Home / Opini : Kasih Karunia

Ka'bah, Bagi orang Nasrani

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 12 Mei 2024 20:59 WIB

Ka'bah, Bagi orang Nasrani

Saat ini musim haji. Ada saudara berangkat haji. Saya ikut mengantar sampai asrama haji Sukolilo Surabaya . Referensi yang saya baca, dalam ritual haji, ada penyembelihan hewan korban, Idul Adha atau Lebaran Haji .

Dalam ajaran Islam, dimana para jemaah haji di Mekkah akan menyembelih kurban di sana setelah selesai ritual haji, maka bagi yang tidak pergi ziarah, dapat menyembelih hewan kurban dimana saja mereka berada.

Baca Juga: Yesus Sahabat Setia

Dalam Injil dapat juga kita temui petunjuk yang menyebutkan cara ritual haji seperti yang dilakukan umat muslim di Mekkah, yaitu berwudhu atau bersuci lalu berjalan mengelilingi Ka’bah/rumah (mezbah) Allah:

“Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan mengelilingi Mezbah-Mu, ya Tuhan" (Mazmur 26:6)

dalam BBE lebih jelas = “I will make my hands clean from sin; so will I go round your altar, O Lord;” (clean from sin = bersuci, go round = mengelilingi).

Disebutkan, rumah Tuhan yang pertama dicatat dalam Alquran sebagai di Bakkah, nama kuno bagi Mekkah:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (QS 3-96).

Baca Juga: Yesus Pembaharu Politik

Hal ini telah dicatat dalam Mazmur 84:5-7:

“Berbahagialah segala orang yang boleh duduk dalam rumah-Mu serta memuji akan Dikau senantiasa.” (Mazmur 84:5)

Ini berbicara tentang hidup yang berintegritas ke dalam maupun ke luar. Ini berarti, kita bukan hanya mengenai tindakan atau perbuatan kita tetapi juga motivasi-motivasi kita. Renungkan misalnya kisah raja Abimelekh. Raja itu didatangi dan ditegur Tuhan ketika ia hendak tidur dengan Sarah, istri Abraham. Tetapi ia langsung protes bahwa Abraham yang berbohong padanya dengan mengatakan Sarah itu saudaranya. Jadi di sini Abimelekh dapat berkata dengan benar bahwa ia bertindak dengan “hati yang tulus dan tangan yang suci” (Kejadian 20:5).

Baca Juga: Orang Yahudi Tolak Yesus

Arti penting Makkah terlihat dalam hal teologis bagi para penganut spritualisme, paganisme, maupun monoteisme Abrahamik. Di kota itu berdiri sebuah bangunan batu berbentuk kotak besar. Kubus raksasa itu, menurut versi historiografi tradisional Islam, dipercaya dibangun oleh Ibrahim dan anaknya, Ismail.

Dalam satu periode tertentu sebelum kedatangan Islam, bangunan itu sempat pula digunakan umat Kristiani—kemungkinan kaum Koptik dan Kristen Etiopia—sebagai tempat pemujaan. Ini dibuktikan dengan lukisan-lukisan di dinding bagian dalam bangunan yang menggambarkan Nabi Isa (Yesus) bersama Maryam (Maria).

Penelitian G.R.D. King ini bertajuk “The Paintings of the Pre-Islamic Ka’ba” yang dimuat di jurnal Muqarnas Online (2004) telah memperkuat bukti tersebut. (Maria Sari)

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU