepala daerah kolaborasi.

"Karena itu, mau tidak mau harus melakukan sharing power, kolaborasi. Di era yang saya kira lebih populer disebut disrupsi ini, enggak ada jalan lain kecuali kolaborasi. Nah kolaborasi ini tidak mungkin sukses kalo hanya mengandalkan satu titik kekuasaan dan pemerintahan," katanya.

Kini, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid memastikan pihaknya masih mempersiapkan diri untuk menghadapi Pilgub, termasuk Pilgub Jawa Timur (Jatim) 2024.

Akal sehat saya akui politik adalah sesuatu yang penuh misteri.

Sebagai politisi yang pernah bersengketa dengan Gus Dur, PKB pasti mendukung pasangan calon yang memiliki kans terbesar untuk memenangkan kontestasi.

Apa mungkin Cak Imin, akan pilih cagub Jatim berdasarkan like and dislike? elektabilitasnya

Khofifah yang berada di peringkat tertinggi dengan angka 39,2%, pasti menunggu cagub usungan PKB. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU