SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Suzuki Ignis, produksi pabrikan asal Jepang akan setop memproduksi model Ignis di pasar Australia mulai tahun depan, walaupun model tersebut menjadi salah satu city car yang cukup banyak diminati.
Pasalnya, teknologi yang ada pada model ini membuatnya tidak bisa mengikuti regulasi pada negara tertentu hingga terancam disuntik mati. Alasannya, teknologi yang ada pada mobil ini tidak sesuai dengan regulasi terbaru.
Regulasi di Australia mewajibkan setiap mobil memiliki fitur Autonomous Emergency Braking (AEB) dan ini mulai berlaku pada Maret 2025. Teknologi keselamatan AEB ini berfungsi sebagai sistem untuk mencegah tabrakan dari belakang atau pejalan kaki, jika pengemudi melakukan kelalaian.
Model-model kendaraan yang telah diperkenalkan sejak Maret 2023, telah diwajibkan untuk menggunakan teknologi AEB. Tetapi, mobil yang telah berada di showroom diberikan waktu untuk ditingkatkan demi memenuhi aturan.
Sedangkan, pada Suzuki sendiri merupakan salah satu merek kendaraan yang menjual beberapa kendaraan termasuk Ignis tanpa teknologi AEB. Sementara itu, Michael Pachota, General Manager Suzuki Australia, mengatakan tetap akan dijual hingga tahun 2025, namun tidak menyebutkan tanggal akhir produksinya.
"Mobil ini sudah mencapai akhir siklus hidupnya. Kami harus menilai dimana posisinya dalam portofolio produk kami ke depannya," ujar Michael, Minggu (09/06/2024).
"Kami akan memperkenalkan Fronx pada tahun 2025, yang akan berada di tempat yang sama. Jadi saya tidak akan melihat keduanya terus berdampingan di masa depan kecuali jika ada model atau peluang baru bagi kami," kata Michael.
Sebagai informasi, Suzuki Ignis juga dipasarkan di Indonesia oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Mobil ini dijual dengan harga mulai dari Rp 213,8 jutA (OTR Jakarta) hingga Rp 225,8 juta (OTR Jakarta). jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu