BPBD Jatim Luncurkan ULD-PB, Ajak Disabilitas Siap Siaga Bencana

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan SIAP SIAGA, sebuah kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia untuk Pengelolaan Risiko Bencana, serta Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) dan berbagai pihak terkait, meluncurkan dan mensosialisasikan Program Kerja Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Acara yang diikuti oleh ragam komunitas disabilitas yang meliputi fisik (daksa, eks kusta), mental (eks mental, autis), sensorik (rungu, wicara, low vision, total blind), intelektual (lambat belajar, grahita, down syndrome), serta disabilitas ganda itu digelar di salah satu Hotel di Surabaya, pada Selasa (25/6/2024).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya ULD-PB tersebut.

"Terima kasih atas dukungan SIAP SIAGA yang merupakan partnership dari pemerintah Australia dan Indonesia. Langkah selanjutnya dengan ULD ini, kita tahu potensi bencana di Jawa Timur itu ada, 16 ancaman. Yang terdampak itu bukan hanya masyarakat umum tetapi juga teman-teman difabel," kata Gatot.

Lanjutnya, ia juga menekankan pentingnya fasilitas dan pelatihan bagi penyandang disabilitas untuk mengantisipasi dampak bencana.

"Teman-teman difabel harus difasilitasi dengan pelatihan penanganan bencana dan sosialisasi pencegahannya. Dari itu semua, kami butuh narasumber, salah satunya yang akan disediakan ULD ini," ungkap Gatot.

"Komunikasi dengan teman-teman difabel pasti berbeda, sehingga saya minta dukungan dari SIAP SIAGA untuk membantu dalam hal ini," sambungnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data E-Disabilitas Provinsi Jawa Timur per Mei 2024 mencatat bahwa terdapat 16.798 penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Namun, partisipasi aktif kelompok disabilitas dalam penanggulangan bencana masih minim. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian pengetahuan, keterampilan, dan keahlian yang dimiliki, serta adanya stigma dan keraguan atas kemampuan mereka dalam upaya penanggulangan bencana. Kurangnya layanan publik yang mendukung disabilitas juga menjadi hambatan.

Kendati demikian, Gatot menyoroti pentingnya pengembangan sistem peringatan dini (EWS) sebelum bencana yang inklusif.

"Selama ini, EWS yang ada hanya fokus untuk masyarakat umum. Bagaimana kita memperkenalkan EWS ini ke kelompok disabilitas? Misalnya, alat EWS untuk tuna netra jika terjadi banjir, atau untuk tuna rungu jika ada potensi tsunami. Inilah yang kami minta masukan dari teman-teman disabilitas," ujarnya.

Oleh karena itu, dengan terbentuknya ULD-PB, diharapkan para penyandang disabilitas di Jawa Timur dapat lebih aktif berperan dalam penanggulangan bencana.

ULD-PB yang berada dalam kelembagaan BPBD Provinsi Jawa Timur akan membantu menjalankan fungsi terkait layanan inklusi disabilitas dalam penanggulangan bencana di wilayah ini.

"Peluncuran ULD-PB ini menandai langkah maju dalam memastikan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana yang inklusif, dengan melibatkan semua elemen masyarakat termasuk penyandang disabilitas," pungkas Gatot.

Sementara itu, ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Jatim, Saiful Anam menyambut baik pembentukan ULD-PB Pemprov Jatim ini. Selama ini, kelompok disabilitas belum dilibatkan dalam proses penanggulangan bencana.

"Penyandang disabilitas banyak yang terabaikan atau tertinggal ketika terjadi bencana. Nah ini kawan kawan dari penyandang disabilitas, terlibat dalam pembentukan ULD," papar pria penyandang disabilitas mental atau Skizofrenia ini.

Ia pun berharap kedepan, penanggulangan bencana ini harus melibatkan disabilitas. Jadi harus terbangun paradigma baru, bahwa penyandang disabilitas bukan objek penanggulangan bencana, tetapi subjek, dalam penanggulangan bencana.

"Sehingga dilibatkan secara aktif, dan ini sesuai dengan amanah undang undang No 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas," tandas Anam.Ain

Berita Terbaru

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan BSI Fest Ramadan 2026 di Surabaya pada 19–22 Februari 2026. Kegiatan ini me…

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bukti Arkeologis mengungkap Flkakta Gajah Mada lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur, dari Dewi Andogsari tidak …

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…